Posted by: muslimsumbar on: Maret 27, 2011

Salah satu prinsip dalam Islam, tidak mengadakan provokasi atau penghasutan untuk memberontak kepada penguasa meskipun penguasa itu berbuat zhalim. Tidak boleh melakukan provokasi, baik dari atas mimbar, tempat khusus atau pun umum dan media lainnya. Karena yang demikian menyalahi petunjuk Nabi dan Salafush Shalih (para shahabat).
Rasulullah bersabda: “Siapa saja yang ingin menasehati penguasa, janganlah ia menampakkan dengan terang-terangan. Hendaklah ia pegang tangannya lalu menyendiri dengannya. Jika penguasa itu mau mendengar nasehat itu, maka itu yang terbaik dan bila si penguasa itu enggan (tidak mau menerima), maka sungguh ia telah melaksanakan kewajiban amanah yang dibebankan kepadanya.” (HR. Ibnu Abi ‘Ashim dalam as-Sunnah [II/507-508, bab Kaifa Nashiihatur Ra’iyyah lil Wulaat, no. 1096, 1097, 1098], Ahmad [III/403-404] dan al-Hakim [III/290] dari ‘Iyadh bin Ghunm. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam zhilalil Jannah, hal. 507).
Umat Islam tidak suka dan tidak rela dengan kezhaliman dan kemunkaran yang dilakukan oleh penguasa atau lainnya. Akan tetapi cara mengingkari kemunkaran yang dilakukan oleh penguasa dan cara menasehati penguasa harus sesuai dengan petunjuk Rasulullah dan atsar Salafush Shalih.
Menjelek-jelekkan penguasa, membeberkan aibnya, menyebutkan kekurangannya, menampakkan kebencian kepadanya di hadapan umum atau melalui media lainnya dan mengadakan provokasi, hal tersebut bukan cara yang benar. Bahkan cara ini menyalahi petunjuk Nabi, berdosa karena menyalahi Sunnah, menimbulkan kerusakan dan bahaya yang lebih besar serta tidak ada manfaatnya. Orang yang melakukan hal demikian akan dihinakan Allah pada hari kiamat.
Rasulullah bersabda: “Siapa saja yang memuliakan penguasa di dunia, akan dimuliakan Allah di akhirat, dan siapa saja yang menghinakan penguasa di dunia, maka Allah akan hinakan dia pada hari kiamat.” (HR. Ahmad [V/42, 48-49], dari Abi Bakrah, Nufai’ bin al-Harits. Hadits ini hasan, lihat Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah [V/375-376]).
Nabi menyuruh kita untuk bersabar terhadap kezhaliman penguasa. Dan dengan kesabaran itu Allah akan berikan ganjaran yang besar. Beliau bersabda: “Siapa saja yang tidak menyukai sesuatu dari pemimpinnya maka hendaklah ia bersabar terhadapnya. Sebab, tidaklah seorang manusia keluar dari penguasa lalu ia mati di atasnya, melainkan ia mati dengan kematian jahiliyyah.” (HR. Muslim [no. 1849 [56]]).
Abu Aslam Benny bin Syahmir Marbawi
Rujukan:
Agustus 15, 2011 pada 6:11 am
Hujjah yang kuat untuk menasehati saudara – saudara kita yang gemarnya menyalahkan pemerintah secara keras bahkan frontal meski memang mereka salah*..salah tapi bukan berarti tidak da benarnya..
SELALU BERPEGANG TEGUH KEPADA AL-QUR’AN & AS-SUNNAH DENGAN MENELADANI PEMAHAMAN SAHABAT RASULULLAH, TABI’IN & TABI’UT TABI’IN
Agustus 15, 2011 pada 9:45 am
^_^
Baarakallaahu Fiika……
Agustus 15, 2011 pada 9:52 am
Pemerintah kita membutuhkan kerja sama yang baik untuk membangun negeri kita.
Untuk menegakkan agama Allah, hendaknya kita bekerja sama dg pemerintah kita, dan saling menasehati dengan cara yg baik…….
Mudah2an dg bekerja sama dan tolong menolong dlm kebaikan & taqwa, negeri Indonesia menjadi negeri yg berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah.
Hendaklah kita tegakkan syari’at Islam pada diri2 kita, sehingga syari’at Islam tegak di negeri kita…..