<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>MUSLIM SUMBAR</title>
	<atom:link href="http://muslimsumbar.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslimsumbar.wordpress.com</link>
	<description>&#34;BERPEGANG TEGUH KEPADA AL-QUR&#039;AN &#38; AS-SUNNAH DENGAN MENELADANI PEMAHAMAN SAHABAT RASULULLAH, TABI&#039;IN &#38; ATBA&#039;UT TABI&#039;IN&#34;</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Feb 2012 06:04:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='muslimsumbar.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>MUSLIM SUMBAR</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://muslimsumbar.wordpress.com/osd.xml" title="MUSLIM SUMBAR" />
	<atom:link rel='hub' href='http://muslimsumbar.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>BEGINILAH JAMA’AH TABLIGH MEMULIAKAN KAUM MUSLIMIN</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2012/02/16/beginilah-jamaah-tabligh-memuliakan-kaum-muslimin/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2012/02/16/beginilah-jamaah-tabligh-memuliakan-kaum-muslimin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 15:43:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[FIRQAH]]></category>
		<category><![CDATA[ahlul bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[firqah jamaah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[firqah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[jama'ah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[jamaah tabligh sesat]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan jama'ah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[kesesatan jama'ah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[penulis buku]]></category>
		<category><![CDATA[salim]]></category>
		<category><![CDATA[salim bin ied al-hilali]]></category>
		<category><![CDATA[sekte jama'ah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[sekte tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah nabi]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh salim al-hilali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=719</guid>
		<description><![CDATA[Dr. Muhammad Taqiyuddin al-Hilali  berkata tentang Jama’ah Tabligh: “Memuliakan kaum muslimin adalah sifat yang benar jika mereka mau mempraktekkannya. Namun mereka melakukan ini hanya terhadap orang yang melakukan bid’ah yang sama yakni yang setuju dengan pengembaraan mereka. Barangsiapa yang membenci acara pengembaraan mereka maka orang tersebut akan mereka benci dengan kebencian yang dalam.”1 Syaikh Salim [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=719&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_725" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2012/02/tabligh.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-725" title="tabligh" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2012/02/tabligh.jpg?w=150&#038;h=150" alt="sekte jama'ah tabligh" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">firqah sesat tabligh</p></div>
<p>Dr. Muhammad Taqiyuddin al-Hilali  berkata tentang Jama’ah Tabligh: “Memuliakan kaum muslimin adalah sifat yang benar jika mereka mau mempraktekkannya. Namun mereka melakukan ini hanya terhadap orang yang melakukan bid’ah yang sama yakni yang setuju dengan pengembaraan mereka. Barangsiapa yang membenci acara pengembaraan mereka maka orang tersebut akan mereka benci dengan kebencian yang dalam.”<strong><sup>1</sup></strong></p>
<p>Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali berkata: “Syaikh Hamud at-Tuwaijiri menyebutkan banyak kisah aneh sebagai bukti bahwa Jama’ah Tabligh tidak menghormati orang Islam dan Sunnah Nabi. Mereka hanya memuliakan pelaku syirik dan bid’ah. Di antaranya adalah kisah penganiayaan terhadap Faruq Hanif dengan listrik hingga fajar menyingsing yang dilakukan oleh al-Qaadiry pimpinan Jama’ah Tabligh di rumah putih. Kisah tersebut ditulis langsung oleh<span id="more-719"></span> Faruq Hanif. Siapa saja yang membaca perincian kisah tersebut tentunya akan membuatnya merinding dan akan menimbulkan kebencian kepada Jama’ah Tabligh yang telah tersesat dari akhlak kenabian dan akhlak salafus shalih dalam memuliakan kaum mukminin.”<strong><sup>2</sup></strong></p>
<p>Syaikh Salim al-Hilali melanjutkan: “Aku telah menyaksikan langsung perbuatan yang dilakukan oleh jama’ah ini, yang lebih memperkuat apa yang telah dituduhkan kepada mereka.”</p>
<p>Syaikh Salim al-Hilali menceritakan perkara yang menimpanya: “Ketika cetakan pertama kitab ini selesai<strong><sup>3 </sup></strong>dan sebagian rekan-rekan kami membaca apa yang aku paparkan tentang Jama’ah Tabligh. Kemudian mereka mendatangi markas Jama’ah Tabligh dan berusaha untuk bertemu dengan amirnya yang bernama Abu Mushthafa ar-Rifaaty lalu menanyai mereka tentang masalah tersebut. Namun mereka bersikeras mengingkarinya dan berkata: ‘Jika si penulis buku ini memang benar coba bawa dia kemari agar kami dapat mendebatnya.’ Kemudian salah seorang teman mendatangiku dan menceritakan hal tersebut. Aku katakan: ‘Aku bersedia dan minta dari mereka untuk menentukan hari pertemuannya.’ Ia pun pergi mendatangi jama’ah ini. Setelah kedua belah pihak sepakat, kami pun pergi ke markas mereka. Ketika mereka melihatku mereka katakan: ‘Itu dia!’ Mereka malah ingin menyerangku. Kalau tidak karena Allah kemudian rekan-rekan yang ikut hadir bersamaku yang berusaha menghalangi apa yang ingin mereka lakukan terhadapku.”<strong><sup>4</sup></strong></p>
<p>Syaikh Salim kembali melanjutkan: “Setelah beberapa waktu berselang aku bersama beberapa orang rekan yang telah meninggalkan aktifitas ‘khuruj tabligh’ dan telah beralih kepada manhaj Salafush Shalih, waktu itu kami sedang berjalan-jalan ke beberapa toko buku di kota Amman untuk membeli sejumlah buku ilmiah. Pada saat itu salah seorang anggota Jama’ah Tabligh melihat kami lalu ia berkata kepada temanku tersebut: ‘Mengapa engkau menjadi murtad hai Abu Muhammad?<strong><sup>5</sup></strong>’”<strong><sup>6</sup></strong></p>
<p>Ustadz Yazid bin Abdul Qadir berkata dalam kitabnya, tentang sikap Jama’ah Tabligh dalam memuliakan/menghormati kaum muslimin: “Ini sebatas pada orang yang ikut atau setuju dengan kelompok mereka, sedang orang yang mengkritik mereka maka tidak akan mereka hormati, bahkan berbuat jahat kepadanya.”<strong><sup>7</sup></strong></p>
<p>Alhamdulillah, kami telah memaparkan kisah kekerasan yang dilakukan oleh Jama’ah Tabligh seperti yang telah dituliskan di atas. Juga tentang pemukulan dan penyekapan yang dilakukan oleh anggota Jama’ah Tabligh di kota Padang. Dengan ini semakin meyakinkan betapa bahayanya firqah yang satu ini. Semoga Allah melindungi kita dari makar Jama’ah Tabligh, baik amirnya maupun anggotanya.</p>
<p>Dan kami harapkan pihak keamanan menindak tegas orang-orang yang melakukan kekerasan di negeri kaum muslimin Indonesia.</p>
<p>Allahu a’lam.</p>
<p>Penyusun: Abu Aslam bin Syahmir</p>
<p>Keterangan:</p>
<ol>
<li>As-Sirajul Munir halaman 15. Silahkan lihat buku “Jama’ah-Jama’ah Islam (2) Ditimbang Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah” karya Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali, halaman 337-338.</li>
<li>Lihat buku “Jama’ah-Jama’ah Islam (2) Ditimbang Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah” halaman 338.</li>
<li>Yaitu kitab “al-Jama’at al-Islamiyyah Fii Dhau-il Kitaab was Sunnah bi Fahmi Salaful Ummah”, Edisi Bahasa Indonesia: “Jama’ah-Jama’ah Islam Ditimbang Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah”.</li>
<li>Lihat buku “Jama’ah-Jama’ah Islam (2) Ditimbang Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah” halaman 339.</li>
<li>Anggota Jama’ah Tabligh ini menganggap orang yang tidak ikut Jama’ah Tabligh adalah murtad (keluar dari Islam). Sungguh anggapan yang sangat mungkar.</li>
<li>Lihat buku “Jama’ah-Jama’ah Islam (2) Ditimbang Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah” halaman 339.</li>
<li>Lihat buku “Mulia dengan Manhaj Salaf” karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir, halaman 530.</li>
</ol>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/firqah/'>FIRQAH</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/719/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=719&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2012/02/16/beginilah-jamaah-tabligh-memuliakan-kaum-muslimin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2012/02/tabligh.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">tabligh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Instructions of our Prophet Muhammad</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2012/02/14/the-instructions-of-our-prophet-muhammad/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2012/02/14/the-instructions-of-our-prophet-muhammad/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 01:24:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[AQIDAH]]></category>
		<category><![CDATA[alaihi wa sallam]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[alqur'an]]></category>
		<category><![CDATA[god]]></category>
		<category><![CDATA[knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[noble friends]]></category>
		<category><![CDATA[noble morality]]></category>
		<category><![CDATA[social interaction]]></category>
		<category><![CDATA[syariat]]></category>
		<category><![CDATA[The Instructions of our Prophet Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[useful science]]></category>
		<category><![CDATA[valid proofs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=704</guid>
		<description><![CDATA[Praise be to Allah who sent His messenger accompanied with guidelines, knowledge and believe, and strengthen him with valid proofs and real information. He make His messenger as the guideline and blessing for the universe. We believe in Allah, The One and Only God who deserve to be worshipped, The King, The Most True and [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=704&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2012/02/masjid-nabawi-dalam2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-707" title="masjid-nabawi-dalam2" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2012/02/masjid-nabawi-dalam2.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Praise be to Allah who sent His messenger accompanied with guidelines, knowledge and believe, and strengthen him with valid proofs and real information. He make His messenger as the guideline and blessing for the universe.</p>
<p>We believe in Allah, The One and Only God who deserve to be worshipped, The King, The Most True and Real. We believe that Muhammad is His servant and messenger, the leader of the devouted people and the noblest messenger. Dear Allah, may Your bless be to Muhammad as well as his family and his noble friends.</p>
<p>Amma ba’ad. Alas human kind, be<span id="more-704"></span> Taqwa to Allah by knowing what is right and follow it, by knowing what is wrong then try to avoid it. Allah have sent Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam as the blessing for the universe and the guideline for the devouted people.</p>
<p>Allah have sent him (Muhammad), bringing useful science, the true arguments and worthwhile guide. It makes us know our foolish and Muhammad gives guideline from great loss. There is nothing left for the basic of religion which hasn’t been explained. Also, nothing is left by Muhammad which he hasn’t built the foundation and the pillar of science.</p>
<p>Science which is shahih is science which is built up on the theorem, a useful knowledge and science is brought by Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. His Syariat is perfect, it include all previous syariat and at complete them. His Sunnah explains the problem of religion and the world and explains it. His syariat is used to reach justice and kindliness for those who are tawakal.</p>
<p>Allah Ta’ala said, <strong>“…But who, for a people whose faith is assured, can give better judgment than Allah?”</strong> (Al-Ma’idah [5]: 50).</p>
<p>His laws for the problem of religios service and mu’amalah (social interaction) are the best laws. He condemns every goodthing is useful and lawful, and every bad thing is dangerous and illicit. His science and syariat load all worthwhile charitable and knowledge and shahih, and brings every thing which common sense and fitrah. There haven’t been and there will never be science which shahih deny what has been brought by Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Even all the sciences witness his truth and his sincerity. All of the sciences confess the perfection and his seniority.</p>
<p>Hence the entire mind look for the hidayah and role model with his utterance and his attitude, confessing their requirement to him in every condition. He is the most glorious human being in the case of his suavity and patience, he is the one who is the most forgiveful, he gathers the most mustering kindliness, makruf and donation.</p>
<p>He mustering his generousity, kindliness with his science, charitable, deed and expectation. He is also giving guide line to human being to the truth in every circumstance. And with that he fulfills people’s hearth with the blessing, kindliness and ihsan. He sends the them to the bliss and victory, either through stealthty and also outspokenly. He never leaves one single kindliness without giving them explanation. Also he never leaves one single badness without warning them.</p>
<p>Our prophet Muhammad has shown them the noble morality, and has warned them to be aware of the hateful things. Our prophet recommends them so that they have careful view for anything syubhat, and use the perfect mind when their desire of lust runs hight. He has shown what is bravery in every thing even if they have to remove all troubles, and likes giving something even only for a few of palm fruits.</p>
<p>(Retype from book “Mahir Khotbah 3 Bahasa, writer: Allamah al-Qushaim, Preface: Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di).</p>
<p>Retype by Abu Aslam bin Syahmir</p>
<p>(<strong>article of</strong> <strong>-muslimsumbar.wordpress.com-</strong>)</p>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/aqidah/'>AQIDAH</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/704/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/704/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/704/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=704&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2012/02/14/the-instructions-of-our-prophet-muhammad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2012/02/masjid-nabawi-dalam2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">masjid-nabawi-dalam2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BERCANDA DENGAN AHLI TAFSIR</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2012/02/02/bercanda-dengan-ahli-tafsir/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2012/02/02/bercanda-dengan-ahli-tafsir/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 01:37:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKHLAQ]]></category>
		<category><![CDATA[abdurrahman]]></category>
		<category><![CDATA[abdurrahman sa'di]]></category>
		<category><![CDATA[ahli tafsir]]></category>
		<category><![CDATA[al badr]]></category>
		<category><![CDATA[BERCANDA DENGAN AHLI TAFSIR]]></category>
		<category><![CDATA[bercanda dengan ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Dari Madinah Hingga Ke Radio Rodja]]></category>
		<category><![CDATA[karya tulis]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad bin]]></category>
		<category><![CDATA[radio rodja]]></category>
		<category><![CDATA[safar]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh abdurrahman bin nasir as-sa'di]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh abdurrazzaq]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh utsaimin]]></category>
		<category><![CDATA[taisir karimirrahman]]></category>
		<category><![CDATA[ustadz firanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=688</guid>
		<description><![CDATA[Siapakah ahli tafsir yang dimaksud? Beliau adalah Syaikh Abdurrahman bin Nasir as-Sa’di. Syaikh Abdurrahman bin Nasir as-Sa’di adalah guru dari Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahumallah. Berikut akan kami bawakan kisah candaan yang melibatkan Syaikh Abdurrahman bin Nasir as-Sa’di. Kisah ini diceritakan oleh Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr rahimahullah. Syaikh Abdurrazzaq banyak mengetahui cerita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=688&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_693" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2012/02/g1.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-693" title="pemandangan" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2012/02/g1.jpg?w=150&#038;h=104" alt="pemandangan" width="150" height="104" /></a><p class="wp-caption-text">pemandangan</p></div>
<p>Siapakah ahli tafsir yang dimaksud? Beliau adalah Syaikh Abdurrahman bin Nasir as-Sa’di. Syaikh Abdurrahman bin Nasir as-Sa’di adalah guru dari Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahumallah.</p>
<p>Berikut akan kami bawakan kisah candaan yang melibatkan Syaikh Abdurrahman bin Nasir as-Sa’di. Kisah ini diceritakan oleh Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr rahimahullah. Syaikh Abdurrazzaq banyak mengetahui cerita tentang Syaikh as-Sa’di karena tesis beliau tatkala di S2 berkenaan dengan karya-karya tulis Syaikh as-Sa’di<strong><sup>1</sup></strong>.</p>
<p>Berikut ini kisahnya:</p>
<p>Suatu saat, istri Syaikh as-Sa’di pulang dari safar setelah beberapa lama berpisah dari Syaikh as-Sa’di karena safar tersebut. Syaikh as-Sa’di terbiasa menggunakan jam beker untuk membantu beliau bangun shalat malam. Namun,<span id="more-688"></span> malam hari di mana istri beliau pulang dari safar itu, rupanya ada seorang anak kecil di antara keluarga Syaikh yang memainkan jam beker tersebut. Walhasil, keesokan harinya saat shalat Shubuh, Syaikh as-Sa’di tidak nampak di masjid. Padahal beliau adalah imam masjid.</p>
<p>Siangnya, Syaikh as-Sa’di mengimami shalat Zhuhur. Selepas shalat, beliau memberi wejangan kepada para jama’ah masjid. Setelah selesai, tiba-tiba ada seorang hadirin yang bertanya, “Ya Syaikh, mengapa Syaikh tidak terlihat saat shalat Shubuh? Apakah karena istri Syaikh baru pulang dari safar?<strong><sup>2</sup></strong>”</p>
<p>Mendengar celetukan orang tersebut, para hadirin tertawa. Kemudian, Syaikh pun tersenyum, lantas beliau memanggil orang tadi kemudian merogoh sakunya dan mengeluarkan sejumlah uang, lantas diberikan kepada orang itu, seraya berkata, “Ini hadiah buat engkau karena hari ini engkau memasukkan rasa gembira dalam hati para jama’ah.”</p>
<p>Mendengar perkataan Syaikh, para jama’ah kembali tertawa.</p>
<p>(Silahkan lihat buku “Dari Madinah Hingga Ke Radio Rodja” karya Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda, halaman 80-81).</p>
<p>Faedah:</p>
<p>Rasulullah bersabda: “Orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.<strong> Dan amalan yang paling dicintai Allah adalah memberikan rasa gembira pada hati seorang muslim, </strong>atau mengangkat kesulitan yang dihadapinya, atau membayarkan hutangnya, atau menghilangkan rasa laparnya<strong><sup>3</sup></strong>.”<strong> </strong></p>
<p>Penyusun: Abu Aslam bin Syahmir</p>
<p>Keterangan:</p>
<ol>
<li>Sebagaimana termaktub dalam buku “Dari Madinah Hingga Ke Radio Rodja” karya Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda, halaman 80.</li>
<li>Maksudnya adalah ketika sepasang suami istri telah lama berpisah maka akan timbul kerinduan. Sehingga ketika bertemu timbullah kebahagiaan dan terjadilah apa yang selayaknya terjadi bagi sepasang suami istri.</li>
<li>Dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam ash-Shahihah no. 906. Silahkan lihat buku “Dari Madinah Hingga Ke Radio Rodja” karya Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda, halaman 78.</li>
</ol>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/akhlaq/'>AKHLAQ</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/688/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=688&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2012/02/02/bercanda-dengan-ahli-tafsir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2012/02/g1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">pemandangan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NASEHAT AHLI HADITS KEPADA KAUM MUSLIMIN</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2012/01/31/nasehat-ahli-hadits-kepada-kaum-muslimin/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2012/01/31/nasehat-ahli-hadits-kepada-kaum-muslimin/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 11:08:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKHLAQ]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak islam]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak mulia]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak yang mulia]]></category>
		<category><![CDATA[akidah dan akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[alaihi wa sallam]]></category>
		<category><![CDATA[Dari Madinah Hingga Ke Radio Rodja]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat ahli hadits]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat syaikh al-albani]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat syaikh albani]]></category>
		<category><![CDATA[pola pikir]]></category>
		<category><![CDATA[sabda nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Silsilah Nuur ‘ala ad-Darb]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah nabi]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh al-albani]]></category>
		<category><![CDATA[ustadz firanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=679</guid>
		<description><![CDATA[Siapakah ahli hadits yang dimaksud? Beliau adalah Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani Rahimahullah. Beliau berkata: Tauhid ini telah kita pelajari, telah kita fahami dengan baik, serta telah kita realisasikan dalam akidah kita. Akan tetapi kesedihan telah memenuhi hatiku…, aku merasa bahwasanya kita telah tertimpa penyakit gurur (terpedaya) dengan diri sendiri tatkala kita telah sampai pada akidah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=679&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_682" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2012/01/bunga.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-682" title="bunga" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2012/01/bunga.jpg?w=150&#038;h=99" alt="akhlak mulia" width="150" height="99" /></a><p class="wp-caption-text">akhlak mulia</p></div>
<p>Siapakah ahli hadits yang dimaksud? Beliau adalah Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani Rahimahullah. Beliau berkata:</p>
<p>Tauhid ini telah kita pelajari, telah kita fahami dengan baik, serta telah kita realisasikan dalam akidah kita. Akan tetapi kesedihan telah memenuhi hatiku…, aku merasa bahwasanya kita telah tertimpa penyakit gurur (terpedaya) dengan diri sendiri tatkala kita telah sampai pada akidah ini serta perkara-perkara yang merupakan konsekuensi dari akidah ini yang telah kita ketahui bersama seperti beramal dengan al-Kitab (al-Qur’an) dan as-Sunnah dan tidak berhukum kepada selain al-Kitab (al-Qur’an) dan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Kita telah melaksanakan hal ini yang merupakan kewajiban bagi setiap muslim -yaitu pemahaman yang benar terhadap tauhid dan beramal dengan al-Kitab dan as-Sunnah- yang berkaitan dengan fikih yang di mana kaum muslimin telah terpecah menjadi beragam madzhab dan<span id="more-679"></span> telah menempuh jalan yang berbeda-beda seiring dengan berjalannya waktu yang panjang selama bertahun-tahun.</p>
<p>Akan tetapi nampaknya -dan inilah yang telah aku ulang-ulang dalam banyak pengajian- bahwasanya dunia Islam ini -dan termasuk di dalamnya adalah para salafiyin sendiri- telah lalai dari sisi-sisi yang sangat penting dari ajaran Islam yang telah kita jadikan sebagai pola pikir kita secara umum dan mencakup seluruh sisi kehidupan. Di antara sisi penting tersebut adalah akhlak yang mulia dan istiqamah dalam menempuh jalan.</p>
<p>Banyak dari kita yang tidak perduli dengan sisi ini -yaitu memperbaiki akhlak dan memperindah budi pekerti- padahal kita semua membaca dalam kitab-kitab sunnah yang shahih sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: <strong>“Sesungguhnya seseorang dengan akhlaknya yang mulia mencapai derajat orang yang begadang (karena shalat malam) dan orang yang kehausan di siang yang panas (karena puasa)</strong><strong><sup>1</sup></strong><strong>.”</strong></p>
<p>Kita juga membaca dalam al-Qur’an al-Karim bahwasanya bukanlah termasuk akhlak Islam adanya perselisihan di antara kaum muslimin -dan secara khusus adalah kita yaitu di antara para salafiyin- hanya karena perkara-perkara yang semestinya tidak sampai menimbulkan perselisihan dan pertikaian. Kita membaca firman Allah tentang hal ini: <strong>“Dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah.” (QS. Al-Anfaal: 46).</strong></p>
<p>(Diterjemahkan dari Silsilah Nuur ‘ala ad-Darb, kaset no 23)<strong><sup>2</sup></strong>.</p>
<p>Faedah:</p>
<ul>
<li>Perhatian Syariat Islam terhadap akhlak yang mulia.</li>
<li>Perhatian dan kerisauan Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani terhadap umat Islam.</li>
<li>Perhatian Syaikh al-Albani terhadap akidah dan akhlak Islam.</li>
<li>Besarnya keutamaan akhlak yang mulia.</li>
<li>Syariat Islam memerintahkan kaum muslimin bersatu dan melarang dari pertikaian, perselisihan dan berpecah belah.</li>
</ul>
<p><strong>Penyusun: </strong>Abu Aslam bin Syahmir al-Minangkabawi</p>
<p>Keterangan:</p>
<ol>
<li>As-Silsilah Ash-Shahihah no. 794. Silahkan lihat buku “Dari Madinah Hingga Ke Radio Rodja” karya Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda, halaman 214.</li>
<li>Silahkan lihat buku “Dari Madinah Hingga Ke Radio Rodja” karya Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda, halaman 213-215.</li>
</ol>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/akhlaq/'>AKHLAQ</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/679/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/679/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/679/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/679/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/679/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/679/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/679/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/679/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/679/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/679/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/679/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/679/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/679/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/679/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=679&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2012/01/31/nasehat-ahli-hadits-kepada-kaum-muslimin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2012/01/bunga.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">bunga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ANGGOTA JAMA’AH TABLIGH MENYEKAP USTADZ KOTA PADANG</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2012/01/22/anggota-jamaah-tabligh-menyekap-ustadz-kota-padang/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2012/01/22/anggota-jamaah-tabligh-menyekap-ustadz-kota-padang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 09:56:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[FIRQAH]]></category>
		<category><![CDATA[jama'ah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[jamaah tabligh sesat]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan jama'ah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[kesesatan jama'ah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[masalah agama]]></category>
		<category><![CDATA[salafi]]></category>
		<category><![CDATA[sekte jama'ah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[tabligh sesat]]></category>
		<category><![CDATA[UNP]]></category>
		<category><![CDATA[ustadz ali musri]]></category>
		<category><![CDATA[ustadz zul asri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=663</guid>
		<description><![CDATA[Memang beginilah pelaku bid’ah, melakukan kekerasan dalam menyebarkan bid’ahnya dan menentang kebenaran. Jama’ah tabligh adalah firqah yang berada dalam shaf terdepan dalam menolak kebenaran. Juga berada pada shaf terdepan dalam kebodohan dalam masalah agama. Maka kita akan melihat kebodohan meliputi mereka, baik dalam masalah aqidah, ibadah, mu’amalah dan lainnya. Mereka pun beribadah tidak berlandaskan kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=663&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_666" class="wp-caption alignleft" style="width: 143px"><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2012/01/khuruj-ilyas.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-666" title="khuruj ilyas" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2012/01/khuruj-ilyas.jpg?w=133&#038;h=150" alt="kesesatan jama'ah tabligh" width="133" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">sekte tabligh</p></div>
<p>Memang beginilah pelaku bid’ah, melakukan kekerasan dalam menyebarkan bid’ahnya dan menentang kebenaran. Jama’ah tabligh adalah firqah yang berada dalam shaf terdepan dalam menolak kebenaran. Juga berada pada shaf terdepan dalam kebodohan dalam masalah agama. Maka kita akan melihat kebodohan meliputi mereka, baik dalam masalah aqidah, ibadah, mu’amalah dan lainnya. Mereka pun beribadah tidak berlandaskan kepada dalil.</p>
<p>Sebagian jama’ah tabligh (kalau tidak mau dikatakan sebagian besarnya) memang identik dengan kekerasan. Di antara anggotanya pernah melakukan pemukulan. Sebut saja pemukulan yang dilakukan jama’ah tabligh di daerah dekat UNP (Universitas Negeri Padang). Jama’ah Tabligh juga pernah memukul Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra (Alumnus Universitas Islam Madinah), hal ini pernah diceritakan oleh Ustadz Ali Musri di dalam ceramahnya. Bahkan seorang jama’ah tabligh di daerah Pariaman mengatakan kepada kami (penulis/penyusun) bahwa<span id="more-663"></span> “jika seorang salafi<strong><sup>1</sup></strong> (ahlussunnah) menanyakan dalil, maka inilah jawabannya (sambil dia mengepalkan pukulannya)”.</p>
<p>Kekerasan ini wajar terjadi karena sebagian anggota jama’ah tabligh adalah berlatar belakang preman dan belum hilang sifat premannya yang identik dengan kekerasan.</p>
<p>Semoga Allah memberikan kekuatan kepada pihak keamanan agar bisa membendung kekerasan yang dilakukan anggota jama’ah tabligh dan orang-orang yang sepemikiran dengan mereka dalam kekerasan, termasuk di dalamnya barisan teroris yang membuat makar di negara kaum muslimin, yaitu Indonesia.</p>
<p>Ketahuilah, agama Islam tidaklah mengajarkan kekerasan. Allah dan Rasul-Nya tidak memerintahkan seorang muslim untuk berbuat kekerasan.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p><strong>فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ</strong></p>
<p><strong>“Maka dengan sebab rahmat Allah-lah engkau berlemah-lembut terhadap mereka, dan sekiranya engkau bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imran: 159).</strong></p>
<p>Rasulullah bersabda:</p>
<p><strong>مَنْ يُحْرَمْ الرِّفْقَ يُحْرَمْ الْخَيْرَ</strong></p>
<p><strong>“Siapa saja yang diharamkan (mempunyai) sifat lemah lembut berarti ia telah diharamkan dari kebaikan”<sup>2</sup></strong></p>
<p>Kami akan menyebutkan peristiwa penyekapan yang dilakukan oleh anggota jama’ah tabligh, yang akan diceritakan sendiri oleh korban penyekapan, yaitu Ustadz yang kami muliakan, Ustadz Abu Fadhil Zul Asri Rusli (semoga Allah menjaganya dari makar jama’ah tabligh). Beliau menceritakan kisahnya dalam tulisan yang berjudul: “DURI KECIL DARI SEKIAN DURI DI MEDAN DA’WAH”<strong><sup>3</sup></strong></p>
<p>Berikut adalah kisah lengkapnya:</p>
<p><strong>DURI KECIL DARI SEKIAN DURI DI MEDAN DA’WAH</strong></p>
<p><strong>Oleh: Ustadz Abu Fadhil Zul Asri Rusli</strong></p>
<p>Alhamdulillah, segala puji hanyalah milik Allah Ta’aala, semoga Shalawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Rasulullaah- shallallaahu ‘alaihi wa sallam-, keluarga Beliau, Para Shahabat Beliau dan siapa saja yang mengikuti Beliau dengan baik hingga akhir zaman. Amma ba’du:</p>
<p>Setiap Jum’at kedua genap adalah jadwal khutbah ana di Masjid Al-Hijrah Jundul Rawang Kec. Padang Selatan Kota Padang, Sumatera Barat. Tema khotbah  adalah :</p>
<p>“<strong>المؤمن القوي خير وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف و في كل خير</strong><strong>”</strong><strong> </strong> (Seorang Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah, namun pada masing ada kebaikan).</p>
<p>Setelah memuji Allah dan bershalawat kepada Ralulullah, ana bacakan sebuah hadits dari Rasulullah-shallallaahu ‘alaihi wa sallam :</p>
<p><strong>المؤمن القوي خير وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف و في كل خير، احرص على ما ينفعك و استعن بالله ولا تعجز، و إن أصابك شيء فلا تقل : لو أني فعلت كان كذا و كذا ، ولكن قل: قدر الله و ما شاء فعل، فإن لو تفتح عمل الشيطان. (رواه مسلم 2664/34</strong><strong></strong></p>
<p>Bersabda Rasulullah –shallallaahu ‘alaihi wa sallam: “seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai oleh Allah daripada seorang mukmin yang lemah, dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah dalam sesuatu yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, maka katakanlah : “ini telah ditakdirkan oleh Allah, dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki”. Dan janganlah engkau berkata: “seandainya aku berbuat demikian tentu aku tidaklah jadi begini dan begitu, karena kata “seandainya” membuka pintu perbuatan syaithan” ( Hadits Riwayat Muslim, no.2664/34)<strong><sup>4</sup></strong>.</p>
<p>Ana uraikan hadits ini, diantaranya, hendaklah seorang muslim kuat dalam segala hal, fisik, ekonomi dan lebih penting lagi dari itu adalah lebih kuat iman, aqidah dan tauhidnya. Jangan bermalas-malas sepeti tidur terlalu malam dan nanti bangunnya tengah hari. Tidur pagi hari sangat tidak disukai, karena menurut perkataan dokter siapa yang tidur pagi hari ia akan kehilangan kesempatan menghirup oksigen segar di pagi hari itu. Dst….</p>
<p>Ana pun jadi Imam sholat Jum’at, selesai salam ana menghadap ke jama’ah dan ana melihat seorang pada shaf awal berjubah putih, sorban putih dan berjenggot panjang membelalakkan matanya ke pada ana<strong><sup>5</sup></strong>. Tapi ana tak berfikir apa- apa, karena orang ini ada beberapa kali Sholat Jum’at di masjid tersebut. Berarti dia adalah jamaah masjid.</p>
<p>Namun, ketika ana mau pulang kira-kira 200 meter dari masjid, persisnya ditikungan, ana melihat dua orang duduk di pos ronda/warung dan ia langsung memanggil ana: “ustadz…! Sambil berlari kearah kendaraan ana. Ana menghentikan kendaraan karena tidak ada sama sekali curiga. Tapi, tiba-tiba ia langsung marah dengan mengatakan: “ saya mau tanya, kenapa khotbah tadi menghibah kaum muslimin???, ia terus memegang leher baju ana dan menarik ana keluar dari mobil, dan ana biarkan saja mobil berhenti di tengan jalan. Ia selalu memaki dan mendekap ana,ana berusaha untuk melepaskan diri, sementara kendaraan lain lalu lalang dan Qaddarallaahu, ana memang sedang diuji, tidak ada seorang pun yang menolong. Ketika ana berhasil lepas dari dekapannya, ana katakan kalau ini masalah khotbah, ayuk kita selesaikan di masjid. Tapi dia tidak mau, di sini saja katanya sambil ia berusaha lagi mendekap ana dan ia berhasil. Maklum ana ada sedikit gejala maag, ketika sedang sholat Jum’at ana merakan perih di dalam perut dan ana jadi agak lemah. Dalam kondisi seperti itu dia berusaha mendekap dan menyeret ana ke semak dan disaksikan oleh banyak ibuk-ibuk yang tak kuasa berbuat apa-apa.  Ana diseret kesana kemari, ditarik mau disandarkan ketembok, ana berusaha melawan, ana  melihat dia memasukkan tangannya ke dalam saku jubah putihnya. Ana sangat khawatir kalau-kalau dia mengambil benda tajam. Ia tidak puas, ia seret ana ke belakang rumah ke dekat sumur, ana pun sangat khawatir kalau-kalau ia membuang ana ke dalam sumur. Ana yakin Allah akan memberi pertolongan, akhirnya ana katakan: “ kamu kan dengan kostum ini menggambarkan seorang juru da’wah dan ulama besar, tidak baik kalau kamu menghajar saya di sini, nanti dilihat oleh orang banyak, bawalah saya ke dalam rumah ini, disana kita selesaikan, terserah saya mau diapakan”. Ia mengaku bahwa itu adalah rumahnya, ana agak yakin juga karena tuan rumah, seorang ibu dan anak lelakinya yang kira-kira berumur 20 tahun, hanya menonton, tidak bisa berbuat apa-apa. Namun anggapan ana itu berubah ketika ibu itu menyuguhkan dua gelas air sambil berkata: “pak minum dulu”. Ana memang dalam keadaan yang sangat letih dan dibasahi keringat. Ia tidak henti-hentinya mencerca ana, sesekali ia berkata sambil memegang tangan ana dan memelototkan mata: “ saya sudah dua kali masuk penjara, jangan masuk lagi saya gara-gara ini…!!!”. Kemudia ana katakan salah anda sendiri kenapa anda menyekap saya dirumah ini. Ana tetap memberikan perlawanan dengan kata-kata: Bapak dengan tampilan seperti ulama besar ini, tapi sangat beringas, bagaimana bapak menda’wahkan Islam dengan cara seperti ini???” dia jawab: “ saya mantan preman”. Ana katakan bapak masih preman dan belum berubah, lihat ini besarnya tato di tangan bapak sambil ana pegang tatonya itu.</p>
<p>Pada menit ke 35 datanglah seorang Bapak-bapak dengan diiringi oleh beberapa ibuk-ibuk, mereka masuk kedalam rumah. Seorang Bapak tadi langsung memarahi  si jamaah preman tadi, dan ia mulai melunak dan mengatakan saya berteman dengan polisi. Kontan saja bapak tadi menjawab, saya juga seorang polisi di Mapolda Sumbar. Akhirnya ana pun spontan mengatakan saya adalah seorang ustadz di Mapolda Sumbar…!. Ia kata bapak itu, saya tahu. Ana katakan maaf pak saya tidak mengenal Bapak, kan waktu kajian polisi itu banyak, saya tidak bisa mengenal satu per satu.</p>
<p>Kemudian ana dibawa keluar oleh Bapak tadi, dan diikuti oleh jamaah preman tadi. Sebetulnya mereka dua orang, yang satu mengeksekusi ana dan yang satu lagi mengawal dan ikut juga membentak ana. Si jamaah preman tadi tiba-tiba saja memeluk ana dan minta maaf, tapi sudah terlambat, orang sudah ramai. Dan ana katakan kalau berita ini sampai ke pengurus dan jamah masjid, saya tidak tanggungjawab…!</p>
<p>Ana pun pulang dalam keadaan lemah dan menggigil dikawal dari belakang oleh Bapak tadi. Beliau mengantarkan ana ke jalan besar dan melepas ana sambil berkata nanti kalu ada apa-apa hubungi saya. Ana lihat jam ternyata sudah menunjukkan pukul 14.00 WIB. Berarti ana disekap selama 40 menit lebih kurang, karena ketika ana pulang dari masjid waktu masih menunjukkan pukul 13.15 WIB.</p>
<p>Ana pulang, dan ketika tiba di rumah ana tidak bilang apa-apa sama isteri, namun ana buka baju ana yang telah copot kancing lehernya, terus ana sembunyikan karena suatu waktu nanti, akan berguna.</p>
<p>Baru beberapa menit HP ana berdering, ternyata dari seorang pengurus yayasan, beliau dapat berita bahwa ana tadi disekap. Setelah itu datang lagi telpon bertubi-tubi dari masyarakat sekitar, meminta ana untuk segera lapor ke pihak berwajib, nanti kami siap jadi saksi. Karena perbuatannya sangat mengerikan dan bisa mengancam ustadz yang lain. Ketika menerima telpon ana keluar rumah supaya tidak didengar oleh isteri. Karena akhir-akhir ini dia mengetahui ana banyak dapat terror melalui sms. Dan ia sangat mengkhawatirkan ana ketika ana suka pergi sendirian mengisi kajian keluar kota dan pulang lewat tengah malam.</p>
<p>Ana ganti baju dan ana pergi ke luar rumah, menuju rumah adek dan di sana ana kasih tahu apa yang terjadi pada diri ana. Dan sebelumnya ana menelpon seorang kawan di Mapolda Sumbar, ia juga menyarankan ana segera melapor. Katanya kejadian ini tidak bisa didiamkan. Telepon pun berdatangan dari banyak jamaah yang sama-sama mendesak ana melapor ke pihak berwajib.</p>
<p>Akhirnya ana pun pergi ke Polsek Padang Selatan yang kebetulan sangat dekat dengan markas jamaah ini. Ana dimintai keterangan selama dua jam dan ana menandatangani 10 halaman surat yang dibuat oleh pihak kepolisian. Kemudian ana tanya bagaimana kelanjutannya, ia menjawab segera akan kita turunkan tim kita ke TKP, Bapak boleh pulang katanya sampil memberi ana selembar surat bukti pengaduan.</p>
<p>Pagi ini Sabtu, 10 Desember 2011  jam 09.54 WIB ana ditelpon oleh polisi memberitahukan bahwa tersangka telah ada di kantor polisi. Bapak kalau mau datang, silakan katanya. Tapi ana jawab: “saya tidak bisa datang karena sangat letih disebabkan peristiwa kemaren, dan suara saya telah habis, karena kemaren ketika disemak-semak saya bertakbir. Iyalah pak kanya kalau begitu…! Sahut polisi tadi.</p>
<p>Walhasil, kita serahkan saja  kepada Allah permasalahan ini. Kita hanya bisa mengambil hikmah yang besar dan memang selalu hati-hati karena musuh da’wah ada disekitar kita.</p>
<p>Walhamdulillaahi Rabbil ‘aalamiin.</p>
<p>Sekian.</p>
<p><strong>(Sampai di sini tulisan Ustadz Abu Fadhil Zul Asri Rusli).</strong></p>
<p>Demikianlah kisah yang telah disampaikan oleh Ustadz Abu Fadhil Zul Asri Rusli. Semoga kaum muslimin mengambil pelajaran bahwa betapa berbahayanya firqah jama’ah tabligh. Hendaklah pengurus masjid <strong>JANGAN</strong> begitu mudah memberikan izin kepada jama’ah tabligh untuk berdakwah di masjid, karena mereka bisa mempengaruhi masyarakat dengan kekeliruan mereka. Dan sebagian mereka juga tidak segan-segan melakukan kekerasan kepada orang-orang yang berseberangan pendapat dengan mereka.</p>
<p>Akhir kata, semoga Allah memberikan hidayah kepada jama’ah tabligh kepada jalan yang benar, yang berdasarkan al-Qur’an dan Sunnah. Semoga Allah melindungi kita dari makar orang yang berbuat jahat.</p>
<p>Wallahu a’lam.</p>
<p><strong>Penyusun: </strong>Abu Aslam bin Syahmir Marbawi</p>
<p>Keterangan:</p>
<p><strong>1. </strong>Salafi adalah sebutan untuk orang-orang yang berpegang teguh kepada al-Qur’an dan Sunnah, serta meneladani Sahabat Rasulullah dalam pemahaman agama. Salafi adalah nama lain dari Ahlus Sunnah wal Jama’ah.</p>
<p><strong>2. </strong>Lihat “Shahih Muslim”, hadits no. 2592. Lihat juga buku “Lembutnya Dakwah Ahlus Sunnah” karya Syaikh Abdul Muhsin al-‘Abbad, halaman 57-58.</p>
<p><strong>3. </strong>Kami sedikit melakukan editan dalam tulisan Ustadz Zul Asri yang dianggap perlu dan menambah catatan kaki, namun tidak merubah maksud tulisan beliau.</p>
<p><strong>4. </strong>Silahkan lihat kitab “Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadish Shalihin” karya Syaikh Salim bin Ied al-Hilali halaman 182, hadits  ke-6 dari Bab al-Mujahadah. Atau silahkan lihat edisi terjemahan Bahasa Indonesianya.</p>
<p><strong>5. </strong>Ustadz Zul Asri bukan bermaksud mencela jubah, serban dan jenggot. Karena beliau sendiri memelihara jenggot, karena mengamalkan perintah Rasulullah. Siapa yang meperolok-olok jenggot maka terancam batal keislamannya.</p>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/firqah/'>FIRQAH</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/663/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=663&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2012/01/22/anggota-jamaah-tabligh-menyekap-ustadz-kota-padang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2012/01/khuruj-ilyas.jpg?w=133" medium="image">
			<media:title type="html">khuruj ilyas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ZINA MENGEPUNG KITA, BERTAKWALAH KEPADA ALLAH!</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2012/01/22/zina-bebas-mengepung-kita-bertakwalah-kepada-allah/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2012/01/22/zina-bebas-mengepung-kita-bertakwalah-kepada-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 06:19:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[maksiat]]></category>
		<category><![CDATA[amar ma’ruf nahi mungkar]]></category>
		<category><![CDATA[arisan seks]]></category>
		<category><![CDATA[artis]]></category>
		<category><![CDATA[bartender]]></category>
		<category><![CDATA[bing]]></category>
		<category><![CDATA[browser]]></category>
		<category><![CDATA[browsing]]></category>
		<category><![CDATA[caddy]]></category>
		<category><![CDATA[conter girl]]></category>
		<category><![CDATA[dai gaul]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi seks]]></category>
		<category><![CDATA[esek esek]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[fb]]></category>
		<category><![CDATA[fotomodel]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya hidup]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[hadits arba'in]]></category>
		<category><![CDATA[hamil di luar nikah]]></category>
		<category><![CDATA[hedonisme]]></category>
		<category><![CDATA[hostes]]></category>
		<category><![CDATA[hotel short time]]></category>
		<category><![CDATA[HP]]></category>
		<category><![CDATA[incest (hubungan seks sedarah)]]></category>
		<category><![CDATA[Industri sex]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[kapster]]></category>
		<category><![CDATA[karaoke plus plus]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas maho]]></category>
		<category><![CDATA[lokalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[losmen esek-esek]]></category>
		<category><![CDATA[majalah]]></category>
		<category><![CDATA[majalah asy syariah]]></category>
		<category><![CDATA[manusia homo]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi GAYa NUSANTARA]]></category>
		<category><![CDATA[panti pijat]]></category>
		<category><![CDATA[panti pijat plus]]></category>
		<category><![CDATA[peragawati]]></category>
		<category><![CDATA[permintaan dan penawaran]]></category>
		<category><![CDATA[pesta seks]]></category>
		<category><![CDATA[pria hidung belang]]></category>
		<category><![CDATA[private party]]></category>
		<category><![CDATA[sales marketing]]></category>
		<category><![CDATA[salon plus plus]]></category>
		<category><![CDATA[sauna plus]]></category>
		<category><![CDATA[scoregirl]]></category>
		<category><![CDATA[sekretaris]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[seks bebas]]></category>
		<category><![CDATA[seks komersial]]></category>
		<category><![CDATA[seksual]]></category>
		<category><![CDATA[sex]]></category>
		<category><![CDATA[sex bebas]]></category>
		<category><![CDATA[sex just for fun]]></category>
		<category><![CDATA[sex komersial]]></category>
		<category><![CDATA[sexual]]></category>
		<category><![CDATA[SPG]]></category>
		<category><![CDATA[TV]]></category>
		<category><![CDATA[twit]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<category><![CDATA[ustadz-ustadz cinta]]></category>
		<category><![CDATA[video mesum]]></category>
		<category><![CDATA[waitress restoran]]></category>
		<category><![CDATA[wanita jalang]]></category>
		<category><![CDATA[wanita jalang pemburu uang]]></category>
		<category><![CDATA[warung remang-remang]]></category>
		<category><![CDATA[yahoo]]></category>
		<category><![CDATA[you tube]]></category>
		<category><![CDATA[zina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=655</guid>
		<description><![CDATA[Menjamurnya lokalisasi, warung remang-remang, hotel “short time” atau losmen “esek-esek”, salon plus plus, panti pijat plus, sauna plus, karaoke plus plus, atau diskotek dengan layanan khusus/VIP, setidaknya bisa dijadikan cermin perilaku (seks) masyarakat kita. Layaknya hukum dagang yang mengacu pada permintaan dan penawaran, demikian juga yang terjadi dalam layanan plus-plus. Tingginya jumlah pria hidung belang, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=655&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_659" class="wp-caption alignleft" style="width: 155px"><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2012/01/sumber-tobatmaksiat.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-659" title="sumber-tobatmaksiat" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2012/01/sumber-tobatmaksiat.jpg?w=145&#038;h=150" alt="stop zina" width="145" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">stop zina</p></div>
<p>Menjamurnya lokalisasi, warung remang-remang, hotel “short time” atau losmen “esek-esek”, salon plus plus, panti pijat plus, sauna plus, karaoke plus plus, atau diskotek dengan layanan khusus/VIP, setidaknya bisa dijadikan cermin perilaku (seks) masyarakat kita. Layaknya hukum dagang yang mengacu pada permintaan dan penawaran, demikian juga yang terjadi dalam layanan plus-plus. Tingginya jumlah pria hidung belang, maka menjamur pula wanita jalang pemburu uang.</p>
<p>“Industri” seks pun merambah berbagai profesi: kapster, SPG, conter girl, sales marketing, hostes, caddy, bartender, waitress restoran, scoregirl, sekretaris, fotomodel, peragawati, artis, mahasiswi hingga siswi SMU, siap menjadi gadis-gadis order, yang siap “dibawa” para “kumbang”.</p>
<p>Terjunnya mereka di dunia seks komersial umumnya dilatarbelakangi ekonomi, meski ada juga yang awalnya yang “terlanjur” karena pernah jadi korban “lelaki”. Bahkan, faktanya dalam hal melacurkan diri ini, kini bukan hanya persoalan perut, bukan soal “menafkahi” keluarga, namun<span id="more-655"></span> sudah perkara memenuhi gaya hidup. Hedonisme menjadikan mereka memburu kesenangan belaka. Asal bisa gonta ganti hp dan kendaraan, membeli busana bermerek dan aksesori mahal, mereka rela mengorbankan kehormatan diri atau menjadi simpanan bos-bos dan om-om.</p>
<p>Tuturan di atas baru sebatas “jual beli”. Yang melakukan seks atas dasar suka sama suka, sex just for fun, atau sekadar mencari kepuasan pribadi, tentunya lebih banyak. Remaja/wanita hamil di luar nikah ada di kanan kiri kita, perselingkuhan sudah sering kita dengar, video mesum juga sudah bukan berita heboh lagi. Masyarakat seakan sudah abai atau malah justru permisif. Jika dahulu orang tua seperti dicoreng aibnya ketika anak perempuannya hamil di luar nikah, sekarang banyak orang tua yang justru bersikap biasa saja, bahkan cuek.</p>
<p>Pacaran zaman sekarang juga jauh lebih “canggih”, karena remaja sekarang lebih paham tentang hal-hal yang terkait reproduksi, bahkan paham bagaimana menghindari cara dan waktu berhubungan seks yang berpotensi kehamilan.</p>
<p>Tak berhenti hingga di sini. Seks bebas juga berkembang menjadi perilaku seks menyimpang: pesta seks, arisan seks, private party, incest (hubungan seks sedarah), hingga homoseksual. Lebih ironis, komunitas “maho” (manusia homo) berkedok demokrasi seks malah melembaga di negeri ini, mewujud dalam organisasi GAYa NUSANTARA.</p>
<p>Padahal, yang namanya kasus-kasus menyimpang soal seks seperti fenomena gunung es; di permukaan saja sudah memiriskan hati, apalagi yang tidak tampak. Perkembangan teknologi (TV, internet, HP, dsb) yang mengekspos budaya mempertontonkan aurat menjadi sarana “ampuh” dalam menimbun hasrat seksual para remaja. Alih-alih disalurkan pada tempatnya (baca: menikah), yang terjadi, kejahatan seksual seperti pemerkosaan dan sodomi, malah merebak di mana-mana.</p>
<p>Sistem pendidikan yang menempatkan agama sebagai suplemen, menjadikan anak bangsa ini miskin ilmu dan iman. Hal ini juga didukung dengan lemahnya pengawasan orang tua dan minimnya amar ma’ruf nahi mungkar.</p>
<p>Ironi memang sedemikian bebasnya seks bebas di negeri yang mayoritas muslim ini. Bagi orang tua yang membiarkan putrinya bebas bergaul dengan laki-laki, bagi “ustadz-ustadz cinta” yang menghalalkan pacaran, bagi “dai-dai gaul” yang diam seribu bahasa dengan maraknya perzinaan di negeri ini, sadarlah, seks bebas mengepung kita!</p>
<p>(Silahkan lihat pengantar redaksi majalah Asy Syariah)<strong><sup>1</sup></strong>.</p>
<p>Komentar:</p>
<p>Hendaklah kita bertaqwa kepada Allah, kemudian membentengi diri dan keluarga kita dari perbuatan keji dan mungkar. Ya Allah jauhkanlah kami dan keluarga kami dari perbuatan keji dan mungkar, baik yang nampak maupun yang tersembunyi.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p><strong>وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا</strong></p>
<p><strong>“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji dan suatu jalan yg buruk.” (QS. Al-Isra’: 32)</strong><strong><sup>2</sup></strong><strong>.</strong></p>
<p>Ayat di atas menunjukkan bahwa kejinya perbuatan zina, dan Allah melarang dari sarana yang akan menjerumuskan kepada perzinaan.</p>
<p>Rasulullah bersabda: <strong>“Apabila perzinaan dan riba telah merajalela di suatu daerah, berarti mereka telah menghalalkan diri mereka mendapat adzab Allah.”</strong><strong><sup>3</sup></strong><strong></strong></p>
<p>Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p align="right"><strong>لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ (78) كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ (79)</strong></p>
<p><strong>“Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat melalui lisan (ucapan) Dawud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka tidak saling mencegah perbuatan mungkar yang selalu melampaui batas. Mereka tidak saling mencegah perbuatan mungkar yang selalu mereka perbuat. Sungguh, amat buruk apa yang mereka perbuat.” (QS. Al-Maaidah: 78-79)</strong><strong><sup>4</sup></strong><strong>.</strong></p>
<p>Rasulullah bersabda: <strong>“Tidaklah suatu kaum di mana kemaksiatan-kemaksiatan dikerjakan oleh mereka kemudian (ada orang yang) mampu mengubahnya namun tidak mengubahnya, melainkan Allah nyaris menurunkan hukuman kepada mereka.”</strong><strong><sup>5</sup></strong></p>
<p>Wajib bagi penguasa/pemimpin kaum muslimin untuk menggunakan kekuasaannya untuk mencegah kemungkaran.</p>
<p>Rasulullah bersabda: <strong>“Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya. Hendaklah kalian menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah dari kemungkaran, atau kalau tidak, hampir saja Allah menurunkan adzab-Nya kepada kalian, </strong><strong>kemudian kalian berdo’a kepada-Nya, namun do’a kalian tidak dikabulkan.”</strong><strong><sup>6</sup></strong></p>
<p><strong>Disusun oleh: </strong>Abu Aslam bin Syahmir</p>
<p>Keterangan:</p>
<p><strong>1. </strong>Majalah Asy Syariah Vol. VII/No. 76/1432 H/2011 halaman 2.</p>
<p><strong>2. </strong>Lihat Buku “Dosa-Dosa Yang Dianggap Biasa” karya Syaikh Muhammad bin Shalih al-Munajjid, halaman 44, pembahasan tentang zina.</p>
<p><strong>3. </strong>Dikeluarkan oleh Thabarani dan Hakim. Lihat Shahihul-Jami’ (I/178) (679). Lihat Buku “100 Dosa yang Diremehkan Manusia” karya ‘Abdul Lathif bin Hajis al-Ghomidi, halaman 248-249, pembahasan tentang zina.</p>
<p><strong>4. </strong>Lihat Buku “Syarah Arba’in An-Nawawi” karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir, halaman 679.</p>
<p><strong>5. </strong>Shahih. HR. Abu Dawud (no. 4338), Ahmad (I/2, 5, 7), dan lain-lain. Lihat Buku “Syarah Arba’in An-Nawawi” karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir, halaman 667-668.</p>
<p><strong>6. </strong>Shahih. HR. Ahmad (V/388-389) dan at-Tirmidzi (no. 2169). Lihat Buku “Syarah Arba’in An-Nawawi” karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir, halaman 680.</p>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/maksiat/'>maksiat</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/655/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/655/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/655/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/655/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/655/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/655/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/655/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/655/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/655/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/655/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/655/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/655/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/655/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/655/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=655&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2012/01/22/zina-bebas-mengepung-kita-bertakwalah-kepada-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2012/01/sumber-tobatmaksiat.jpg?w=145" medium="image">
			<media:title type="html">sumber-tobatmaksiat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AGAMA SYI’AH, PENYEBAB KEMUNDURAN UMAT</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2012/01/09/agama-syiah-penyebab-kemunduran-umat/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2012/01/09/agama-syiah-penyebab-kemunduran-umat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 09:23:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[FIRQAH]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[abad kelima hijriah]]></category>
		<category><![CDATA[abu aslam]]></category>
		<category><![CDATA[ahli bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[al jarh]]></category>
		<category><![CDATA[aliran syiah]]></category>
		<category><![CDATA[hawa nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[iran negara syiah]]></category>
		<category><![CDATA[majusi]]></category>
		<category><![CDATA[masa masa]]></category>
		<category><![CDATA[mu'tazilah]]></category>
		<category><![CDATA[nasrani]]></category>
		<category><![CDATA[peradaban islam]]></category>
		<category><![CDATA[rafidhah]]></category>
		<category><![CDATA[rawafidh]]></category>
		<category><![CDATA[stasiun tv]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah nabi]]></category>
		<category><![CDATA[syiah]]></category>
		<category><![CDATA[syiah sama dengan yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[syiah sesat]]></category>
		<category><![CDATA[yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=634</guid>
		<description><![CDATA[Abad kelima hijriah, yang merupakan batas pemisah antara dua zaman yaitu masa kejayaan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam -masa yang dipenuhi generasi terbaik- dengan masa kejumudan dan permulaan kemunduran yang mengalahkan umat di masa-masa belakangan. Padahal sebelumnya ahli sunnah mengalahkan ahli bid’ah dan hawa nafsu, di mana ilmu keislaman secara umum dan ilmu-ilmu Sunnah Nabi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=634&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_638" class="wp-caption alignleft" style="width: 122px"><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2012/01/aqidah-ahlus-sunnah.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-638" title="aqidah ahlus sunnah" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2012/01/aqidah-ahlus-sunnah.jpg?w=112&#038;h=150" alt="Aqidah Ahlus Sunnah" width="112" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Aqidah Ahlus Sunnah</p></div>
<p>Abad kelima hijriah, yang merupakan batas pemisah antara dua zaman yaitu masa kejayaan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam -masa yang dipenuhi generasi terbaik- dengan masa kejumudan dan permulaan kemunduran yang mengalahkan umat di masa-masa belakangan. Padahal sebelumnya ahli sunnah mengalahkan ahli bid’ah dan hawa nafsu, di mana ilmu keislaman secara umum dan ilmu-ilmu Sunnah Nabi secara khusus tumbuh dan berkembang pesat sampai pertengahan abad keempat. Mulailah pada saat itu ahli bid’ah menguasai perkara umat, karena ketika itu Baghdad dikuasai oleh <strong>Banu Buwaih ar-Rafidhah (Syi’ah)</strong>. Sedangkan Afrika Utara, Mesir, Syam, dan Hijaz dikuasai oleh Ubaidiyyun al-Bathiniyyun, dan Yaman dikuasai oleh Banu Rasul al-Isma’iliyah. Ketika itu ahli bid’ah dan hawa nafsu mengangkat kepalanya dan keluar dari tempat persembunyiannya. Mereka menjadi penunjuk bagi para penguasa, dan mereka mempersempit ruang gerak Ahlus Sunnah (pembela kebenaran) dan menyiksa mereka. Dan fitnah Basasiri (W. 451 H) di Baghdad dan tindakan Asya’irah dan kaum Sufi yang dipimpin Ibnu al-Qusyairi (W. 514 H) mencerai beraikan Ahlus Sunnah (Ahlul Haq). Orang-orang sesat ini menyiksa para ulama dan<span id="more-634"></span> menjauhkan ulama dari kepemimpinan umat. Oleh karena itu, kebodohan tersebar dan kerusakan merajalela.</p>
<p>Oleh karena itu, al-Hafizh adz-Dzahabi berkata di akhir tingkatan kesembilan dalam <em>Risalah Dzikr Man Yu’tamad Qauluhu fi al-Jarh wa at-Ta’dil, </em>“Dan semenjak masa inilah, mulai berkuranglah penghafalan hadits, dan perhatian terhadap atsar mulai sedikit. Para ulama condong untuk taqlid, sedangkan aliran <strong>Syiah, </strong>Mu’tazilah dan bid’ah muncul di Irak karena penguasaan keluarga Buwaih, sedangkan di Mesir, Syam dan Maghrib disebabkan karena penguasaan Bani Ubaid al-Bathiniyah.”</p>
<p>Kemudian adz-Dzahabi berkata di akhir tingkatan ke sepuluh, “Dan sunnah berkibar pada Daulah di Andalusia dan Khurasan, dan sunnah berkurang dan melemah di Mesir, Syam, Maghrib dan Irak. Tidaklah hal tersebut melainkan karena munculnya daulah <strong>Syi’ah</strong> dan Ubaidillah al-Bathiniyah. Maka kepada Allah lah semua urusan diserahkan.”</p>
<p>Sungguh abad kelima benar-benar merupakan awal masa kebekuan ilmiah dan dekadensi pemikiran umat Islam, sehingga musuh-musuh mereka dari kalangan orang Yahudi, Nasrani dan Majusi menguasai mereka melalui antek-antek mereka dari kalangan ahli bid’ah yang menggerogoti tubuh umat ini sebagaimana rayap menggerogoti akar pohon hingga roboh seketika. Dan tidak ada yang paling menunjukkan (secara tegas) kepada penggerogotan itu daripada sikap antek-antek itu yang sangat terang-terangan dan tanpa malu-malu membela tuan majikan mereka dari kalangan Nasrani penyembah salib, yaitu ketika mereka menghancurkan negeri-negeri Islam di abad tersebut. Mereka telah mempersiapkan kehancuran tersebut dengan menyebarkan kebodohan dan kerusakan pada umat ini. Hal itu dengan menjauhkan ulama sunnah yang mukhlis (ikhlash) dari mengatur umat dan menerangkan kepada mereka ilmu yang benar.</p>
<p>Demikianlah di setiap masa, orang-orang sesat dan menyimpang tidak memberikan kesempatan kepada umat ini melihat cahaya kebenaran di tangan ulama yang ikhlash, karena hal itu akan bisa menyadarkan umat, siapa sebenarnya musuh-musuh mereka, dan memperingatkan umat dari (serangan) mereka, agar umat Islam bisa menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar, kemudian umat bisa mengalahkan ahli kekejian dan kerusakan.<strong><sup>1</sup></strong><strong></strong></p>
<p>Faidah:</p>
<ol>
<li>Untuk mengembalikan kejayaan Islam adalah dengan cara meningkatkan keilmuan dalam masalah agama dan meningkatkan amal shalih.</li>
<li>Musuh-musuh Islam tidak henti-hentinya menyebarkan kebodohan dan kerusakan di tengah umat islam. Untuk menangkal serangan musuh-musuh Islam ini hendaklah kaum muslimin bersemangat dalam mempelajari agamanya dan meningkatkan amal shalih mereka.</li>
<li>Ahli bid’ah adalah penyebab kerusakan umat.</li>
<li>Bahayanya<strong> Agama Syi’ah, </strong>karena<strong> </strong>termasuk salah satu penyebab kemunduran umat Islam.<strong></strong></li>
<li>Musuh-musuh Islam merusak umat Islam dengan menjauhkan mereka dari Ulama. Oleh sebab itu umat Islam harus kembali kepada para Ulama dan mengambil manfaat ilmu dari mereka.<strong></strong></li>
<li>Dengan kembalinya umat kepada para Ulama maka kejayaan Islam akan kembali.<strong></strong></li>
<li>Hendaklah kaum muslimin berhati-hati dari ahli bid’ah serta orang-orang munafiq yang menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekufuran.<strong></strong></li>
<li>Kaum muslimin harus berhati-hati dari tokoh penyesat umat yang berkeliaran di antara mereka, seperti Ulil Abshar Abdala dan antek-anteknya yang tergabung dalam JIL (Jaringan Iblis).<strong></strong></li>
<li>Berhati-hati dari media penyesat umat yang memaparkan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti memamerkan wanita-wanita yang buka aurat, mengadakan ceramah-ceramah yang diisi oleh penceramah yang bodoh (jahil) dan penyesat umat, dan mengundang tokoh-tokoh penyesat umat sebagai narasumber. Media sesat itu dapat berupa koran, majalah, stasiun televise, situs internet, dan lain-lain.</li>
</ol>
<div> </div>
<p><strong>Penyusun: Abu Aslam bin Syahmir bin Marbawi al-Minangkabawi</strong></p>
<p>Keterangan:</p>
<ol>
<li>Silahkan merujuk kepada kitab <strong><em>“Tadwin as-Sunnah an-Nabawiyah”</em></strong> karya Dr. Muhammad bin Mathar az-Zahrani. Edisi Bahasa Indonesia, <strong><em>“Ensiklopedia Kitab-Kitab Rujukan Hadits”.</em></strong> Silahkan lihat pada BAB IV, Pasal Kedua, Bagian Kedua, Pembahasan Tentang Kitab Syarh as-Sunnah karya al-Hafizh al-Baghawi, catatan kaki no. 3 halaman 192.</li>
</ol>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/firqah/'>FIRQAH</a>, <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/sejarah/'>sejarah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/634/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=634&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2012/01/09/agama-syiah-penyebab-kemunduran-umat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2012/01/aqidah-ahlus-sunnah.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">aqidah ahlus sunnah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KOMENTAR ULAMA ISLAM TENTANG SYI’AH (RAFIDHAH)</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/12/12/komentar-ulama-islam-tentang-syiah-rafidhah/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/12/12/komentar-ulama-islam-tentang-syiah-rafidhah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 01:54:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[FIRQAH]]></category>
		<category><![CDATA[imam asy-syafi'i]]></category>
		<category><![CDATA[imam bukhari]]></category>
		<category><![CDATA[imam malik]]></category>
		<category><![CDATA[kesesatan syiah]]></category>
		<category><![CDATA[komentar ulama islam tentang syiah]]></category>
		<category><![CDATA[syaikhul islam ibnu taimiyyah]]></category>
		<category><![CDATA[syiah rafidhah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=574</guid>
		<description><![CDATA[1.  Amir Asy-Sya’bi (…-105 H): Beliau berkata, “Aku tidak pernah melihat satu kaum yang lebih dungu dari syi’ah.” (Dibawakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah di dalam kitabnya Minhaajus Sunnah, 1/22). 2.  Thalhah bin Musharrif (…-112 H): Beliau berkata, “Ar rafidhah (syi’ah), jangan nikah dengan perempuan-perempuan mereka dan jangan makan sembelihan mereka karena sesungguhnya mereka (yakni [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=574&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_580" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/12/flag-pins-iran-israel.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-580  " title="Iran &amp; Yahudi" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/12/flag-pins-iran-israel.jpg?w=150&#038;h=120" alt="" width="150" height="120" /></a><p class="wp-caption-text">Hubungan Iran &amp; Negara Yahudi</p></div>
<p><strong>1.  </strong><strong>Amir Asy-Sya’bi</strong> (…-105 H):</p>
<p>Beliau berkata, “Aku tidak pernah melihat satu kaum yang lebih dungu dari syi’ah.”</p>
<p>(Dibawakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah di dalam kitabnya Minhaajus Sunnah, 1/22).</p>
<p><strong>2.  </strong><strong>Thalhah bin Musharrif</strong> (…-112 H):</p>
<p>Beliau berkata, “Ar rafidhah (syi’ah), jangan nikah dengan perempuan-perempuan mereka dan jangan makan sembelihan mereka karena sesungguhnya mereka (yakni rafidhah) kaum yang murtad.”</p>
<p>(Dibawakan oleh Ibnu Baththah di kitabnya al-Ibaanah ash-Shugra hal, 161).</p>
<p><strong>3.  </strong><strong>Imam Malik</strong> (…-179 H):</p>
<p>Beliau pernah ditanya tentang rafidhah. Jawab beliau,<span id="more-574"></span> “Janganlah engkau berkata-kata dengan mereka dan jangan engkau meriwayatkan dari mereka karena sesungguhnya mereka pembohong.”</p>
<p>(Dibawakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah di kitab Minhaajus Sunnah, 1/161).</p>
<p><strong>4.  </strong><strong>Imam asy-Syafi’i </strong>(…-204 H):</p>
<p>Beliau berkata, “Aku tidak pernah melihat seorangpun dari ahli bid’ah yang lebih pembohong di dalam pengakuannya dan dalam saksi palsunya selain dari raafidhah.”</p>
<p>(Riwayat Imam Ibnu Baththah di kitabnya al-Ibaanatul Kubra 2/545 dan Imam al Lalikaa-i di kitabnya Syarah Ushul I’tiqaad Ahlus Sunnah).</p>
<p><strong>5.  </strong><strong>Muhammad bin Yusuf al-Firyaabiy </strong>(…-212 H):</p>
<p>Beliau berkata, “Aku tidak melihat rafidhah (syi’ah) dan jahmiyyah melainkan mereka adalah orang-orang zindiq (munafiq).”</p>
<p>(Dinukil oleh Imam al-Lalikaa-i di kitabnya Syarah Ushul I’tiqaad Ahlus Sunnah).</p>
<p><strong>6.  </strong><strong>Imam al-Bukhari </strong>(…-256 H):</p>
<p>Beliau berkata di kitabnya Khalqu Af’aalil ‘Ibaad (hal. 25) tentang Syi’ah Rafidhah: “Jangan memberi salam kepada mereka (rafidhah), dan jangan menjenguk mereka dan jangan saling menikah dengan mereka, dan jangan menghadiri (jenazah) mereka, dan jangan dimakan sembelihan mereka.”</p>
<p><strong>7.  </strong><strong>Imam Abu Zur’ah ar-Raaziy </strong>(194-264 H):</p>
<p>Di antara kebiasaan syi’ah rafidhah adalah mencaci maki Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Beliau berkata (tentang kebiasaan syi’ah ini), “Apabila engkau melihat seorang yang mencaci maki salah seorang Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, maka ketahuilah sesungguhnya orang itu zindiq (munafiq).”</p>
<p>(Diriwayatkan oleh Imam al-Khatib al-Baghdadiy di kitabnya al-Kifaayah fi ‘Ilmi Riwaayah).</p>
<p><strong>8.  </strong><strong>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah </strong>(…-728 H):</p>
<p>Beliau berkata di kitabnya Minhaajus Sunnah (1/160) yang beliau tulis secara khusus untuk menghancurkan keyakinan dan perbuatan raafidhah, “Allah mengetahui dan cukuplah Allah yang Maha Mengetahui, tidak ada dari seluruh firqah yang menasabkan kepada Islam bersama bid’ah dan kesesatan (mereka) yang lebih buruk dari mereka (rafidhah). Tidak ada yang lebih bodoh, lebih pembohong, lebh zhalim, lebih dekat kepada kekufuran dan kefasikan dan kemaksiatan dan lebih jauh dari hakikat-hakikat iman (selain) dari mereka (rafidhah).” Dan lain-lain banyak sekali dari perkataan emas yang beliau tulis di kitab Minhaajus Sunnah yang membongkar kebejatan dan kejahatan raafidhah.</p>
<p>Disusun oleh: Abu Aslam bin Syahmir</p>
<p>Catatan: Tulisan ini disusun dari kitab al Masaa-il jilid 3, karya Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat (Hafizhahullahu Ta’ala). Silahkan lihat halaman 60-68.</p>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/firqah/'>FIRQAH</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/574/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=574&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/12/12/komentar-ulama-islam-tentang-syiah-rafidhah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/12/flag-pins-iran-israel.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Iran &#38; Yahudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENGKHIANATAN SYI’AH KEPADA HUSAIN BIN ALI</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/12/08/pengkhianatan-syiah-kepada-husain-bin-ali/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/12/08/pengkhianatan-syiah-kepada-husain-bin-ali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 06:31:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[FIRQAH]]></category>
		<category><![CDATA[ali bin abi thalib]]></category>
		<category><![CDATA[hushain]]></category>
		<category><![CDATA[hushain bin ali]]></category>
		<category><![CDATA[iran]]></category>
		<category><![CDATA[iran negara syiah]]></category>
		<category><![CDATA[pengkhianatan syiah]]></category>
		<category><![CDATA[pengkhianatan syiah kepada hushain]]></category>
		<category><![CDATA[syiah]]></category>
		<category><![CDATA[syiah sesat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=557</guid>
		<description><![CDATA[Kaum syi’ah telah melakukan pengkhianatan kepada Husain bin Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu. Husain bin Ali telah ditipu dan dikhianati oleh kaum syi’ah dan mereka membiarkannya seorang diri melawan musuh-musuhnya sampai beliau wafat. Ini merupakan salah satu pengkhianatan syi’ah terbesar yg mengakibatkan terbunuhnya cucu Nabi yang mulia, yaitu Husain bin Ali bin Abi Thalib [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=557&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_561" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/12/bendera-iran-syiah.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-561" title="bendera iran syiah" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/12/bendera-iran-syiah.jpg?w=150&#038;h=130" alt="" width="150" height="130" /></a><p class="wp-caption-text">bendera iran syiah</p></div>
<p>Kaum syi’ah telah melakukan pengkhianatan kepada Husain bin Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu. Husain bin Ali telah ditipu dan dikhianati oleh kaum syi’ah dan mereka membiarkannya seorang diri melawan musuh-musuhnya sampai beliau wafat. Ini merupakan salah satu pengkhianatan syi’ah terbesar yg mengakibatkan terbunuhnya cucu Nabi yang mulia, yaitu Husain bin Ali bin Abi Thalib di Karbala. Anehnya kaum syi’ah yang telah membohongi, menipu, dan mengkhianati Husain bin Ali Radhiyallahu ‘anhuma yang menjadi sebab kematian beliau, mereka melakukan ratapan jahiliyyah yang sangat panjang selama ratusan tahun lamanya meratapi dan menyesali kematian Husain!?</p>
<p>Mereka telah membuat selamatan bid’ah pada hari Asyura (10 Muharram) setiap tahunnya! Lihatlah!<span id="more-557"></span> Tidak ada satu kaum yang menyandarkan diri mereka kepada Islam yang lebih banyak bohongnya dari kaum rafidhah (syi’ah) yang telah berbohong atas nama ahlul bait! Oleh karena itu Husain bin Ali bin Abi Thalib telah mendo’akan kebinasaan atas mereka.</p>
<p>Husain bin Ali berdo’a: “Ya Allah, sesungguhnya penduduk Irak (syi’ah) telah mengkhianati dan menipuku dan merekapun telah melakukan hal yang sama terhadap saudaraku (Hasan) apa yang mereka telah perbuat. <strong>Ya Allah, cerai beraikanlah urusan mereka</strong> dan hitunglah jumlah mereka (satu persatu).” (Dibawakan oleh Imam adz-Dzahabi di kitabnya Siyar A’laamin Nubalaa’ 3/302).</p>
<p>Yang dimaksud penduduk Irak di sini adalah kaum syi’ah yang telah mengkhianati dan menipu Husain untuk berperang bersama beliau lalu mereka ingkar janji dan membiarkan Husain berperang seorang diri sampai beliau terbunuh. Kemudian mereka kembali berbohong bahwa mereka berma’mum kepada Husain, mencintai dan membela beliau!? Alangkah besarnya kebohongan mereka meskipun kaum muslimin telah mengetahui kebohongan mereka.<strong><sup>1</sup></strong></p>
<p>Imam asy-Syafi’i berkata: “Aku tidak pernah melihat seorangpun dari ahli bid’ah yang lebih pembohong di dalam pengakuannya dan dalam saksi palsunya selain dari raafidhah (syi’ah).” (Riwayat Imam Ibnu Baththah di kitabnya al-Ibaanatul Kubra 2/545 dan Imam al Lalikaa-i di kitabnya Syarah Ushul I’tiqaad Ahlus Sunnah).<strong><sup>2</sup></strong></p>
<p>Walhasil, agama syi’ah adalah agama yang berisi kebohongan dan kedustaan. Siapa saja yang membaca perjalanan agama syi’ah akan mendapati pengkhianatan mereka kepada kaum muslimin.</p>
<p>Allahu a’lam.</p>
<p>Disusun oleh: Abu Aslam bin Syahmir</p>
<p>Keterangan:</p>
<ol>
<li>Lihat kitab al Masa-il jilid 3, karya Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, halaman 61-62.</li>
<li>Lihat kitab al Masa-il jilid 3, halaman 66.</li>
</ol>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/firqah/'>FIRQAH</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/557/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=557&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/12/08/pengkhianatan-syiah-kepada-husain-bin-ali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/12/bendera-iran-syiah.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">bendera iran syiah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HUKUM MEMAKAN BINATANG YANG HIDUP DI DUA ALAM</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/12/01/hukum-memakan-binatang-yang-hidup-di-dua-alam/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/12/01/hukum-memakan-binatang-yang-hidup-di-dua-alam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 13:30:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[FIQIH]]></category>
		<category><![CDATA[abu abdillah]]></category>
		<category><![CDATA[abu ubaidah]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih praktis makanan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum makan katak]]></category>
		<category><![CDATA[hukum makan kepiting]]></category>
		<category><![CDATA[hukum makan penyu]]></category>
		<category><![CDATA[hukum memakan binatang yang hidup di dua alam]]></category>
		<category><![CDATA[katak]]></category>
		<category><![CDATA[kodok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=545</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah pertanyaan yang sering muncul sebagai berikut, “Adakah ayat al-Qur’an atau hadits shahih yang menyatakan bahwa binatang yang hidup di dua alam hukumnya haram untuk dimakan, seperti kepiting, kura-kura, anjing laut, dan kodok?” Jawaban secara global: perlu kita ingat lagi kaidah penting tentang makanan, yaitu asal segala jenis makanan adalah halal kecuali apabila ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=545&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_550" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/12/tepi-danau2.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-550" title="tepi danau" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/12/tepi-danau2.jpg?w=150&#038;h=100" alt="" width="150" height="100" /></a><p class="wp-caption-text">danau singkarak</p></div>
<div id="attachment_551" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/12/pantai.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-551" title="pantai" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/12/pantai.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">pantai</p></div>
<p>Ada sebuah pertanyaan yang sering muncul sebagai berikut, “Adakah ayat al-Qur’an atau hadits shahih yang menyatakan bahwa binatang yang hidup di dua alam hukumnya haram untuk dimakan, seperti kepiting, kura-kura, anjing laut, dan kodok?”</p>
<p>Jawaban secara global: perlu kita ingat lagi kaidah penting tentang makanan, yaitu asal segala jenis makanan adalah halal kecuali apabila ada dalil yang mengharamkannya. Dan sepanjang pengetahuan kami tidak ada dalil dari al-Qur’an dan hadits shahih yang menjelaskan tentang haramnya hewan yang hidup di dua alam (laut dan darat). Dengan demikian<span id="more-545"></span> maka asal hukumnya adalah halal kecuali ada dalil yang mengharamkannya.</p>
<p>Adapun jawaban secara terperinci: kepiting hukumnya halal, sebagaimana pendapat Atha’ dan Imam Ahmad. (Al-Mughni Ibnu Qudamah 13/344, al-Muhalla Ibnu Hazm 6/84).</p>
<p>Kura-kura atau penyu juga halal sebagaimana madzhab Abu Hurairah, Thawus, Muhammad bin Ali, Atha’, Hasan al-Bashri, dan Fuqaha Madinah. (Lihat Mushannaf Ibnu Abi Syaibah 5/146, al-Muhalla Ibnu Hazm 6/84). Anjing laut juga halal sebagaimana pendapat Imam Malik, Syafi’i, Laits, Sya’bi, dan al-Auza’i. (Al-Mughni 13/246).</p>
<p>Adapun kodok atau katak, maka hukumnya HARAM secara mutlak menurut pendapat yang kuat karena termasuk hewan yang dilarang dibunuh.<strong><sup>1</sup></strong></p>
<p>Imam Syafi’i dan para sahabatnya mengatakan, “Setiap hewan yang dilarang dibunuh berarti tidak boleh dimakan, karena seandainya boleh dimakan, tentu tidak akan dilarang membunuhnya. (Lihat al-Majmu’ [9/23] oleh an-Nawawi).</p>
<p>Dari Abdurrahman bin Utsman al-Qurasyi, bahwasanya seorang tabib pernah bertanya kepada Rasulullah tentang kodok atau katak dijadikan obat, kemudian Rasulullah melarang membunuhnya. (HR. Ahmad [3/453], Abu Dawud: 5269, dan dishahihkan Ibnu Hajar dan al-Albani).</p>
<p>Haramnya katak secara mutlak merupakan pendapat Imam Ahmad dan beberapa ulama lain, serta pendapat yang shahih dari madzhab Syafi’i. Al-Abdari menukil dari Abu Bakar ash-Shidiq, Umar, Utsman, dan Ibnu Abbas bahwa seluruh bangkai laut hukumnya halal, kecuali katak. (Lihat al-Majmu’ an-Nawawi [9/35] dan Taudhihul Ahkam [6/26] oleh al-Bassam).<strong><sup>2</sup></strong></p>
<p>Faedah:</p>
<ol>
<li>Pengharaman suatu jenis makanan harus berlandaskan kepada dalil dari al-Qur’an dan as-Sunnah. Tidak boleh seseorang mengharamkan sesuatu yang dihalalkan Allah, maupun sebaliknya tidak boleh seseorang menghalalkan apa yang telah Allah haramkan.</li>
<li>Pengharaman katak atau kodok berdasarkan kepada hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.</li>
</ol>
<p>Penulis: Benny Abu Aslam bin Syahmir</p>
<p>Keterangan:</p>
<ol>
<li>Lihat buku “Indahnya Fiqih Praktis Makanan”, tulisan Ustadz Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawi dan Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa, halaman 34-35.</li>
<li>Lihat buku “Indahnya Fiqih Praktis Makanan”, tulisan Ustadz Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawi dan Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa, halaman 33.</li>
</ol>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/fiqih/'>FIQIH</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/545/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=545&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/12/01/hukum-memakan-binatang-yang-hidup-di-dua-alam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/12/tepi-danau2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">tepi danau</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/12/pantai.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">pantai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KAIDAH UMUM TENTANG BAB IBADAH DAN MUAMALAT</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/11/29/kaidah-umum-tentang-bab-ibadah-dan-muamalat/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/11/29/kaidah-umum-tentang-bab-ibadah-dan-muamalat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 10:11:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[MANHAJ]]></category>
		<category><![CDATA[adat]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi islam]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah & muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah & muamalat]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah dan muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah dan muamalat]]></category>
		<category><![CDATA[ibnu taimiyyah]]></category>
		<category><![CDATA[kaidah ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[kaidah ibadah dan muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[kaidah muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan]]></category>
		<category><![CDATA[muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[muamalat]]></category>
		<category><![CDATA[syaikhul islam]]></category>
		<category><![CDATA[syaikhul islam ibnu taimiyyah]]></category>
		<category><![CDATA[ustadz abdul hakim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=535</guid>
		<description><![CDATA[Telah berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah di kitabnya al-Iqtidhaa’ (hal: 269 cetakan lama) dalam menjelaskan dasar-dasar Imam Ahmad dan para imam dalam membangun madzhab mereka: “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan manusia itu terbagi kepada (pertama): Ibadah, yang mereka jadikan sebagai agama yang bermanfaat bagi mereka, dunia dan akhirat. (Kedua): Adat (mu’amalat) yang bermanfaat di dalam kehidupan mereka. Maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=535&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_536" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/11/masjid-nabawi1.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-536" title="Masjid Nabi" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/11/masjid-nabawi1.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Masjid Nabi" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">Ibadah dan Muamalat</p></div>
<p>Telah berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah di kitabnya al-Iqtidhaa’ (hal: 269 cetakan lama) dalam menjelaskan dasar-dasar Imam Ahmad dan para imam dalam membangun madzhab mereka:</p>
<p>“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan manusia itu terbagi kepada (pertama):</p>
<p><strong>Ibadah</strong>, yang mereka jadikan sebagai agama yang bermanfaat bagi mereka, dunia dan akhirat.</p>
<p>(Kedua): <strong>Adat </strong>(mu’amalat) yang bermanfaat di dalam kehidupan mereka.</p>
<p>Maka dasar di dalam ibadah ialah:<span id="more-535"></span> Tidak boleh mensyariatkan sesuatu pun di dalam ibadah kecuali apa-apa yang Allah telah syariatkan (yakni ibadah itu sifatnya menunggu keterangan dari Allah dan Rasul-Nya).</p>
<p>Sedangkan dasar di dalam adat (mu’amalat) ialah: Tidak boleh melarang sesuatu kecuali apa-apa yang telah dilarang oleh Allah (yakni bab mu’amalat itu sifatnya menunggu larangan dari Allah dan Rasul-Nya)”. Sekian dari Ibnu Taimiyyah.</p>
<p>Dari kaidah di atas kita mengetahui, bahwa bab mu’amalat hukum asalnya boleh atau halal sampai datang dalil yang melarang atau yang mengharamkannya. Hal ini menunjukkan bahwa bab mu’amalat memiliki keluasan dan kelapangan demi memenuhi hajat dan kebutuhan manusia. Berbeda dengan bab ibadah yang hukum asalnya terlarang atau haram dikerjakan sampai datang dalil yang menganjurkannya atau mewajibkannya.</p>
<p>(Catatan: Silahkan merujuk kepada buku tulisan Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat yang berjudul “Risalah Ilmiyyah Dalam Mengenal Iqtishaadiyyah Islamiyyah (Ekonomi Islam)” cetakan pertama halaman 85).</p>
<p>Dari uraian di atas dapat kita ambil pelajaran:</p>
<ol>
<li>Seseorang tidak boleh mengharamkan sesuatu tanpa dalil. Seseorang yang mengharamkan sesuatu, baik berupa perkataan, perbuatan, benda dan lainnya, maka dia harus mendatangkan dalil (landasan) yang berasal dari al-Qur’an dan as-Sunnah.</li>
<li>Ibadah yang kita lakukan adalah ibadah yang diperintahkan atau disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Tidak boleh kita membuat berbagai macam bentuk ibadah sesuai kehendak kita, karena ibadah harus ada dasarnya dari al-Qur’an dan as-Sunnah. Seseorang yang melakukan ibadah harus mendatangkan dalil (landasan) dari al-Qur’an dan as-Sunnah.</li>
</ol>
<p>Penulis: Abu Aslam al-Minangkabawi</p>
<p>(Artikel situs -muslimsumbar.wordpress.com-)</p>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/manhaj/'>MANHAJ</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/535/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=535&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/11/29/kaidah-umum-tentang-bab-ibadah-dan-muamalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/11/masjid-nabawi1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Masjid Nabi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HARUSKAH CUCI TANGAN SEBELUM MAKAN?</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/11/27/haruskah-cuci-tangan-sebelum-makan/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/11/27/haruskah-cuci-tangan-sebelum-makan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 08:07:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[FIQIH]]></category>
		<category><![CDATA[cuci]]></category>
		<category><![CDATA[cuci tangan]]></category>
		<category><![CDATA[haruskah cuci tangan sebelum makan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum cuci tangan]]></category>
		<category><![CDATA[tangan]]></category>
		<category><![CDATA[wajibkah cuci tangan sebelum makan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=529</guid>
		<description><![CDATA[Telah terjadi silang pendapat di antara ulama tentang hukum mencuci tangan sebelum makan, apakah hal itu termasuk sunnah ataukah tidak? Yang lebih mendekati kebenaran, bahwa mencuci tangan sebelum makan bukan termasuk perkara ibadah, karena tidak adanya hadits yang shahih dalam masalah ini. Imam al-Baihaqi berkata, “Hadits mencuci tangan setelah makan adalah hasan. Dan tidak ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=529&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_530" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/11/cuci-tangan.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-530" title="cuci tangan" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/11/cuci-tangan.jpg?w=150&#038;h=129" alt="" width="150" height="129" /></a><p class="wp-caption-text">hukum cuci tangan</p></div>
<p>Telah terjadi silang pendapat di antara ulama tentang hukum mencuci tangan sebelum makan, apakah hal itu termasuk sunnah ataukah tidak? Yang lebih mendekati kebenaran, bahwa mencuci tangan sebelum makan bukan termasuk perkara ibadah, karena tidak adanya hadits yang shahih dalam masalah ini.</p>
<p>Imam al-Baihaqi berkata, “Hadits mencuci tangan setelah makan adalah hasan. Dan tidak ada hadits yang shahih tentang mencuci tangan sebelum makan.” (Al-Adab asy-Syar’iah 3/371).</p>
<p>Namun mencuci tangan dianjurkan apabila sekadar untuk menghilangkan kotoran yang melekat pada tangan. Demikian yang ditegaskan oleh Imam Ibnul Qayyim dalam Tahdzib as-Sunan (10/166). (Lihat pula perinciannya dalam al-Adab asy-Syar’iah 3/369).</p>
<p>Walhasil,<span id="more-529"></span> mencuci tangan sebelum makan bukan sunnah secara mutlak, juga jangan ditinggalkan secara mutlak. Apabila ada kotoran melekat, maka hendaklah dicuci, jika tidak ada, maka tidak mengapa makan tanpa mencuci tangan.</p>
<p><strong>Faedah:</strong> Telah datang beberapa riwayat yang menjelaskan sunnahnya berwudhu’ sebelum makan bagi orang yang junub. Di antaranya hadits Aisyah yang berbunyi: <strong>“Adalah Rasulullah apabila dalam keadaan junub, dan beliau hendak makan atau tidur, beliau berwudhu seperti wudhunya shalat.” (HR. Bukhari: 286, Muslim: 305).</strong></p>
<p>(Silahkan merujuk kepada buku Indahnya Fiqih Praktis Makanan, tulisan Ustadz Yusuf Abu Ubaidah as-Sidawi dan Ustadz Syahrul Fatwa Abu Abdillah, cetakan pertama halaman 59).</p>
<p>Dari pembahasan di atas dapat kita ambil pelajaran:</p>
<ol>
<li>Tidak adanya hadits shahih tentang anjuran mencuci makan sebelum makan.</li>
<li>Bolehnya tidak mencuci tangan sebelum makan.</li>
<li>Mencuci tangan dilakukan jika ada kotoran melekat pada tangan.</li>
<li>Bolehnya makan dan tidur dalam keadaan junub.</li>
</ol>
<p>Penulis: Abu Aslam Benny bin Syahmir</p>
<p>(Artikel situs –muslimsumbar.wordpress.com-)</p>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/fiqih/'>FIQIH</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/529/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=529&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/11/27/haruskah-cuci-tangan-sebelum-makan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/11/cuci-tangan.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">cuci tangan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEMBERIKAN KECINTAAN KEPADA NON MUSLIM, BOLEHKAH?</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/11/10/memberikan-kecintaan-kepada-non-muslim-bolehkah/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/11/10/memberikan-kecintaan-kepada-non-muslim-bolehkah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 11:05:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[AQIDAH]]></category>
		<category><![CDATA[benci]]></category>
		<category><![CDATA[berlepas diri terhadap orang kafir]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[cinta dan benci]]></category>
		<category><![CDATA[haram mencintai orang kafir]]></category>
		<category><![CDATA[ibnu katsir]]></category>
		<category><![CDATA[loyalitas kepada muslim]]></category>
		<category><![CDATA[maktabah syamilah]]></category>
		<category><![CDATA[membenci orang kafir]]></category>
		<category><![CDATA[MEMBERIKAN KECINTAAN KEPADA NON MUSLIM]]></category>
		<category><![CDATA[mencintai orang kafir]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir ibnu katsir]]></category>
		<category><![CDATA[wala' wal bara']]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=506</guid>
		<description><![CDATA[Kecintaan (mahabbah) adalah ibadah hati yang tidak boleh ditujukan kecuali hanya kepada Allah Ta’ala dan kepada apa saja yang dicintai Allah, seperti dien (agama), kitab, para nabi, para wali, syariat-syariat, dan syiar-Nya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: أوثق عرى الإيمان الموالاة في الله و المعاداة في الله و الحب في الله و البغض في [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=506&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/11/msn-wallpaper22.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-511" title="msn-wallpaper2" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/11/msn-wallpaper22.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Kecintaan (mahabbah) adalah ibadah hati yang tidak boleh ditujukan kecuali hanya kepada Allah Ta’ala dan kepada apa saja yang dicintai Allah, seperti dien (agama), kitab, para nabi, para wali, syariat-syariat, dan syiar-Nya.</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:</p>
<p style="text-align:center;" dir="RTL" align="center"><strong>أوثق عرى الإيمان الموالاة في الله و المعاداة في الله و الحب في الله</strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong>و البغض في الله</strong><strong></strong></p>
<p><strong>“Ikatan keimanan yang paling kuat adalah perwalian (loyalitas) karena Allah dan permusuhan karena Allah, mencintai karena Allah dan membenci karena Allah</strong><strong><sup>1</sup></strong><strong>.</strong></p>
<p>Mencintai orang-orang kafir dan berwala’ kepada mereka, apa pun agamanya dan alirannya, seperti<span id="more-506"></span> para biduanita, para pegulat, penyanyi, olahragawan, seniman, politikus, dan lain sebagainya dari orang-orang yang sudah terkenal kabarnya dan tersebar foto-foto maupun kisah-kisahnya, sehingga hati sebagian orang-orang yang lalai menjadi tergantung kepada mereka adalah termasuk perbuatan haram yang sangat berbahaya, yang kemungkinan besar akan menyebabkan pelakunya murtad dari agama Allah Ta’ala<strong><sup>2</sup></strong>.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman (artinya): <strong>“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu)</strong><strong>/teman-teman dekatmu</strong><strong>, sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin</strong><strong>/teman dekat</strong><strong>, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk</strong><strong> kepada orang-orang yang zhalim.” (Al-Maidah [5]: 51).</strong></p>
<p>Allah melarang para hamba-Nya yang beriman menjadikan kaum yahudi dan nasrani sebagai teman dekat, karena mereka itu adalah para musuh Islam dan kaum muslimin. Semoga Allah membinasakan mereka. Kemudian Allah mengabarkan bahwa sebagian dari mereka adalah teman bagi sebagian yang lainnya<strong><sup>3</sup></strong>.</p>
<p>Berapa banyak kisah-kisah memilukan yang telah kita dengar tentang para wanita yang begitu mengidolakan orang-orang kafir yang tersohor namanya, padahal mereka adalah bahan bakar api neraka. Terlebih lagi, hal itu mengakibatkan hati para wanita mencintai dan berwala’ kepada mereka, yang memalingkan kecintaan terhadap Islam dan kaum muslimin. Juga mengakibatkan para wanita tersebut meniru-niru mereka dan kagum dengan keadaan mereka. Semua itu merupakan buah dari perwalian kepada mereka dan kelemahan ataupun tidak adanya permusuhan terhadap mereka. Hanya kepada Allah lah tempat mengadu dan hanya kepada-Nya lah kita mohon pertolongan<strong><sup>4</sup></strong>.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman (artinya): <strong>“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu.” (Al-Mumtahanah [60]: 1).</strong></p>
<p>Yaitu kaum musyrikin dan kafir yang memerangi Allah, Rasul-Nya serta kaum muslimin. Mereka adalah orang-orang yang Allah syari’atkan untuk dimusuhi dan dilarang untuk dijadikan pemimpin, sahabat dan teman setia<strong><sup>5</sup></strong>.</p>
<p>Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin Rahimahullah berkata: “Karena sesungguhnya mencintai dan menyayangi orang-orang yang menentang Allah menunjukkan lemahnya keimanan yang ada pada hati seseorang kepada Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p>Syaikh al-Utsaimin juga berkata: “Maka yang wajib bagi seorang mukmin adalah memusuhi, marah dan menjauhi orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya meskipun mereka kerabat terdekat. Akan tetapi hal itu bukan berarti menghalangi dia untuk memberikan nasehat dan mendakwahi mereka dengan kebenaran<strong><sup>6</sup></strong>.</p>
<p>Penulis: Benny Abu Aslam bin Syahmir Marbawi</p>
<p>Keterangan:<br />
1. Dikeluarkan oleh Thabarani dalam al-Kabir. Lihat as-Silsilatu ash-Shahihah (IV/306) (1728).  Lihat Buku “100 Dosa yang Diremehkan Wanita, Abdul Lathif bin Hajis al-Ghomidi, halaman 35. Silahkan lihat Maktabah Syamilah dalam kumpulan kitab Syaikh al-Albani.</p>
<p>2. Lihat Buku “100 Dosa yang Diremehkan Wanita, Abdul Lathif bin Hajis al-Ghomidi, halaman 35.</p>
<p>3. Lihat Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 3, Team Ahli Tafsir di bawah Pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, halaman 151, tafsiran surat al-Maidah ayat 51. Silahkan lihat Maktabah Syamilah bagian Tafsir Ibnu Katsir.</p>
<p>4. Lihat Buku “100 Dosa yang Diremehkan Wanita, Abdul Lathif bin Hajis al-Ghomidi, halaman 36.</p>
<p>5. Lihat Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 9, Team Ahli Tafsir di bawah Pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, halaman 48, tafsiran surat al-Mumtahanah ayat 1.</p>
<p>6. Lihat Kitab “Syarah Tsalatsatil Ushul”, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin. Lihat juga buku “Syarhu ats-Tsalatsatil Ushul, Penjelasan 3 Landasan Pokok yang Wajib Diketahui Setiap Muslim, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dan Syaikh Abdul Aziz bin Baz.</p>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/aqidah/'>AQIDAH</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/506/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=506&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/11/10/memberikan-kecintaan-kepada-non-muslim-bolehkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/11/msn-wallpaper22.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">msn-wallpaper2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TATA CARA MENYEMBELIH HEWAN QURBAN</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/10/22/tata-cara-menyembelih-hewan-qurban/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/10/22/tata-cara-menyembelih-hewan-qurban/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Oct 2011 13:54:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[FIQIH]]></category>
		<category><![CDATA[MANHAJ]]></category>
		<category><![CDATA[qurban]]></category>
		<category><![CDATA[abu aslam]]></category>
		<category><![CDATA[hewan qurban]]></category>
		<category><![CDATA[ibnu taimiyyah]]></category>
		<category><![CDATA[majmu' fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[majmu' fatawa ibnu taimiyyah]]></category>
		<category><![CDATA[maktabah syamilah]]></category>
		<category><![CDATA[menyembelih hewan qurban]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[tata cara menyembelih hewan qurban]]></category>
		<category><![CDATA[ustadz aris]]></category>
		<category><![CDATA[ustadz aris munandar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=489</guid>
		<description><![CDATA[Ibnu Taimiyyah Rahimahullah mengatakan, “Tata cara menyembelih baik hewan kurban atau pun yang lain adalah dengan membaringkan hewan yang hendak disembelih pada lambung kirinya lalu orang yang hendak menyembelih meletakkan kaki kanannya pada lehernya sebagaimana dalam hadits yang shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Ketika menyembelih Rasulullah menyebut nama Allah dan bertakbir. Lengkapnya, beliau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=489&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/10/pisau.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-494" title="pisau" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/10/pisau.jpg?w=150&#038;h=128" alt="" width="150" height="128" /></a>Ibnu Taimiyyah Rahimahullah mengatakan, “Tata cara menyembelih baik hewan kurban atau pun yang lain adalah dengan membaringkan hewan yang hendak disembelih pada lambung kirinya lalu orang yang hendak menyembelih meletakkan kaki kanannya pada lehernya sebagaimana dalam hadits yang shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Ketika menyembelih Rasulullah menyebut nama Allah dan bertakbir. Lengkapnya, beliau ketika menyembelih mengucapkan, ‘Bismillah Wallahu Akbar. Allahumma minka wa laka. Allahumma taqabbal minni kama taqabbalta min Ibrahim khalilika.’</p>
<p>Siapa saja yang membaringkan hewan yang hendak disembelih pada sisi kanan badannya dan meletakkan kaki kirinya pada lehernya, maka tangannya akan kerepotan untuk melakukan penyembelihan, dia seorang yang tidak mengenal sunnah, menyiksa diri sendiri dan hewan yang disembelih; akan tetapi, daging hewan tersebut halal untuk dimakan.</p>
<p>Membaringkan<span id="more-489"></span> hewan yang hendak disembelih pada sisi kiri badannya itu lebih nyaman bagi hewan, nyawa hewan lebih mudah keluar, lebih mudah bagi orang yang hendak menyembelih, dan itulah sunnah yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, dipraktikkan oleh kaum muslimin dan seluruh umat.”</p>
<p>(Majmu’ Fatawa Ibn Taimiyyah jilid 26 halaman 309-310, cet. standar).<strong><sup>1</sup></strong></p>
<p>Allah Ta’ala berfirman: <strong>“Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab [33]: 21).</strong><strong><sup>2</sup></strong></p>
<p>Allah Ta’ala berfirman: <strong>“Hendaklah takut orang-orang yang menyalahi perintahnya (yakni perintah Rasul) akan menimpa mereka fitnah atau menimpa mereka azab yang sangat pedih.” (QS. An-Nur [24]: 63).</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><strong>وقوله: { فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ } أي: عن أمر رسول الله صلى الله عليه وسلم، سبيله هو ومنهاجه وطريقته [وسنته] وشريعته</strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:left;">Firman Allah, <strong>“Hendaklah takut orang-orang yang menyalahi perintahnya,” </strong>yakni perintah Rasul yaitu jalan beliau, manhaj-nya, thariq-nya, Sunnah-nya, dan syari’at-nya.<strong><sup>3</sup></strong></p>
<p>Penulis: Abu Aslam bin Syahmir al-Minangkabawi</p>
<p>Keterangan:</p>
<ol>
<li>Majalah al-Furqon edisi 4 th. Ke 11 Dzulqo’dah 1432 (Oktober-November 2011) rubrik Fawaid tulisan Ustadz Aris Munandar.</li>
<li>Al-Kamil (al-Qur’an Terjemah) terbitan Darus Sunnah.</li>
<li>Menanti Buah Hati &amp; Hadiah Untuk Yang Dinanti, tulisan Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, terbitan Maktabah Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Lihat juga Tafsir Ibnu Katsir ayat 63 pada Maktabah Syamilah.</li>
</ol>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/fatwa/'>fatwa</a>, <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/fiqih/'>FIQIH</a>, <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/manhaj/'>MANHAJ</a>, <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/qurban/'>qurban</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/489/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=489&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/10/22/tata-cara-menyembelih-hewan-qurban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/10/pisau.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">pisau</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>APAKAH ORANG YAHUDI DAN NASHRANI KAFIR?</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/10/06/apakah-orang-yahudi-dan-nashrani-kafir/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/10/06/apakah-orang-yahudi-dan-nashrani-kafir/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2011 07:12:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[AQIDAH]]></category>
		<category><![CDATA[abdul hakim]]></category>
		<category><![CDATA[ahli kitab]]></category>
		<category><![CDATA[lajnah da'imah]]></category>
		<category><![CDATA[maktabah syamilah]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad abduh tuasikal]]></category>
		<category><![CDATA[nashrani]]></category>
		<category><![CDATA[orang kafir]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[rumaysho]]></category>
		<category><![CDATA[surat al-bayyinah]]></category>
		<category><![CDATA[surat al-ma'idah]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh abdul aziz bin baz]]></category>
		<category><![CDATA[ulama saudi]]></category>
		<category><![CDATA[yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=476</guid>
		<description><![CDATA[Keraguan menyebut orang Yahudi dan Nashrani kafir mungkin muncul dari sebagian orang karena terpengaruh dengan pemikiran kaum sekuler. Mereka mungkin berujar, “Kok kejam sekali mengatakan orang Yahudi atau orang Nashrani kafir?” Apakah keraguan seperti ini dibenarkan dan tidak boleh kita menyebut mereka kafir? Tentu saja permasalahan seperti ini harus kita kembalikan pada Al Qur’an da [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=476&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/10/best_wallpaper_nko_13.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-478" title="best_wallpaper_nko_13" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/10/best_wallpaper_nko_13.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Keraguan menyebut orang Yahudi dan Nashrani kafir mungkin muncul dari sebagian orang karena terpengaruh dengan pemikiran kaum sekuler. Mereka mungkin berujar, “Kok kejam sekali mengatakan orang Yahudi atau orang Nashrani kafir?”</p>
<p>Apakah keraguan seperti ini dibenarkan dan tidak boleh kita menyebut mereka kafir? Tentu saja permasalahan seperti ini harus kita kembalikan pada Al Qur’an da As Sunnah. Marilah kita lihat perkataan ulama besar Saudi yang berada di Al Lajnah Ad Da’imah mengenai hal ini.</p>
<p><strong>Pertanyaan</strong>: Bolehkah seorang muslim mengatakan orang Yahudi atau orang Nashrani kafir?</p>
<p><strong>Jawaban</strong>: Iya, boleh bagi seorang muslim menyebut orang Yahudi dan Nashrani kafir karena<span id="more-476"></span> memang Allah menyebut mereka seperti ini dalam Al Qur’an. Permasalahan ini sudah sangat diketahui bagi mereka yang betul-betul merenungkan Al Qur’an. Di antara ayat yang menjelaskan hal ini adalah firman Allah Ta’ala dalam Surat Al Bayyinah ayat 6:</p>
<p dir="RTL" align="center"><strong>إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ</strong></p>
<p><strong><em>“<span style="text-decoration:underline;">Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab</span> dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.”</em></strong><strong></strong></p>
<p>Yang dimaksud dengan ahlu kitab dalam ayat ini adalah Yahudi dan Nashrani.</p>
<p>Semoga Allah memberi taufik pada kita. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, pengikut dan sahabatnya.</p>
<p>Ketua Al Lajnah Ad Da’imah : Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz</p>
<p>[<strong>Sumber</strong>: Fatwa Al Lajnah Ad Da’imah lil Buhuts wal Ifta’ (Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi) no. 4252, 2/143]</p>
<p><strong>Kesimpulannya</strong>: Boleh kita mengatakan Yahudi dan Nashrani kafir. Perkataan seperti ini sering kita temui dalam Al Qur’an. Ini bukanlah kejam karena firman Allah tidaklah mungkin kejam. Semoga tidak ada keraguan yang mengganjal untuk menyebut mereka demikian.</p>
<p>Semoga Allah selalu menambahkan ilmu yang bermanfaat dan menunjuki kita ke jalan yang lurus.<strong><sup>1</sup></strong></p>
<p>Rasulullah bersabda:</p>
<p style="text-align:left;" dir="RTL"><strong>وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلَا نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ</strong><strong><sup>2</sup></strong></p>
<p><strong>Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidak seorang pun dari umat ini yakni Yahudi dan Nashrani yang telah mendengar (kedatangan)ku, kemudian sampai matinya dia tidak beriman dengan kerasulanku, melainkan dia termasuk penghuni neraka.</strong><strong><sup>3</sup></strong><strong></strong></p>
<p>Allah Ta’ala berfirman: <strong>“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: ‘Sesungguhnya Allah ialah al-Masih anak Maryam.’”</strong><strong><sup>4</sup></strong><strong></strong></p>
<p><strong>“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang mengatakan: ‘Sesungguhnya Allah itu salah satu dari yang tiga.’”</strong><strong><sup>5</sup></strong></p>
<p><strong>Penulis: </strong>Abu Aslam Benny bin Syahmir al-Atsary</p>
<p>Keterangan:</p>
<ol>
<li>Muhammad Abduh Tuasikal (Artikel <a href="http://rumaysho.com/">http://rumaysho.com</a>)</li>
<li>Diriwayatkan oleh Imam Muslim, juz 1 halaman 365, hadits no. 218. Silahkan lihat Al-Maktabatusy Syaamilah.</li>
<li>Dalam kitab al-Islam, Ustadz Abdul Hakim berkata “hadits shahih riwayat Muslim (1/93)”.</li>
<li>Surat al-Ma’idah ayat 72.</li>
<li>Surat al-Ma’idah ayat 73.</li>
</ol>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/aqidah/'>AQIDAH</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/476/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=476&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/10/06/apakah-orang-yahudi-dan-nashrani-kafir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/10/best_wallpaper_nko_13.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">best_wallpaper_nko_13</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEMINTA PERTOLONGAN KEPADA PARA MAYAT?</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/10/01/meminta-pertolongan-kepada-para-mayat/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/10/01/meminta-pertolongan-kepada-para-mayat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Oct 2011 06:15:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[AQIDAH]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[buya]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa lajnah da'imah]]></category>
		<category><![CDATA[hadits arba'in]]></category>
		<category><![CDATA[hukum meminta pertolongan kepada mayat]]></category>
		<category><![CDATA[hukum meminta pertolongan kepada orang yang tidak hadir]]></category>
		<category><![CDATA[meminta pertolongan kepada mayat]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh abdul aziz bin baz]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh abdul qadir jailani]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh abdullah al-jibrin]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh burhanudin]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh muhammad bin shalih al-utsaimin]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh shalih al-fauzan]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh utsaimin]]></category>
		<category><![CDATA[syirik]]></category>
		<category><![CDATA[tuangku]]></category>
		<category><![CDATA[tuanku]]></category>
		<category><![CDATA[ustadz]]></category>
		<category><![CDATA[ustadz yazid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=465</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Apakah hukum meminta pertolongan kepada seseorang yang sudah mati, seperti mengatakan, “Berilah pertolongan, wahai fulan.” Dan apa pula hukumnya bila dia meminta pertolongan kepada orang yang masih hidup tetapi tidak berada di situ? Jawaban: Pertama, orang yang meminta pertolongan kepada seorang yang sudah mati seperti mengucapkan, “Berilah pertolongan, wahai fulan”, wajib dinasehati dan diperingatkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=465&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/10/makam.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-469" title="makam" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/10/makam.jpg?w=150&#038;h=109" alt="" width="150" height="109" /></a>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Apakah hukum meminta pertolongan kepada seseorang yang sudah mati, seperti mengatakan, “Berilah pertolongan, wahai fulan.” Dan apa pula hukumnya bila dia meminta pertolongan kepada orang yang masih hidup tetapi tidak berada di situ?</p>
<p><strong>Jawaban: </strong></p>
<p><strong>Pertama,</strong> orang yang meminta pertolongan kepada seorang yang sudah mati seperti mengucapkan, “Berilah pertolongan, wahai fulan”, wajib dinasehati dan diperingatkan bahwa hal itu adalah sesuatu yang haram bahkan syirik. Jika dia tetap ngotot demikian, maka dia sudah menjadi musyrik dan kafir karena meminta kepada selain Allah, sesuatu yang tidak mampu melakukannya selain Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala.</em> Dalam hal ini,<span id="more-465"></span> dia telah mengalihkan hak Allah kepada makhluk. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman (artinya): <strong>“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka.” (Al-Maidah: 72).</strong></p>
<p><strong>Kedua, </strong>meminta pertolongan kepada orang yang masih hidup dan tidak berada di tempat (ghaib) tidak boleh hukumnya karena ia merupakan permohonan (do’a) kepada selain Allah dan meminta kepadanya sesuatu yang tidak mampu melakukannya selain Allah. Ini juga syirik namanya sebagaimana firman Allah <em>Ta’ala </em>(artinya): <strong>“Siapa saja mengharap perjumpaan dengan Rabbnya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Rabbnya.” (Al-Kahfi: 110).</strong></p>
<p>Bermohon kepada orang yang hidup dan tidak ada di tempat (ghaib) merupakan bentuk ibadah; siapa saja yang melakukan hal itu, dia harus diberi nasehat. Jika dia tidak menerima, maka dia adalah seorang musyrik yang telah melakukan kesyirikan yang mengeluarkannya dari dien (agama) ini. <em>Wa Shallallahu wa Sallama ‘ala Nabiyyina Muhammad.</em></p>
<p>(Kumpulan Fatwa Lajnah Da’imah, halaman 77)<strong><sup>1</sup></strong>.</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: <strong>“Jika kamu meminta, maka mintalah kepada Allah. Jika kamu meminta pertolongan, minta tolonglah kepada Allah.” </strong>(HR. At-Tirmidzy [no. 2516], Ahmad [I/293, 303, 307-308], Al-Hakim [III/541, 542], dan lain-lain. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam kitab Zhilaalul Jannah fii Takhriijis Sunnah [no. 315-318]. Dishahihkan juga oleh Syaikh Ahmad Muhammad Syakir dalam Takhrij Musnad Ahmad [no. 2669, 2763, 2804])<strong><sup>2</sup></strong>.</p>
<p>Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin berkata: “Jika engkau meminta suatu keperluan, maka janganlah engkau meminta kecuali kepada Allah, dan janganlah meminta kepada makhluk sedikitpun.”<strong><sup>3</sup></strong></p>
<p>Syaikh al-Utsaimin juga berkata: “Jika engkau menginginkan dan mengharapkan pertolongan dari seseorang, maka jangan mengharapkan pertolongan kecuali kepada Allah.”<strong><sup>4</sup></strong></p>
<p>Kami (Abu Aslam) berkata: Seorang muslim hanya berdo’a kepada Allah. Tidak boleh berdo’a kepada selain Allah. Tidak boleh berdo’a kepada batu, patung, pohon, batu, mayat, kuburan, api, matahari dan lain-lain, berdo’alah hanya kepada Allah. Tidak boleh berdo’a kepada orang-orang shalih, syaikh-syaikh, tuangku-tuangku, buya-buya, ustadz-ustadz dan lainnya. Tidak boleh berdo’a kepada syaikh Burhanudin, syaikh Abdul Qadir Jailani, syaikh fulan, syaikh ini dan syaikh itu. Berdo’alah hanya kepada Allah.</p>
<p><strong>Penulis:</strong> Abu Aslam Benny bin Syahmir</p>
<p>Keterangan:</p>
<ol>
<li>Buku “Fatwa-Fatwa Terkini” Jilid 1 (hal. 91) oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Jibrin, Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan dan Lajnah Da’imah lil Buhuts al-Ilmiah wal Ifta’. Terbitan Pustaka Darul Haq (Serial Buku Darul Haq ke-106, Cetakan V). Edisi Bahasa Arab: Al-Fatawa asy-Syar’iyyah Fi al-Masa’il al-‘Ashriyyah Min Fatawa Ulama’ al-Balad al-Haram. Terbitan Mu’assasah al-Juraisiy, Riyadh (Cetakan I).</li>
<li>Syarah Arba’in an-Nawawi (hadits ke-19), Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas . Terbitan Pustaka Imam asy-Syafi’i.</li>
<li>Syarhul Arba’in an-Nawawiyyah (hadits ke-19), halaman 133, Dar Ibnul Jauzi, al-Qahirah.</li>
<li>Syarhul Arba’in an-Nawawiyyah (hadits ke-19), halaman 133, Dar Ibnul Jauzi, al-Qahirah.</li>
</ol>
<div>Catatan: Gambar di atas hanya ilustrasi.</div>
<div>Artikel terkait: <a href="http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/06/23/budaya-pengkultusan-kuburan/">http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/06/23/budaya-pengkultusan-kuburan/</a></div>
<div></div>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/aqidah/'>AQIDAH</a>, <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/fatwa/'>fatwa</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/465/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/465/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/465/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/465/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/465/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/465/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/465/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=465&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/10/01/meminta-pertolongan-kepada-para-mayat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/10/makam.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">makam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KESYIRIKAN PERTAMA KALI</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/09/28/kesyirikan-pertama-kali/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/09/28/kesyirikan-pertama-kali/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2011 03:41:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[AQIDAH]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[kesyirikan pertama kali]]></category>
		<category><![CDATA[musyrik]]></category>
		<category><![CDATA[nabi nuh]]></category>
		<category><![CDATA[noah]]></category>
		<category><![CDATA[nuh]]></category>
		<category><![CDATA[patung]]></category>
		<category><![CDATA[prophet noah]]></category>
		<category><![CDATA[rasul pertama]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh abdul aziz]]></category>
		<category><![CDATA[tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[ustadz aris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=445</guid>
		<description><![CDATA[Tanya, “Ketika Nabi Nuh mendakwahi kaumnya apakah beliau mendakwahi kaumnya karena mereka musyrik ataukah karena mereka orang-orang yang tidak tahu?”. Jawab: Nabi Nuh mendakwahi kaumnya agar bertauhid karena mereka itu musyrik. Kemusyrikan telah tersebar di zaman Nuh. Allah Ta’ala berfirman, كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ “Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=445&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/09/best_wallpaper_nko_47.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-447" title="best_wallpaper_nko_47" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/09/best_wallpaper_nko_47.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Tanya</strong>, “Ketika Nabi Nuh mendakwahi kaumnya apakah beliau mendakwahi kaumnya karena mereka musyrik ataukah karena mereka orang-orang yang tidak tahu?”.</p>
<p><strong>Jawab</strong>:</p>
<p>Nabi Nuh mendakwahi kaumnya agar bertauhid karena mereka itu musyrik. Kemusyrikan telah tersebar di zaman Nuh. Allah <em>Ta’ala </em>berfirman,<br />
كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ</p>
<p>“<em>Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), Maka Allah mengutus Para Nabi, sebagai pemberi peringatan</em>” (QS al Baqarah:213).</p>
<p>Ibnu Abbas mengatakan,<span id="more-445"></span> “Antara masa Nabi Adam dengan Nabi Nuh terdapat sepuluh generasi. Mereka seluruhnya adalah orang-orang yang bertauhid. Baru setelah itu terjadilah kemusyrikan di tengah-tengah kaum Nuh”.</p>
<p>Dalam Shahih Bukhari terdapat penjelasan tentang sebab terjadinya kemusyrikan tersebut. Di tengah-tengah kaum Nuh terdapat lima orang shalih yaitu <strong><em>wadd, suwa’</em>,<em>yaghuts, ya’uq </em>dan </strong><em><strong>nasr</strong>. </em>Kelima orang ini meninggal dunia hampir berbarengan. Setelah mereka semua meninggal kaum Nuh mengalami kesedihan yang sangat mendalam. Mereka lantas berkata, “Andai kita membuat patung lima orang tersebut tentu kita akan lebih semangat beribadah”. Akhirnya niatan ini mereka realisasikan. Pada generasi berikutnya setan memberi bisikan bahwa nenek moyang kalian membuat patung ini karena mereka berdoa kepada patung dan memohon hujan kepada patung tersebut. Kemudian disembahlah patung tersebut. <strong>Dengan ini terjadilah kemusyrikan yang pertama kali.</strong></p>
<p>Jadi penyebab terjadinya kemusyrikan untuk untuk pertama kalinya adalah pembuatan patung orang-orang shalih dan ‘nenepi’ di dekat makam mereka.</p>
<p>Setelah terjadi kemusyrikan Allah mengutus Nuh. Sehingga Nuh adalah rasul pertama yang Allah kiriman setelah terjadinya kemusyrikan. Sedangkan Adam adalah nabi yang diajak bicara secara langsung oleh Allah dan diutus pada anak-anaknya. Saat itu belum ada kemusyrikan. Demikian pula <strong>Syits </strong>adalah nabi sebelum Nuh namun saat itu belum ada kemusyrikan.</p>
<p>Jadi Nuh adalah rasul utusan Allah yang pertama kali Allah utus setelah terjadinya kemusyrikan. Nuh mendakwahi kaumnya selama 950 tahun agar mereka mau bertauhid dan meninggalkan kemusyrikan.</p>
<p>لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ</p>
<p>“<em>Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Ny</em>a (QS al A’raf:59).”</p>
<p><strong>[Disarikan dari <em>Ajwibah Mufidah an Masa-il Adidah</em> karya Syaikh Abdul Aziz ar Rajihi hal 1-4].</strong></p>
<div>Kami (Abu Aslam) berkata; Dari kisah Nabi Nuh di atas kita dapat mengambil pelajaran tentang;</div>
<div>1. Berbahayanya berlebih-lebihan dalam mengagungkan orang-orang shalih.</div>
<div>2. Bahwa tauhid adalah inti dakwah para Rasul.</div>
<div>3. Lamanya Nabi Nuh mendakwahkan tauhid kepada kaumnya.</div>
<div>4. Bersemangatnya setan menyesatkan manusia.</div>
<div>5. Berbahanya membangun patung-patung.</div>
<div>Penulis: Abu Aslam al-Atsary</div>
<div>Rujukan: <a href="http://ustadzaris.com/sebab-kemusyrikan-pertama-di-masa-nabi-nuh">http://ustadzaris.com/sebab-kemusyrikan-pertama-di-masa-nabi-nuh</a> (<a href="http://ustadzaris.com/">http://ustadzaris.com/</a>)</div>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/aqidah/'>AQIDAH</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/445/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=445&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/09/28/kesyirikan-pertama-kali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/09/best_wallpaper_nko_47.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">best_wallpaper_nko_47</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Memakai Toga</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/09/20/hukum-memakai-toga/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/09/20/hukum-memakai-toga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 11:06:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ADAB]]></category>
		<category><![CDATA[AKHLAQ]]></category>
		<category><![CDATA[AQIDAH]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[hukum memakai toga wisuda]]></category>
		<category><![CDATA[hukum pakai toga]]></category>
		<category><![CDATA[toga]]></category>
		<category><![CDATA[toga wisuda]]></category>
		<category><![CDATA[toga wisuda kampus]]></category>
		<category><![CDATA[wisuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=429</guid>
		<description><![CDATA[فتوى رقم : 808 لفضيلة الشيخ : سليمان بن عبدالله الماجد بتاريخ : 02/09/1429 17:50:00 س: هل يجوز لبس قبعة التخرج أو يكون فيها تشبه؟ Pertanyaan, “Apakah diperbolehkan memakai toga dalam rangka wisuda ataukah memakainya termasuk menyerupai orang kafir? ج: إذا كانت هذه القبعات على هيئة ما يلبسه القساوسة فلا يجوز لبسها، وإن كانت مختلفة [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=429&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;" dir="RTL">فتوى رقم : 808<a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/09/best_wallpaper_nko_26.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-435" title="best_wallpaper_nko_26" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/09/best_wallpaper_nko_26.jpg?w=150&#038;h=93" alt="" width="150" height="93" /></a></p>
<p style="text-align:left;" dir="RTL">لفضيلة الشيخ : سليمان بن عبدالله الماجد</p>
<p style="text-align:left;" dir="RTL">بتاريخ : 02/09/1429 17:50:00</p>
<p style="text-align:left;" dir="RTL">س: هل يجوز لبس قبعة التخرج أو يكون فيها تشبه؟</p>
<p><strong>Pertanyaan</strong>, “Apakah diperbolehkan memakai toga dalam rangka wisuda ataukah memakainya termasuk menyerupai orang kafir?</p>
<p style="text-align:left;" dir="RTL">ج: إذا كانت هذه القبعات على هيئة ما يلبسه القساوسة فلا يجوز لبسها، وإن كانت مختلفة فلا حرج. والله أعلم.</p>
<p><strong>Jawaban</strong> <strong>Syaikh Sulaiman al Maji</strong>d [anggota majelis syuro KSA], “Hukum memakai toga perlu dirinci.</p>
<p><strong>Pertama</strong>, <span id="more-429"></span>jika bentuk toga yang dipakai sama dengan bentuk toga yang dipakai oleh para pendeta maka tidak boleh [baca: haram] mengenakannya.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, jika bentuk toga yang dipakai berbeda dengan toga para pendeta maka hukumnya tidaklah mengapa”.<br />
<strong>Sumber</strong>:  <a href="http://www.salmajed.com/fatwa/findnum.php?arno=808">http://www.salmajed.com/fatwa/findnum.php?arno=808<br />
</a></p>
<p>Kami (Abu Aslam) berkata: Hendaklah bertaqwa seorang muslim dan muslimah, mereka tidak boleh menyerupai orang-orang kafir, yaitu orang-orang yang kafir kepada Rabb semesta alam yakni Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala.</p>
<p>Jika suatu pakaian menjadi ciri khas orang-orang kafir maka tidak boleh seorang muslim dan muslimah memakainya. Adapun jika suatu pakaian tidak menjadi ciri khas orang kafir maka seorang muslim dan muslimah dibolehkan memakainya, selama tidak melanggar aturan agama.</p>
<p>Penulis: Abu Aslam al-Atsary</p>
<p>Rujukan: Situs <a href="http://ustadzaris.com/">http://ustadzaris.com/</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/adab/'>ADAB</a>, <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/akhlaq/'>AKHLAQ</a>, <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/aqidah/'>AQIDAH</a>, <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/fatwa/'>fatwa</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/429/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=429&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/09/20/hukum-memakai-toga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/09/best_wallpaper_nko_26.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">best_wallpaper_nko_26</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>APA TUGAS MALAIKAT ISRAFIL?</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/09/15/apa-tugas-malaikat-israfil/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/09/15/apa-tugas-malaikat-israfil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2011 10:08:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[AQIDAH]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[abu aslam]]></category>
		<category><![CDATA[ali hasan]]></category>
		<category><![CDATA[apa tugas malaikat israfil]]></category>
		<category><![CDATA[israfil]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat israfil]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat peniup sangkakala]]></category>
		<category><![CDATA[sangkakala]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh ali hasan]]></category>
		<category><![CDATA[tugas israfil]]></category>
		<category><![CDATA[tugas malaikat israfil]]></category>
		<category><![CDATA[ustadz aris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=418</guid>
		<description><![CDATA[[إسرافيل: إطلاقه على الملَك نافخ الصُّور] Israfil Nama Malaikat Peniup Sangkakala? «لم يَرِد لفظُ أن (إسرافيل) هو الموكَّل بالصُّور؛ إلا في هذا الحديث الضَّعيف* -على كثرةِ، وشُهرة، وتردُّد ما يقع على ألسنةِ أهلِ العلم وفي كتُبهم: أنَّ الملَك الموكَّل بالصُّور هو: إسرافيل-؛ وهذا لم يصحَّ -قطُّ- عن النبي -عَليهِ الصَّلاةُ والسَّلامُ-، ولم يَرِد إلا في [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=418&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/09/best_wallpaper_nko_012.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-425" title="best_wallpaper_nko_01" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/09/best_wallpaper_nko_012.jpg?w=150&#038;h=84" alt="" width="150" height="84" /></a>[إسرافيل: إطلاقه على الملَك نافخ الصُّور]</p>
<p>Israfil Nama Malaikat Peniup Sangkakala?</p>
<p>«لم يَرِد لفظُ أن (إسرافيل) هو الموكَّل بالصُّور؛ إلا في هذا الحديث الضَّعيف* -على كثرةِ، وشُهرة، وتردُّد ما يقع على ألسنةِ أهلِ العلم وفي كتُبهم: أنَّ الملَك الموكَّل بالصُّور هو: إسرافيل-؛ وهذا لم يصحَّ -قطُّ- عن النبي -عَليهِ الصَّلاةُ والسَّلامُ-، ولم يَرِد إلا في حديث الصُّور -الذي هو حديث ضعيف-؛</p>
<p>Syaikh Ali al Halabi mengatakan, “Tidak dijumpai nama Israfil untuk malaikat yang bertugas untuk meniup sangkakala kecuali <em>dalam hadits yang lemah</em>. Meski<span id="more-418"></span> nama Israfil demikian banyak, tenar dan sering kali diucapkan serta ditulis oleh para ulama sebagai nama malaikat yang bertugas meniup sangkakala. Padahal sama sekali tidak terdapat hadits yang <em>sahih </em>dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>yang mendasari hal tersebut. Israfil sebagai nama malaikat yang meniup sangkakala tidaklah dijumpai melainkan dalam hadits yang berisi mengenai deskripsi sangkakala dan hadits tersebut adalah hadits yang lemah.</p>
<p>بل وَرد في حديثٍ آخر -وهو حديثٌ صحيح-: أن إسرافيل هو الملَك الموكَّل في الجيشِ، والنُّصرةِ للجيشِ، والقيامِ بمُعاداة الأعداء للمسلمين -أو كما ورد عن النبي -صلَّى اللهُ عَليهِ وآلِه وسَلَّم-».</p>
<p>Yang benar sebagaimana yang terdapat dalam hadits yang lain yang shahih bahwa Israfil adalah malaikat yang bertugas mengurusi pasukan kaum muslimin yang berjihad di jalan Allah, membantu pasukan tersebut dan ikut menyerang musuh-musuh kaum muslimin”.</p>
<p>[من تفريغِ محاضرةٍ بعنوان: «شهر صفر»]</p>
<p>Demikian penjelasan Syaikh Ali al Halabi dalam sebuah ceramah beliau yang berjudul ‘Bulan Shafar’.</p>
<p>يعني حديث: ((إِن الله تعالى لما فرغ من خلق السموات والأرض ، خلق الصور، فأعطاه إسرافيل، فهو واضعه على فيه، شاخصاً إلى العرش ببصره، ينتظر متى يؤمر …)) إلخ .</p>
<p>Hadits lemah yang beliau maksudkan adalah hadits yang isinya, “<em>Sesungguhnya setelah Allah selesai menciptakan langit dan bumi Dia menciptakan sangkakala lalu sangkakala tersebut Allah serahkan kepada Israfil. Israfil lantas memasukkan sangkakala tersebut ke dalam mulutnya sambil pandangannya memelotot ke arah arsy, menunggu kapankan dia akan diperintahkan untuk meniup sangkakala…</em>”.</p>
<p>(Sumber: http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=23878&amp;page=5)</p>
<p>(Artikel <a href="http://ustadzaris.com/">www.ustadzaris.com</a>)</p>
<p>Kami (Abu Aslam) berkata: Amat disayangkan sebagian pengajar mengajarkan hal ini kepada anak didiknya. Mereka mengajarkan bahwa Israfil bertugas meniup sangkakala, padahal tugas Israfil adalah mengurusi pasukan kaum muslimin yang berjihad di jalan Allah, membantu pasukan tersebut dan ikut menyerang musuh-musuh kaum muslimin.</p>
<p>Penjelasan Syaikh Ali Hasan al-Halabi di atas memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang berjihad di jalan Allah bahwa mereka dibantu oleh Israfil ketika menyerang musuh kaum muslimin.</p>
<p>Dalam masalah malaikat dan tugasnya hendaklah kita merujuk kepada al-Qur&#8217;an dan as-Sunnah, karena tidak ada yang lebih tahu tentangnya kecuali Allah, kemudian Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em>.</p>
<p>Allahu a&#8217;lam. Semoga bermanfaat.</p>
<p>Penulis: Abu Aslam Benny bin Syahmir bin Marbawi al-Atsary</p>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/aqidah/'>AQIDAH</a>, <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/fatwa/'>fatwa</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/418/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=418&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/09/15/apa-tugas-malaikat-israfil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/09/best_wallpaper_nko_012.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">best_wallpaper_nko_01</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HUKUM JABAT TANGAN</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/09/02/hukum-jabat-tangan/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/09/02/hukum-jabat-tangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Sep 2011 14:51:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ADAB]]></category>
		<category><![CDATA[AKHLAQ]]></category>
		<category><![CDATA[abu aslam]]></category>
		<category><![CDATA[bidadari surga]]></category>
		<category><![CDATA[HADITS]]></category>
		<category><![CDATA[hadits shahih]]></category>
		<category><![CDATA[hukum jabat tangan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum jabat tangan dengan bukan mahram]]></category>
		<category><![CDATA[hukum jabat tangan dengan bukan muhrim]]></category>
		<category><![CDATA[hukum salaman]]></category>
		<category><![CDATA[hukum salaman dengan bukan mahram]]></category>
		<category><![CDATA[hukum salaman dengan bukan muhrim]]></category>
		<category><![CDATA[menyentuh wanita non mahram]]></category>
		<category><![CDATA[menyentuh wanita non muhrim]]></category>
		<category><![CDATA[muslim sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[nasihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=398</guid>
		<description><![CDATA[Pada zaman sekarang, jabat tangan antara laki-laki dengan wanita bukan mahram hampir sudah menjadi tradisi. Tradisi ini mengalahkan akhlak Islami yang mestinya ditegakkan. Bahkan mereka menganggap kebiasaan itu jauh lebih baik dan lebih tinggi nilainya daripada syariat Allah yang mengharamkannya. Sehingga jika salah seorang di antara mereka anda ajak berdialog tentang hukum syariat, dengan dalil-dalil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=398&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/09/jabat-tangan.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-399" title="jabat-tangan" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/09/jabat-tangan.jpg?w=148&#038;h=150" alt="" width="148" height="150" /></a>Pada zaman sekarang, jabat tangan antara laki-laki dengan wanita bukan mahram hampir sudah menjadi tradisi. Tradisi ini mengalahkan akhlak Islami yang mestinya ditegakkan. Bahkan mereka menganggap kebiasaan itu jauh lebih baik dan lebih tinggi nilainya daripada syariat Allah yang mengharamkannya. Sehingga jika salah seorang di antara mereka anda ajak berdialog tentang hukum syariat, dengan dalil-dalil yang kuat dan jelas, tentu ia akan menuduh anda sebagai orang kolot, ketinggalan zaman, kaku, sulit beradaptasi, ekstrim, hendak memutuskan tali silaturrahim, menggoyahkan niat baik dan sebagainya. Alangkah jeleknya yang mereka katakan.</p>
<p>Seandainya mereka melihat secara jernih dan penuh pengetahuan tentang bahaya persoalan tersebut secara syara&#8217;, tentu mereka tidak akan melakukan hal tersebut.</p>
<p>Ketahuilah wahai saudara-saudariku Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pernah bersabda:<span id="more-398"></span> <strong>“Sungguh ditusuknya kepala salah seorang dari kalian dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.”</strong> (Hadits riwayat ath-Thabrani dalam Shahihul-Jami’ hadits no. 4921). Hadits ini menyatakan bahwa terlarang dan berbahayanya menyentuh wanita (bukan mahram) yang tidak halal bagi kita. Tentunya orang yang berakal sehat mengatakan bahwa jabat tangan dengan wanita bukan mahram adalah suatu bentuk menyentuh yang terlarang.</p>
<p>Dan tidak diragukan lagi hal ini termasuk zina tangan, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:<strong> “Kedua mata berzina, kedua tangan berzina, kedua kaki berzina dan kemaluan pun berzina.”</strong> (Hadits riwayat Ahmad 1/412; Shahihul-Jami’ 4126).</p>
<p>Suatu ketika ada yang berpendapat “tidak apa-apa salaman dengan wanita bukan mahram asalkan tidak diiringi nafsu”. Kami katakan: “pendapat ini adalah pendapat yang keliru (kalau tidak mau dikatakan pendapat yang batil serta sesat dan menyesatkan)”. Kekeliruan pendapat ini dapat ditinjau dari dua alasan:</p>
<p>1. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah melarang kita menyentuh wanita (bukan mahram) yang tidak halal bagi kita. Coba perhatikan sabda Rasulullah: “Sungguh ditusuknya kepala salah seorang dari kalian dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” Dapat kita ambil pelajaran dari hadits ini bahwa Rasulullah melarang kita menyentuh wanita bukan mahram secara mutlak, baik yang tidak diiringi nafsu maupun yang diiringi nafsu. Jadi, tidak boleh bersalaman dengan wanita bukan mahram walaupun tidak diiringi nafsu. Perlu juga diketahui, berjabat tangan dengan lawan jenis meski memakai alas (kaos tangan) hukumnya tetap terlarang (haram).</p>
<p>2. Orang yang berpendapat “tidak apa-apa salaman dengan wanita bukan mahram asalkan tidak diiringi nafsu” adalah orang yang merasa hatinya lebih bersih dari hati Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa Sallam. Rasulullah adalah orang yang paling bertaqwa dan lebih pandai mengendalikan hawa nafsunya daripada kita, namun beliau tidak pernah berkata demikian. Bahkan beliau Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda:<strong> “Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan wanita”.</strong> (Hadits riwayat Ahmad 6/357, dalam Shahihul Jami’ hadits no. 2509). Apakah kita merasa lebih pandai mengendalikan hawa nafsu daripada Rasulullah…???</p>
<p>NASIHAT PENUTUP</p>
<p>Jika suatu ketika kita menemukan seorang muslim yang taat, yang tidak mau bersalaman dengan wanita (bukan mahram) yang tidak halal baginya. Maka janganlah kita berprasangka buruk dan tidak boleh mengatakan bahwa dia ingin memutuskan tali silaturrahim. Hendaklah kita berprasangka baik, bahwa saudara kita itu sedang mengamalkan agama Islam yang telah melarang bersalaman dengan lawan jenis yang tidak halal bagi dirinya.</p>
<p>Kami nasihatkan kepada Saudara-Saudari kami, kaum muslimin dan muslimat agar bertaqwa kepada Allah dan taat kepada Rasul-Nya, sehingga kalian memperoleh kemulian dengan Islam. Jika kalian bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya maka kalian akan hina dan merugi dunia dan akhirat.</p>
<p>Tulisan ini kami tulis sebagai rasa cinta kami kepada kaum muslimin dan muslimat perindu surga, agar kita tergolong ke dalam orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya sehingga terhindar dari naar (neraka) yang penuh dengan berbagai siksaan yang menyakitkan, dan dimasukkan ke dalam jannah (surga) yang berisi berbagai kenikmatan, yang di dalamnya mengalir sungai-sungai dan terdapat bidadari yang cantik bermata jeli. Rasulullah bersabda: <strong>“Seandainya salah seorang wanita penghuni Jannah mendatangi penduduk bumi, niscaya ia akan memenuhinya dengan wewangian. Tutup kepala wanita itu lebih baik daripada dunia dan seisinya”.</strong> (HR. Bukhari, hadits no. 2796). Allahu Ta’ala a’lam.</p>
<p>Penulis: Abu Aslam Benny al-Atsary as-Salafy</p>
<p>Rujukan:<br />
(1) Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah yang Shahih.<br />
(2) Kitab Dosa-Dosa Yang Dianggap Biasa, karya Muhammad Shalih al-Munajjid.<br />
(3) Kitab Belalaian Bidadari Di Alam Mimpi, karya ‘Isham Hasanain, terbitan Pustaka at-Tibyan.</p>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/adab/'>ADAB</a>, <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/akhlaq/'>AKHLAQ</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/398/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=398&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/09/02/hukum-jabat-tangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/09/jabat-tangan.jpg?w=148" medium="image">
			<media:title type="html">jabat-tangan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LARANGAN MENCELA SAHABAT RASULULLAH Shallallahu ‘alaihi wa Sallam</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/08/22/larangan-mencela-sahabat-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wa-sallam/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/08/22/larangan-mencela-sahabat-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wa-sallam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2011 07:44:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKHLAQ]]></category>
		<category><![CDATA[AQIDAH]]></category>
		<category><![CDATA[ahli bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[gunung ahad]]></category>
		<category><![CDATA[larangan mencela sahabat rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[syiah]]></category>
		<category><![CDATA[syiah keji]]></category>
		<category><![CDATA[syiah rafidhah]]></category>
		<category><![CDATA[syiah rafidhah sesat]]></category>
		<category><![CDATA[syiah sesat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[Allah Ta’ala berfirman (artinya): “Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan. Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. (QS. Al-Ahzab [33]: 57-58). Pada rangkaian ayat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=385&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;" align="right"><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/08/edit-cover-posting-sahabat-sahabat-rasulullah.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-391" title="edit-cover-posting-Sahabat-Sahabat-Rasulullah" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/08/edit-cover-posting-sahabat-sahabat-rasulullah.jpg?w=106&#038;h=150" alt="" width="106" height="150" /></a>Allah Ta’ala berfirman (artinya): <strong>“Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan. Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. (QS. Al-Ahzab [33]: 57-58).</strong></p>
<p>Pada rangkaian ayat di atas, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyampaikan ancaman kepada orang-orang yang menyakiti-Nya dengan menentang segala perintah-Nya, mengerjakan seluruh larangan-Nya, membudayakan sikap ingkar terhadap ajaran-Nya dan menyakiti Rasul-Nya dengan cara menghina dan merendahkannya, na’uudzu billaah min dzaalik (kita berlindung kepada Allah dari perbuatan semacam itu).</p>
<p>Ayat ini bersifat umum, mencakup<span id="more-385"></span> seluruh manusia yang menyakiti Nabi dalam bentuk apapun. Ayat ini menjelaskan bahwa setiap yang menyakiti Nabi dengan cara apapun, berarti ia telah menyakiti Allah, sebagaimana orang yang mentaati perintah Rasulullah berarti ia telah mentaati perintah Allah.</p>
<p>Yang paling banyak terkena ancaman ini adalah orang-orang yang kafir terhadap Allah dan Rasul-Nya. Setelah itu adalah golongan <strong>(Syi’ah) Rafidhah;</strong> mereka yang selalu membuka keburukan-keburukan Sahabat Nabi serta mengungkap aib-aib mereka, padahal Allah telah membebaskan mereka dari keburukan tersebut. Mereka menggambarkan sifat-sifat para Sahabat tersebut dengan gambaran yang berbeda dengan yang dikemukakan oleh Allah. Sesungguhnya Allah sendiri yang telah mengabarkan bahwa Dia meridhai golongan Muhajirin dan Anshar. Bahkan Allah memuji sifat-sifat mereka. Orang-orang yang bodoh dan dungu itu mengumpat para Sahabat, menyebutkan kekurangan-kekurangan mereka dan menuturkan tentang mereka sesuatu yang tidak pernah dan tidak akan pernah mereka lakukan selama-lamanya. Pada hakikatnya, manusia-manusia semacam itu memiliki hati yang keras. Mereka mencela orang-orang terpuji dan memuji orang-orang tercela.</p>
<p>Orang-orang yang menyakiti para sahabat Radhiyallahu ‘anhum berarti mereka telah menyakiti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, sedangkan siapa saja yang menyakiti Rasulullah berarti telah menyakiti Allah dan siapa pun yang menyakiti Allah maka dia adalah orang yang dilaknat dan tercela.</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: <strong>“Jangan kalian mencela Sahabatku, seandainya salah seorang di antara kalian menginfaqkan emas sebesar Gunung Uhud maka tidaklah menyamai satu mud mereka atau setengahnya.” (HR. Bukhari: 3470 dan Muslim: 2540).</strong></p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda:</p>
<p style="text-align:center;" align="right"><strong>من سب أصحابي ، فعليه لعنة الله و الملائكة و الناس أجمعين</strong><strong></strong></p>
<p>Artinya: <strong>“Siapa yang mencela Sahabatku, atasnya laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya.” (HR. Thabarani dalam Mu’jamul Kabir 12/142, dihasankan oleh al-Albani dalam Silsilah Ahadits ash-Shahihah: 2340).</strong></p>
<p>Dan masih banyak lagi dalil-dalil yang menunjukkan kemuliaan para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum dan haramnya mencela apalagi mencaci para Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Bahkan kewajiban kita adalah memuliakan mereka karena mereka telah memuliakan Allah dan Rasul-Nya. Inilah manhaj (metode) yang ditempuh oleh Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Siapa saja yang menyimpang dari metode ini berarti mereka adalah orang-orang yang tersesat dari jalan yang Haq.</p>
<p>Berkata al-Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullah: “Termasuk hujjah yang jelas adalah menyebut kebaikan-kebaikan para Sahabat Rasulullah seluruhnya, dan menahan lisan dari membicarakan keburukan mereka dan perselisihan yang terjadi di antara mereka, siapa saja yang mencela para Sahabat Rasulullah atau salah satu di antara mereka, mencacat dan mencela mereka, membongkar aib mereka atau salah satu dari mereka maka dia adalah mubtadi’ (ahli bid’ah), rafidhi (orang rafidhah/syi’ah) yang busuk yang tersesat. Mencintai para Sahabat adalah Sunnah, mendo’akan kebaikan untuk mereka adalah amalan ketaatan, meneladani mereka adalah perantara (ridha-Nya), mengikuti jejak mereka adalah kemuliaan. Para Sahabat Rasulullah adalah manusia terbaik, tidak dibenarkan bagi seorang pun menyebut-nyebut kejelekan mereka, tidak pula mencacat atau mencela dan membicarakan aib salah satu di antara mereka. (Majalah al-Furqon Edisi 01 tahun ke-10).</p>
<p>Penulis: Benny Abu Aslam bin Syahmir bin Marbawi al-Atsary</p>
<p>Rujukan:</p>
<ol>
<li>Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 7, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir.</li>
<li>Majalah al-Furqon Edisi 01 tahun ke-10 1431/2010.</li>
<li>Al-Maktabatusy Syaamilah.</li>
</ol>
<p align="center"><strong><br />
</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/akhlaq/'>AKHLAQ</a>, <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/aqidah/'>AQIDAH</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/385/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=385&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/08/22/larangan-mencela-sahabat-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wa-sallam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/08/edit-cover-posting-sahabat-sahabat-rasulullah.jpg?w=106" medium="image">
			<media:title type="html">edit-cover-posting-Sahabat-Sahabat-Rasulullah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HADITS TIDAK SHAHIH TENTANG BUJANGAN</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/08/09/hadits-tidak-shahih-tentang-bujangan/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/08/09/hadits-tidak-shahih-tentang-bujangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2011 11:04:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[hadits tidak shahih]]></category>
		<category><![CDATA[ahmad sabiq]]></category>
		<category><![CDATA[alfurqon]]></category>
		<category><![CDATA[hadits lemah]]></category>
		<category><![CDATA[hadits palsu]]></category>
		<category><![CDATA[hadits tidak shahih tentang bujangan]]></category>
		<category><![CDATA[maktabah syamilah]]></category>
		<category><![CDATA[muslim sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[ustadz ahmad sabiq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=352</guid>
		<description><![CDATA[Pertama, “Sejelek-jelek kalian adalah para bujangan, dan orang mati yang paling jelek di antara kalian adalah para bujangan.” Derajat hadits: LEMAH Diriwayatkan oleh al-‘Uqoili 3/356, Abdur Rozzaq dalam al-Mushonnaf 6/171, Ibnul Jauzi dalam al-Wahiyah 2/118 dari Abu Dzar secara marfu’. Sisi cacatnya adalah Muhammad bin Rosyid, orang yang banyak keliru. Juga adanya orang yang tanpa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=352&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/08/bmw_concept_c_studio_2010_09_1280x10242.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-357" title="BMW_CONCEPT_C_studio_2010_09_1280x1024" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/08/bmw_concept_c_studio_2010_09_1280x10242.jpg?w=150&#038;h=120" alt="" width="150" height="120" /></a>Pertama,</strong></p>
<p>“Sejelek-jelek kalian adalah para bujangan, dan orang mati yang paling jelek di antara kalian adalah para bujangan.”</p>
<p>Derajat hadits: <strong>LEMAH</strong></p>
<p>Diriwayatkan oleh al-‘Uqoili 3/356, Abdur Rozzaq dalam al-Mushonnaf 6/171, Ibnul Jauzi dalam al-Wahiyah 2/118 dari Abu Dzar secara marfu’. Sisi cacatnya adalah Muhammad bin Rosyid, <strong>orang yang banyak keliru.</strong> Juga adanya orang yang tanpa nama. (Lihat adh-Dho’ifah: 2511).</p>
<p><strong>Kedua,<span id="more-352"></span></strong></p>
<p><strong>&#8221; ركعتان من المتزوج أفضل من سبعين ركعة من الأعزب &#8220;</strong><strong></strong></p>
<p>“Shalat dua raka’at yang dilakukan oleh orang yang sudah menikah lebih utama dari tujuh puluh raka’at yang dilakukan oleh orang yang masih bujangan.”</p>
<p>Derajat hadits: <strong>PALSU</strong></p>
<p>Diriwayatkan oleh al-‘Uqoili, dari Mujasyi’ bin Amr berkata, “Telah menceritakan kepada kami Abdur Rohman bin Zaid bin Aslam, dari bapaknya, dari Anas secara marfu’.”</p>
<p>Sisi kelemahannya adalah Mujasyi’ karena dia <strong>pendusta.</strong> Al-Uqoili berkata, “Haditsnya mungkar.” Yahya ibnu Ma’in berkata, “Saya melihatnya sebagai seorang pendusta.”</p>
<p>Oleh karena itu Ibnul Jauzi memasukkan hadits ini dalam kitab beliau al-Maudhu’at. (Lihat adh-Dha’ifah: 639).</p>
<p>Rujukan:</p>
<p>1. Buku “HADITS LEMAH &amp; PALSU YANG POPULER DI INDONESIA”, karya Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf, terbitan Pustaka Al-Furqon.</p>
<p>2. Al-maktabatusy syaamilah.</p>
<p>Ditulis oleh Benny Abu Aslam bin Syahmir bin Marbawi</p>
<p><strong> </strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/hadits-tidak-shahih/'>hadits tidak shahih</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/352/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=352&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/08/09/hadits-tidak-shahih-tentang-bujangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/08/bmw_concept_c_studio_2010_09_1280x10242.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">BMW_CONCEPT_C_studio_2010_09_1280x1024</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HADITS JIHAD BESAR &amp; JIHAD KECIL? (HADITS TIDAK SHAHIH)</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/08/02/hadits-jihad-besar-jihad-kecil-hadits-tidak-shahih/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/08/02/hadits-jihad-besar-jihad-kecil-hadits-tidak-shahih/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 07:14:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[hadits tidak shahih]]></category>
		<category><![CDATA[al-albani]]></category>
		<category><![CDATA[artikel muslim]]></category>
		<category><![CDATA[HADITS]]></category>
		<category><![CDATA[ibnu hajar]]></category>
		<category><![CDATA[ibnu taimiyyah]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[jihad besar]]></category>
		<category><![CDATA[jihad kecil]]></category>
		<category><![CDATA[maktabah syamilah]]></category>
		<category><![CDATA[matan]]></category>
		<category><![CDATA[media tarbiyah]]></category>
		<category><![CDATA[munkar]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[&#8221; رجعنا من الجهاد الأصغر إلى الجهاد الأكبر &#8220; “Kita kembali dari jihad kecil menuju jihad yang besar.” MUNKAR.1 Hadits ini sangat populer sekali dan sering disampaikan oleh para da’i, padahal tidak shahih. Al-Hafizh al-Iraqi berkata: “Sanadnya lemah.”2 Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: “Hadits ini diriwayatkan dari jalan ‘Isa bin Ibrahim dari Yahya dari Laits bin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=334&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/08/jihad-vs-terrorism13.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-340" title="jihad-vs-terrorism1" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/08/jihad-vs-terrorism13.jpg?w=148&#038;h=150" alt="" width="148" height="150" /></a></p>
<p><strong>&#8221; رجعنا من الجهاد الأصغر إلى الجهاد الأكبر &#8220;</strong></p>
<p>“Kita kembali dari jihad kecil menuju jihad yang besar.”</p>
<p><strong>MUNKAR.</strong><strong><sup>1</sup></strong><strong> </strong>Hadits ini sangat populer sekali dan sering disampaikan oleh para da’i, padahal tidak shahih.</p>
<p>Al-Hafizh al-Iraqi berkata: “Sanadnya lemah.”<sup>2</sup> Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: “Hadits ini diriwayatkan dari jalan ‘Isa bin Ibrahim dari Yahya dari Laits bin Abu Sulaim, padahal seluruhnya adalah orang-orang yang lemah.”<sup>3</sup></p>
<p>Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: “Hadits ini sangat masyhur dan banyak beredar, padahal itu hanyalah perkataan Ibrahim bin Abu Ablah (seorang Tabi’in dari Syam) yang diriwayatkan oleh an-Nasa-i dalam al-Kunna.”<sup>4<span id="more-334"></span></sup></p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah<sup>5</sup> berkata: “Hadits ini tidak ada asalnya, tidak ada seorang ahli hadits pun yang meriwayatkannya, jihad melawan orang kafir merupakan amalan ketaatan yang paling utama.”<sup>6</sup></p>
<p>Matan hadits ini juga perlu ditinjau ulang, karena bagaimana jihad melawan orang kafir yang merupakan amalan yang sangat utama dalam Islam disebut sebagai jihad kecil, padahal betapa banyak ayat dan hadits yang menganjurkannya!</p>
<p>(Silahkan lihat buku “KOREKSI HADITS-HADITS DHA’IF POPULER” karya Yusuf Abu Ubaidah bin Mukhtar as-Sidawi, penerbit Media Tarbiyah).</p>
<p>Keterangan:</p>
<ol>
<li>Munkar; hadits lemah yang menyelisihi hadits shahih. (An-Nukat ‘ala Ibni Shalah [II/459] Ibnu Hajar).</li>
<li>Takhrij al-Ihya’ (II/6).</li>
<li>Takhrij al-Kasyaf (IV/1140/33).</li>
<li>Ad-Durar (hal. 170) as-Suyuthi.</li>
<li>Majmuu’ Fataawaa (XI/197).</li>
<li>Silsilah al-Ahaadiits adh-Dha’iifah (no. 2460).</li>
</ol>
<p>Rujukan:</p>
<p>1. Buku “KOREKSI HADITS-HADITS DHA’IF POPULER” karya Ustadz Yusuf Abu Ubaidah bin Mukhtar as-Sidawi, penerbit Media Tarbiyah.</p>
<p>2. Al-maktabatusy syaamilah.</p>
<p>Ditulis oleh:</p>
<p>Abu Aslam Benny bin Syahmir bin Marbawi al-Atsary</p>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/hadits-tidak-shahih/'>hadits tidak shahih</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/334/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=334&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/08/02/hadits-jihad-besar-jihad-kecil-hadits-tidak-shahih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/08/jihad-vs-terrorism13.jpg?w=148" medium="image">
			<media:title type="html">jihad-vs-terrorism1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>METODE PENETAPAN AWAL BULAN RAMADHAN SESUAI SUNNAH</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/07/27/metode-penetapan-awal-bulan-ramadhan-sesuai-sunnah/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/07/27/metode-penetapan-awal-bulan-ramadhan-sesuai-sunnah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jul 2011 07:51:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[FIQIH]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[abu abdillah]]></category>
		<category><![CDATA[abu ubaidah]]></category>
		<category><![CDATA[hilal]]></category>
		<category><![CDATA[hilal menurut sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[metode penetapan awal ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[panduan lengkap puasa ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[penetapan awal ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[pustaka]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[Awal bulan Ramadhan ditentukan dengan dua cara: Pertama, terlihatnya hilal bulan Ramadhan. Walaupun yang melihatnya hanya satu orang yang adil. Berdasarkan hadits Abdullah bin Umar, dia berkata: “Orang-orang sedang mengamati hilal. Aku mengabari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bahwa aku melihatnya. Beliau kemudian berpuasa dan menyuruh orang-orang agar ikut berpuasa bersama beliau.” (HR. Abu Dawud [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=325&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/07/nature-2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-328" title="Nature 2" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/07/nature-2.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Awal bulan Ramadhan ditentukan dengan dua cara:</p>
<p><strong>Pertama,</strong> terlihatnya hilal bulan Ramadhan. Walaupun yang melihatnya hanya satu orang yang adil. Berdasarkan hadits Abdullah bin Umar, dia berkata: <strong>“Orang-orang sedang mengamati hilal. Aku mengabari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bahwa aku melihatnya. Beliau kemudian berpuasa dan menyuruh orang-orang agar ikut berpuasa bersama beliau.”</strong> (HR. Abu Dawud no. 2342, Ibnu Hibban no. 3447, Hakim 1/423. Hadits ini shahih, lihat al-Irwa’ no. 908 karya al-Albani. Lihat “Panduan Lengkap Puasa Ramadhan” penerbit Pustaka al-Furqon).</p>
<p><strong>Kedua, </strong>jika hilal tidak terlihat karena suatu sebab -misalnya mendung- maka bulan sya’ban digenapkan 30 hari. Dasarnya adalah hadits Abu Hurairah, bahwasanya<span id="more-325"></span> Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: <strong>“Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berhari rayalah karena melihat hilal. Jika awal bulan samar bagi kalian maka genapkanlah bulan sya’ban hingga tiga puluh hari.”</strong> (HR. Bukhari no. 1909, Muslim no. 1081. Lihat “Panduan Lengkap Puasa Ramadhan”).</p>
<p>Dari penjelasan di atas dapat kita pahami bahwa metode dalam penentuan awal puasa Ramadhan adalah dengan terlihatnya hilal. Jika hilal tidak terlihat, maka dengan menyempurnakan bilangan bulan sya’ban menjadi 30 hari. Inilah cara mudah dalam penentuan awal bulan Ramadhan yang selayaknya diamalkan oleh seluruh kaum muslimin.</p>
<p>Barang siapa yang menyangka bahwa dia mengetahui masuknya awal bulan Ramadhan dengan cara selain yang telah ditetapkan oleh agama, maka sungguh dia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya. Contohnya adalah orang yang mengatakan wajibnya mengikuti metode hisab dalam penentuan awal bulan Ramadhan, atau wajib berpegang dengan kalender. Metode hisab ini tidak bisa diketahui oleh setiap orang, apalagi metode hisab mengandung kemungkinan salah. Cara dan metode semacam ini memberatkan umat padahal Allah berfirman: <strong>“Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.”</strong> (QS. Al-Hajj [22]: 78).</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah telah menyampaikan kesepakatan para sahabat bahwa metode hisab tidak bisa dijadikan sandaran dalam penentuan bulan Ramadhan dan keluarnya. (Majmu’ Fatawa 25/207. Lihat Fathul Bari 4/127. Lihat “Panduan Lengkap Puasa Ramadhan”).</p>
<p>Maka, yang wajib bagi seluruh kaum muslimin adalah mencukupkan diri dengan apa yang telah disyari’atkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Marilah kita tinggalkan segala fanatisme golongan karena itu semua hanya akan menjauhkan kita dari menerima kebenaran. Marilah kita munculkan dalam hati kita rasa ingin mencari kebenaran meskipun hal itu harus bertentangan dengan sesuatu yang selama ini kita yakini.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p>Rujukan: Tulisan ini banyak mengambil manfaat dari buku &#8220;Panduan Lengkap Puasa Ramadhan Menurut al-Qur’an dan Sunnah&#8221;, penulis: Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Luqman &amp; Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi, penerbit: Pustaka al-Furqon.</p>
<p>Abu Aslam Benny bin Syahmir bin Marbawi</p>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/fiqih/'>FIQIH</a>, <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/puasa/'>puasa</a>, <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/ramadhan/'>ramadhan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/325/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=325&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/07/27/metode-penetapan-awal-bulan-ramadhan-sesuai-sunnah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/07/nature-2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Nature 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENJADI MOTOR PENGGERAK &amp; KUNCI KEBAIKAN</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/07/18/menjadi-motor-penggerak-kunci-kebaikan/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/07/18/menjadi-motor-penggerak-kunci-kebaikan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 17:34:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKHLAQ]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[NASEHAT]]></category>
		<category><![CDATA[do'a]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[kebaikan]]></category>
		<category><![CDATA[kunci kebaikan]]></category>
		<category><![CDATA[majalah assunnah]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh abdurrazzaq]]></category>
		<category><![CDATA[universitas islam madinah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=284</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Prof. Doktor ‘Abdur-Razzaq bin ‘Abdul-Muhsin al-‘Abbad (Guru Besar di Universitas Islam Madinah KSA) Siapa saja yang ingin menjadi kunci kebaikan dan penutup pintu kejelekan, ia mesti menempuh cara-cara berikut ini: 1. Ikhlas dalam seluruh perkataan dan perbuatan. Karena ikhlas adalah pondasi seluruh kebaikan dan mata air seluruh keutamaan. 2. Berdo’a dan terus-menerus meminta taufik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=284&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/07/13432_101799259841172_100000332953956_47329_5785434_a.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-285" title="13432_101799259841172_100000332953956_47329_5785434_a" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/07/13432_101799259841172_100000332953956_47329_5785434_a.jpg?w=600" alt=""   /></a>Oleh:<br />
Prof. Doktor ‘Abdur-Razzaq bin ‘Abdul-Muhsin al-‘Abbad<br />
(Guru Besar di Universitas Islam Madinah KSA)</p>
<p>Siapa saja yang ingin menjadi kunci kebaikan dan penutup pintu kejelekan, ia mesti menempuh cara-cara berikut ini:</p>
<p>1. Ikhlas dalam seluruh perkataan dan perbuatan. Karena ikhlas adalah pondasi seluruh kebaikan dan mata air seluruh keutamaan.</p>
<p>2. Berdo’a dan terus-menerus meminta taufik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala supaya memperoleh kemudahan untuk merealisasikan cita-cita tersebut. Sebab do’a adalah pembuka pintu setiap kebaikan. Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menolak seorang hamba yang berdo’a kepada-Nya, dan juga tidak mengesampingkan seorang mukmin<span id="more-284"></span> yang memanggil-Nya.</p>
<p>3. Semangat untuk mencari dan menggapai ilmu yang bermanfaat. Sungguh, ilmu akan mengantarkan kepada berbagai keutamaan dan budi pekerti yang luhur, serta berfungsi sebagai penghalang dari perilaku rendah dan dosa-dosa besar.</p>
<p>4. Serius untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, terutama dalam menjalankan ibadah-ibadah wajib, dan lebih khusus tentang ibadah shalat. Sungguh, shalat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.</p>
<p>5. Menghiasi diri dengan akhlak yang mulia dan tinggi, dan menjauhi moral yang rusak dan perilaku buruk.</p>
<p>6. Berteman dengan akhyar (orang-orang pilihan) dan duduk bersama dengan orang-orang shalih. Sesungguhnya majelis mereka dihadiri para malaikat, dinaungi oleh rahmat. Sebaliknya, harus waspada jangan sampai duduk bersama orang-orang bermoral buruk karena majelis mereka didatangi oleh syaitan.</p>
<p>7. Menasehati orang lain saat bergaul dan berinteraksi dengan sesama hingga dapat menyibukkan mereka dengan kebaikan dan memalingkan mereka dari keburukan. Mengingatkan sesama kepada hari akhir dan saat-saat seseorang berdiri dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala Rabbul-‘alamin. Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membalas orang baik dengan kebaikan dan orang jelek dengan kejelekannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. al-Zalzalah: 7-8).</p>
<p>8. Landasan dari itu semua, ialah adanya kemauan kuat pada diri seorang hamba terhadap kebaikan dan keinginan memberi manfaat kepada orang lain. Kapan saja kemauan itu muncul, niat telah merencanakan, dan tekad telah kian menguat, kemudian dilanjutkan memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam menjalankannya, serta berbuat sesuai dengan kaidah syariat, sehingga dengan izin dari Allah, ia akan menjadi salah satu kunci kebaikan dan penutup pintu kejelekan.</p>
<p>(Disalin oleh Benny Abu Aslam dari Majalah As-Sunnah Edisi 08 Th. XII)</p>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/akhlaq/'>AKHLAQ</a>, <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/motivasi/'>motivasi</a>, <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/nasehat/'>NASEHAT</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/284/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=284&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/07/18/menjadi-motor-penggerak-kunci-kebaikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/07/13432_101799259841172_100000332953956_47329_5785434_a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">13432_101799259841172_100000332953956_47329_5785434_a</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENGARUH &amp; MANFAAT TAUHID</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/07/18/pengaruh-manfaat-tauhid/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/07/18/pengaruh-manfaat-tauhid/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 16:27:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKHLAQ]]></category>
		<category><![CDATA[AQIDAH]]></category>
		<category><![CDATA[tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[mengesakan Allah]]></category>
		<category><![CDATA[rububiyah]]></category>
		<category><![CDATA[uluhiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=264</guid>
		<description><![CDATA[Tauhid secara bahasa artinya adalah Mengesakan. Sedangkan menurut istilah, tauhid adalah Mengesakan Allah dalam Uluhiyah, Rububiyah, Nama-Nama dan Sifat-Sifat-Nya. Dari definisi ini menjadi jelas bagi kita bahwa: 1. Tauhid yang murni akan terwujud jika Tuhan disembah (ilah) hanya satu, tidak bermacam-macam. 2. Tauhid yang murni juga akan terwujud jika terdapat keyakinan bahwa Pencipta, Pemberi rizki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=264&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/07/tauhid2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-270" title="Tauhid" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/07/tauhid2.jpg?w=150&#038;h=69" alt="" width="150" height="69" /></a>Tauhid secara bahasa artinya adalah Mengesakan. Sedangkan menurut istilah, tauhid adalah Mengesakan Allah dalam Uluhiyah, Rububiyah, Nama-Nama dan Sifat-Sifat-Nya. Dari definisi ini menjadi jelas bagi kita bahwa:</p>
<p>1. Tauhid yang murni akan terwujud jika Tuhan disembah (ilah) hanya satu, tidak bermacam-macam.</p>
<p>2. Tauhid yang murni juga akan terwujud jika terdapat keyakinan bahwa Pencipta, Pemberi rizki dan Pengatur alam ini hanya satu, tidak ada sekutu dalam penciptaan dan menghidupkan sebagaimana yang diyakini orang-orang Nashrani bahwa Isa ‘alaihissalam dapat menciptakan, menghidupkan dan mematikan.</p>
<p>3. Tauhid yang murni juga akan terwujud jika berkeyakinan bahwa<span id="more-264"></span> Allah memiliki Nama-Nama yang Mulia dan Sifat-Sifat yang Agung, tidak ada sekutu bagi-Nya di dalam Nama-Nama dan Sifat-Sifat tersebut.</p>
<p>Layak diketahui bagi setiap hamba Allah, bahwa setiap yang Allah wajibkan memiliki pengaruh dan manfaat yang tampak pada mereka. Dan tauhid merupakan perintah yang paling utama yang Allah wajibkan kepada segenap hamba-Nya. Pengaruhnya positif dan hasilnya tentu sangat besar.</p>
<p>Tidak ada sesuatu yang pengaruhnya sangat baik, buahnya segar dan keutamaannya bermacam-macam seperti yang ada pada tauhid, karena kebaikan dunia dan akhirat merupakan buah dan keutamaan tauhid.</p>
<p>Di antara manfaat tauhid adalah:</p>
<p>1. Tauhid merupakan sebab paling utama terhapusnya dosa dan kesalahan. Dalilnya adalah hadits Anas radhiallahu ‘anhu, beliau berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Allah Ta’ala berfirman: ‘Wahai anak adam, seandainya engkau mendatangi-Ku dengan sepenuh bumi dosa, kemudian engkau menemui-Ku dalam keadaan tidak menyekutukan Aku sedikitpun –yakni beertauhid-, maka Aku akan mendatangimu dengan sepenuh itu pula ampunan’”. (Riwayat Tirmidzi [V/548, no. 3540], Ibnu Majah [II/1255, no.3821], dan Ahmad [V/147, 148, 153, 154, 155]).</p>
<p>Demikian pula dengan hadits nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Siapa yang bersaksi (bersyahadat) bahwa tidak ada tuhan yang disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan (bersaksi) bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, dan bahwa Isa adalah hamba Allah dan Rasul-Nya serta Kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam dan roh dari-Nya, dan (bersaksi) bahwa surga adalah haq, neraka adalah haq; Allah akan masukkan dia ke dalam surga-Nya apapun amal yang ada padanya”. (Riwayat Bukhari [VI/474, no. 3435], Muslim [I/57, no. 28]). Hadits ini menunjukkan bahwa Allah mengampuni dosa-dosa seorang hamba dengan sebab tauhidnya yang murni. Adakah manfaat di akhirat yang lebih besar dari ini?</p>
<p>2. Tauhid membebaskan seorang hamba dari perbudakan makhluk dan ketergantungan, ketakutan dan kepasrahan terhadap mereka serta beramal untuk mereka. Hati seorang yang bertauhid selalu bergantung kepada Rabb-nya, Pencipta langit dan bumi yang di Tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu. Inilah harga diri yang hakiki dan kemuliaan yang agung. Seorang yang bertauhid selalu beribadah hanya kepada Allah, tidak mengharapkan kepada selain-Nya dan tidak takut kecuali kepada-Nya. Sehingga dengan demikian, kesuksesan dan keberhasilannya kian terealisir.</p>
<p>3. Tauhid merupakan satu-satunya sebab untuk mengggapai ridho Allah Ta’ala, cinta dan pahala-Nya. Berbeda dengan syirik yang merupakan sebab turunnya siksa Allah, kemurkaan dan kepedihan azab-Nya. Firman Allah Ta’ala: “Kamu tidak akan mendapat suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung.” (QS. Al-Mujadilah: 22).</p>
<p>4. Tauhid yang telah tertanam mantap dalam hati seseorang hamba akan meringankannya dari segala kesulitan, musibah, kepedihan dan kesedihannya. Jika seseorang menyempurnakan tauhid dan keimanannya, dia akan menghadapi kesulitan dan kepedihannya dengan hati yang sabar, jiwa yang tenang, dan menerima serta ridha dengan taqdir Allah. Allah telah memuji orang yang bertauhid ketika mereka menerima musibah. Allah Ta’ala berfirman: “(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka menggucapkan ‘Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’un’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat pujian.” (QS. Al-Baqarah: 156-157).<br />
Rujukan: Kitab “Tauhid, Urgensi dan Manfaatnya”, yang ditulis oleh DR. Umar bin Su’ud al-‘Ied dan diterbitkan oleh Al-Maktab at-Ta’awuni Lid Da’wah wal Irsyad wa Tau’iyatil Jaliat bi as-Sulay.</p>
<p>Penulis:<br />
Abu Aslam Benny al-Atsary</p>
<p>Blog Muslim Sumbar (muslimsumbar.wordpress.com)</p>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/akhlaq/'>AKHLAQ</a>, <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/aqidah/'>AQIDAH</a>, <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/tauhid/'>tauhid</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/264/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=264&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/07/18/pengaruh-manfaat-tauhid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/07/tauhid2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Tauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FAEDAH TENTANG MANHAJ</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/06/29/faedah-tentang-manhaj/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/06/29/faedah-tentang-manhaj/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jun 2011 20:37:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[MANHAJ]]></category>
		<category><![CDATA[ahli bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[ahlus sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[ciri ahli ssunnah]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj salaf]]></category>
		<category><![CDATA[salaf]]></category>
		<category><![CDATA[salafi]]></category>
		<category><![CDATA[salafy]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh muqbil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[MANHAJ SEJATI KITA Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i rahimahullah berkata: “Manhaj kita (kaum muslimin, Pen.) adalah seluruh ajaran al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan (yang artinya), ‘Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian ke dalam Islam secara totalitas.’ (QS. Al-Baqarah [2]: 208).” (Perkataan ini beliau sampaikan dalam kata pengantar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=245&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/06/manhaj-salaf-22.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-252" title="manhaj salaf 2" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/06/manhaj-salaf-22.jpg?w=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" /></a>MANHAJ SEJATI KITA</strong></p>
<p>Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i <em>rahimahullah</em> berkata: “Manhaj kita (kaum muslimin, Pen.) adalah seluruh ajaran al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa Sallam</em> sebagaimana yang Allah <em>Ta’ala</em> firmankan (yang artinya), ‘Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian ke dalam Islam secara totalitas.’ (QS. Al-Baqarah [2]: 208).”</p>
<p>(Perkataan ini beliau sampaikan dalam kata pengantar beliau untuk buku al-Siraj al-Wahhaj bi Shahih al-Minhaj karya Abul Hasan al-Ma’ribi hlm. 11, Maktabah al-Idrisi, Shan’a, Yaman, cet. kedua, 1421 H).</p>
<p>Penjelasan Syaikh Muqbil di atas menunjukkan bahwa manhaj atau minhaj seorang muslim sejati adalah seluruh ajaran al-Qur’an dan Sunnah baik terkait dengan adab, akhlak, ibadah, dan mu’amalah adalah manhaj (baca: jalan) seorang muslim.</p>
<p><strong>MASA DAKWAH LEMAH LEMBUT<span id="more-245"></span></strong></p>
<p>Syaikh Ibnu Baz <em>rahimahullah</em> mengatakan: “Zaman ini adalah zaman dakwah dengan penuh lemah lembut, dengan penuh rasa sabar dan sikap hikmah, bukan zaman yang tepat untuk berdakwah dengan cara keras. Mayoritas manusia saat ini adalah bodoh tentang agama, dalam kelalaian, dan lebih mengutamakan dunia sehingga harus dengan penuh kesabaran dan kelemahlembutan agar seruan kebaikan sampai ke hati mereka sehingga mereka mendapatkan ilmu. Kami memohon kepada Allah agar Dia melimpahkan hidayah-Nya kepada kita semua.”</p>
<p>(Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah juz 8 hlm. 376 dan juz 10 hlm. 91, terbitan Dar Ashda’ al Mujtama’, Qashim, KSA, cet. ketiga, 1428 H).</p>
<p><strong>CIRI KHAS AHLI SUNNAH</strong></p>
<p>Ibnu Taimiyyah <em>rahimahullah</em> mengatakan: “Khawarij itu menganggap ahli sunnah sebagai orang kafir. Demikian pula mayoritas Mu’tazilah menilai kafir orang di luar kelompok mereka. Demikian pula mayoritas Rafidhah. Ahli bid’ah yang tidak mengkafirkan orang di luar kelompoknya itu memilih untuk memvonis fasik orang di luar kelompoknya. Demikianlah mayoritas ahli bid’ah. Mereka membuat sebuah pemikiran baru lantas mereka kafirkan semua orang yang tidak menyetujuinya dalam pemikiran tersebut. Adapun ahli sunnah, mereka adalah orang-orang yang mengikuti kebenaran yang berasal dari Allah yang dibawa oleh Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.</em> Ahli Sunnah tidak mengkafirkan semua orang yang menyelisihi mereka dalam menyikapi kebenaran yang berasal dari Allah. Ahli Sunnah adalah orang yang paling mengerti tentang kebenaran dan orang yang paling menyayangi sesama.”</p>
<p>(Minhaj as-Sunnah an-Nabawiyyah fi Naqdhi Kalam asy-Syi’ah al-Qadariyyah karya Ibnu Taimiyyah – tahqiq Dr. Muhammad Rosyad Salim juz 5 hlm. 158, cet. pertama, 1406 H).</p>
<p><strong>MENGELUARKAN ORANG DARI AHLI SUNNAH</strong></p>
<p>Imam Ahli Sunnah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal <em>rahimahullah</em> mengatakan: “Mengeluarkan seseorang dari ahli sunnah adalah suatu hal yang berat.”</p>
<p>(As-Sunnah karya Khallal – tahqiq Dr. Athiyah az-Zahrani, terbitan Dar ar-Rayah, Riyadh, cet. pertama, 1410 H).</p>
<p><strong>KELUAR DARI AHLI SUNNAH</strong></p>
<p>Ibnu Utsaimin <em>rahimahullah</em> mengatakan: “Ketidakberesan dalam masalah tauhid itu boleh jadi mengeluarkan seseorang dari golongan yang selamat (baca: ahli sunnah) semisal kerusakan dalam prinsip beribadah hanya kepadaAllah. Demikian pula bid’ah. Boleh jadi seseorang itu melakukan berbagai bid’ah yang mengeluarkan dirinya dari status sebagai bagian dari golongan yang selamat (baca: ahli sunnah). <strong>Sedangkan dalam masalah akhlak dan interaksi, ketidakberesan dalam dua hal tersebut tidaklah mengeluarkan dari golongan yang selamat meskipun hal tersebut tentu saja menurunkan derajatnya.</strong></p>
<p>(Fatawa Arkan al-Islam hlm. 23-24, terbitan Dar Tsaraya, Riyadh, cet. kedua, 1426 H).</p>
<p><strong>KAPAN DISEBUT SEBAGAI AHLI BID’AH ?</strong></p>
<p>Ibnu Taimiyyah <em>rahimahullah</em> mengatakan: “Bid’ah yang menyebabkan pelakunya dinilai sebagai ahli hawa adalah <strong>bid’ah yang terkenal di kalangan para ulama ahli sunnah sebagai sebuah bid’ah yang jelas-jelas menyelisihi al-Qur’an dan Sunnah</strong> semisal bid’ah khawarij, rafidhah, qadariyyah, dan murjiah.”</p>
<p>(Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah jilid 35 hlm. 414, cetakan standar).</p>
<p>Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani <em>rahimahullah</em> mengatakan: “Ahli bid’ah adalah orang yang memiliki kebiasaan melakukan hal yang bid’ah dalam agama, bukan hanya orang yang melakukan bid’ah meski bid’ah yang dia lakukan atau yang dikatakan itu memang secara realita bukan berasal dari ijtihad namun karena mengikuti hawa nafsu. Meski karena hawa nafsu, jika bid’ah tersebut tidak menjadi kebiasaannya maka pelakunya tidaklah dinilai sebagai ahli bid’ah. Jadi ada dua syarat agar seorang itu berstatus sebagai ahli bid’ah:</p>
<ol start="1">
<li>Orang tersebut terjerumus ke dalam bid’ah bukan karena hasil berijtihad namun karena mengikuti hawa nafsu.</li>
<li>Bid’ah adalah kebiasaan dan suatu hal yang sering dia gembar-gemborkan.”</li>
</ol>
<p>(Kaset Silsilah al-Huda wan Nur no. 785).</p>
<p>Catatan: Tulisan ini dikutip oleh Abu Aslam dari tulisan Ustadz Aris Munandar dengan sedikit perubahan. Silahkan lihat majalah Al-Furqon edisi 11 tahun ke-10 Jumada Akhir 1432 [Mei-Juni 2011].</p>
<p><strong> </strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/manhaj/'>MANHAJ</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/245/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=245&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/06/29/faedah-tentang-manhaj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/06/manhaj-salaf-22.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">manhaj salaf 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasihat Ahli Hadits kepada Pemuda Islam</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/06/26/nasihat-ahli-hadits-kepada-pemuda-islam/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/06/26/nasihat-ahli-hadits-kepada-pemuda-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jun 2011 14:27:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[AQIDAH]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[ahli hadits]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani berkata: “Saya nasihatkan kepada para pemuda yang memiliki semangat jihad dan ikhlas karena Allah, hendaklah mereka (mendahulukan) perbaikan diri (dari dalam) dan mengakhirkan perbaikan keluar yang dia tidak mempunyai kemampuan. Dan ini menuntut pekerjaan yang tekun dan waktu yang lama dalam mewujudkan tashfiyah (pemurnian ajaran Islam) dan tarbiyah (pembinaan dan pembelajaran). [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=233&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/06/hadits2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-238" title="hadits2" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/06/hadits2.jpg?w=150&#038;h=104" alt="" width="150" height="104" /></a>Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani berkata:</p>
<p>“Saya nasihatkan kepada para pemuda yang memiliki semangat jihad dan ikhlas karena Allah, hendaklah mereka (mendahulukan) perbaikan diri (dari dalam) dan mengakhirkan perbaikan keluar yang dia tidak mempunyai kemampuan. Dan ini menuntut pekerjaan yang tekun dan waktu yang lama dalam mewujudkan tashfiyah (pemurnian ajaran Islam) dan tarbiyah (pembinaan dan pembelajaran). Karena sesungguhnya pekerjaan ini tidak akan terlaksana melainkan oleh para ulama yang terpilih dan para pendidik yang bertaqwa. Betapa sedikitnya mereka pada zaman ini, khususnya pada kelompok yang memberontak kepada pemerintah.</p>
<p>Terkadang sebagian mereka mengingkari<span id="more-233"></span> pentingnya tashfiyah ini sebagaimana yang terjadi pada sebagian kelompok Islam. Mereka beranggapan bahwa tashfiyah telah hilang masanya, lalu mereka berpaling ke arah politik dan jihad. Perbuatan mereka yang memalingkan perhatian dari tashfiyah dan tarbiyah seluruhnya adalah salah. Betapa banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran syari’at yang bersumber dari mereka disebabkan kelalaian dalam melaksanakan kewajiban tashfiyah. Mereka condong kepada taqlid dan berita dusta, yang dengannya mereka banyak menghalalkan apa-apa yang diharamkan oleh Allah! Sebagai contoh, memberontak kepada pemerintah meskipun belum timbul kekufuran yang jelas dari mereka (pemerintah).</p>
<p>Sebagai penutup saya katakan, kami tidak mengingkari bahwa ada sebagian pemerintah yang wajib bagi kita untuk memberontak kepada mereka. Seperti (pemerintah) yang mengingkari disyari’atkannya puasa Ramadhan, menyembelih hewan kurban pada hari ‘Iedul Adh-ha, dan yang semisalnya dari perkara yang telah diketahui secara pasti dalam agama ini. Mereka ini wajib diperangi berdasarkan nash hadits, akan tetapi dengan syarat ada <strong>kemampuan</strong> sebagaimana yang telah berlalu penjelasannya.</p>
<p>Tetapi, memerangi Yahudi yang menjajah tanah yang suci dan menumpahkan darah kaum Muslimin lebih wajib daripada memerangi pemerintah yang mengingkari perkara yang telah pasti diketahui dalam agama ini dari banyak sisi. Tidak ada tempat untuk menjelaskannya sekarang. Yang lebih penting lagi bahwa tentara pemerintah itu adalah dari saudara-saudara kita kaum Muslimin. Bisa jadi sebagian besar mereka atau kebanyakan mereka tidak ridha terhadap pemerintah itu.</p>
<p>Mengapa para pemuda yang bersemangat itu tidak memerangi Yahudi sebagai ganti penyerangan mereka terhadap sebagian pemerintah kaum Muslimin?! Saya kira jawaban mereka adalah tidak adanya kemampuan sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Jawaban mereka bahwa mereka tidak mampu merupakan jawaban kami, dan kenyataan yang ada menguatkan jawaban kami, dengan dalil bahwa <strong>pemberontakan mereka tidak menghasilkan sesuatu kecuali pertumpahan darah dengan sia-sia. </strong>Sebagai contoh adalah yang terjadi di negara Aljazair. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?!”</p>
<p>(Dinukil dari Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah, juz VII bagian kedua, hlm. 1242-1243, setelah pembahasan hadits no. 3418).</p>
<p>Catatan: Disalin dari buku “Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah” tulisan Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas halaman 579-581.</p>
<p>Disalin Oleh Benny Abu Aslam.</p>
<p>Artikel Terkait: <a href="http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/03/27/menasehati-pemerintah-dengan-cara-yang-baik-tidak-mengadakan-provokasi-dan-penghasutan/">http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/03/27/menasehati-pemerintah-dengan-cara-yang-baik-tidak-mengadakan-provokasi-dan-penghasutan/</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/aqidah/'>AQIDAH</a>, <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/pemerintah/'>pemerintah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/233/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=233&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/06/26/nasihat-ahli-hadits-kepada-pemuda-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/06/hadits2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">hadits2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Budaya Pengkultusan Kuburan adalah Penyebab Kesyirikan</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/06/23/budaya-pengkultusan-kuburan/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/06/23/budaya-pengkultusan-kuburan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jun 2011 06:33:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[AQIDAH]]></category>
		<category><![CDATA[abu aslam]]></category>
		<category><![CDATA[alqur'an]]></category>
		<category><![CDATA[benny abu aslam]]></category>
		<category><![CDATA[istighatsah]]></category>
		<category><![CDATA[kubur]]></category>
		<category><![CDATA[kuburan]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[tawassul]]></category>
		<category><![CDATA[ustadz ali musri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji dan syukur kita ucapkan kepada Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat dan salam untuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, yang telah menjelaskan tauhid dengan segala sendi dan cabang-cabangnya serta pembatalnya. Pada kesempatan kali ini kita ingin membahas tentang penyebab dominan timbulnya kesyirikan di tengah-tengah umat manusia. Di antaranya yaitu pengkultusan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=218&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/06/images-syirik.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-230" title="images syirik" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/06/images-syirik.jpg?w=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" /></a>Segala puji dan syukur kita ucapkan kepada Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat dan salam untuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, yang telah menjelaskan tauhid dengan segala sendi dan cabang-cabangnya serta pembatalnya.</p>
<p>Pada kesempatan kali ini kita ingin membahas tentang penyebab dominan timbulnya kesyirikan di tengah-tengah umat manusia. Di antaranya yaitu pengkultusan terhadap kuburan nenek moyang, orang shalih, dan orang yang dianggap shalih.</p>
<p>Di antara sebab yang membawa kepada pengkultusan kuburan:<br />
<strong>1. Meninggikan kuburan lebih dari satu jengkal</strong><br />
Sebagian kaum muslimin meninggikan kubur melebihi dari hal yang dibolehkan agama. Hal ini mungkin disebabkan karena mereka belum memahami tuntunan agama. Imam Muslim meriwayatkan:<span id="more-218"></span> “Dari Abu Hayyaaj al-Asady, ia berkata: Berkata kepadaku Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu: Maukah engkau aku utus untuk melakukan sesuatu yang aku juga diutus oleh Rasulullah untuk melakukannya? Jangan engkau tinggalkan sebuah patung melainkan engkau hancurkan. Dan tidak pula kuburan yang ditinggikan kecuali engkau datarkan.”</p>
<p>“Dari Tsumamah bin Syufai, ia berkata: Aku pernah bersama Fudholah bin Ubaid di negeri Romawi ‘Barudis’. Lalu meninggal salah seorang teman kami. Maka Fudholah menyuruh untuk mendatarkan kuburannya. Kemudian ia berkata: Aku mendengar Rasulullah menyuruh mendatarkannya.” (HR. Muslim).</p>
<p><strong>2. Menembok dan mencat kuburan</strong><br />
Di antara kebiasan buruk yang bisa membawa kepada sikap pengkultusan kuburan adalah menembok dan mencat kuburan. Di samping hal itu diharamkan dalam agama, termasuk pula membuang harta kepada sesuatu yang tidak ada manfaatnya. Dan yang lebih ditakutkan adalah akan terfitnahnya orang awam dengan kuburan tersebut. Sehingga mereka menganggap kuburan tersebut memiliki berkah dan sakti.</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah melarang dengan tegas menembok dan mencat kuburan. “Dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah melarang mencat kubur, duduk di atasnya dan membangun di atasnya.” (HR. Muslim).</p>
<p><strong>3. Membangun rumah untuk kuburan</strong><br />
Sebagian orang ada pula yang mebangunkan rumah untuk kuburan. Bahkan kadang kala biayanya cukub besar. Ini adalah salah satu bentuk penyia-nyiaan dalam penggunaan harta. Mungkin orang yang melakukan hal tersebut berasumsi bahwa si mayat mendapat naungan dan nyaman dalam kuburnya. Sesungguhnya tidak ada yang dapat memberikan kenyamanan dalam kubur kecuali amalan sendiri, walau seindah apa pun kuburan seorang tersebut. “Ibnu Umar melihat sebuah tenda di atas kubur Abdurrahman. Maka ia berkata: ‘Bukalah tenda tersebut wahai anak muda, karena sesungguhnya yang melindunginya adalah amalannya.’” (HR. Bukhari: 1/457).</p>
<p><strong>4. Duduk dan makan di kuburan</strong><br />
Bentuk lain yang merupakan jalan yang membawa kepada pengkultusan kuburan adalah kebiasaan sebagian orang mendatangi kuburan pada momen-momen tertentu. Seperti mau masuk bulan Ramadhan, Lebaran atau masa setelah panen. Mereka berbondong-bondong ke kuburan dengan membawa tikar dan makanan. Lalu sesampai di kuburan membentangkan tikar dan duduk bersama-sama. Dilanjutkan dengan rangkaian acara tahlilan dan do’a setelah itu ditutup acara makan bersama. Jika hal tersebut kita timbang dengan ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah, maka sungguh sangat bertolak belakang sama sekali. Jangankan untuk tahlilan dan makan bersama, duduk saja tidak diperbolehkan. “Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: ‘Sungguh salah seorang kalian duduk di atas bara api lalu membakar baju sehingga tembus ke kulitnya lebih baik daripada ia duduk di atas kuburan.’” (HR. Muslim).</p>
<p>Kiranya sabda Nabi di atas amat jelas bagi orang yang hatinya mau menerima nasihat. Adapun orang yang mata hatinya sudah ditutup oleh Allah dari menerima petunjuk, niscaya ia akan berupaya mencari-cari alasan untuk menolaknya.</p>
<p><strong>5. Membaca al-Qur’an di kuburan</strong><br />
Sebagian orang ada yang berpandangan adanya keutamaan membaca al-Qur’an ketika berziarah kubur seperti membaca QS. al-Fatihah [1], QS. al-Ikhlas [112] atau QS. Yasin [36], dan yang lainnya. Bahkan ada yang menyewa orang lain khusus untuk membaca dan mengkhatamkan al-Qur’an di kuburan keluarganya pada hari-hari tertentu. Hal tersebut tidak pernah dianjurkan dalam agama ini. Yang dianjurkan ketika berziarah kubur hanyalah membaca do’a ziarah kubur. Berbeda dengan orang yang suka melakukan hal-hal yang baik menurut pikiran dan perkiraan mereka semata. Tetapi tidak baik menurut Allah karena hal tersebut merupakan perkara ibadah yang tidak ada dasarnya sama sekali dalam agama. Kalau seandainya hal tersebut baik, pastilah Allah memerintahkan kepada Rasulullah dan para sahabat melakukannya. Apakah kita lebih tahu dari Allah tentang hal yang baik?! “Katakanlah apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah” (QS. al-Baqarah [2]: 140).</p>
<p><strong>6. Menganggap shalat dan berdo’a di kuburan lebih utama</strong><br />
Keyakinan lainnya yang amat aneh adalah pendapat yang mengatakan bahwa shalat dan berdo’a di kuburan jauh lebih baik daripada di masjid, bahkan berasumsi lebih cepat terkabulkan. Yang lebih celaka lagi adalah meminta kepada si penghuni kubur. Ini sudah merupakan kesyirikan yang serupa dan telah diperbuat oleh umat jahiliyyah dahulu.</p>
<p>Syariat Islam tidak membolehkan shalat di tempat yang pada arah kiblatnya terdapat kuburan, lebih-lebih shalat di tempat yang sekelilingnya kuburan. Di antara perbuatan dalam shalat adalah duduk, maka duduk pun dilarang di kuburan. Maksudnya di tempat tanah pekuburan, meskipun tidak persis di atas kuburan. “Dari Abu Martsid al-Ghanawy Radhiyallahu ‘anhu berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: ‘Janganlah kamu duduk di atas kuburan dan jangan pula shalat menghadapnya.’” (HR. Muslim).</p>
<p><strong>7. Membangun masjid dekat kuburan atau mengubur mayat di pekarangan masjid</strong><br />
Sebagian orang telah terjerumus ke dalam kebiasaan ahli kitab (yahudi dan nasrani), mereka membangun masjid dekat kuburan orang-orang yang mereka anggap shalih. Atau menguburkannya di pekarangan masjid. Padahal larangan terhadap perkara tersebut dengan tegas telah dijelaskan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. “Dari Jundub ia berkata: Aku mendengar Nabi bersabda lima hari sebelum beliau wafat: ‘Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian menjadikan kuburan para nabi dan orang-orang shalih mereka sebagai masjid. Ketahuilah! Janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai masjid, sesungguhnya aku melarang kalian dari hal itu.’” (HR. Muslim).</p>
<p>“Dari Aisyah bahwa Ummu Salamah menyebutkan kepada Rasulullah sebuah gereja yang ia lihat di negeri Habasyah, yang diberi nama gereja Maria. Ia menceritakan bahwa ia melihat lukisan di dalamnya. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: ‘Mereka adalah kaum yang bila meninggal seorang yang shalih di kalangan mereka, mereka membangun masjid di atas kuburannya dan membuat lukisan-lukisan tersebut di dalamnya. Mereka adalah makhluk yang paling jelek di sisi Allah.’” (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Dari kedua hadits di atas sangat jelas menegaskan tentang haramnya membangun masjid di atas tanah pekuburan. Barangsiapa melakukannya maka ia telah melanggar larangan Nabi sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan Jundub Radhiyallahu ‘anhu. Orang yang melakukannya adalah makhluk yang paling jelek di sisi Allah sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan Aisyah Radhiyallahu ‘anha. Bahkan Nabi melaknat orang yang membangun masjid di atas tanah kuburan. Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan Aisyah dan Ibnu Abbas. “Dari Aisyah dan Abdullah Ibnu Abbas keduanya berkata: Tatkala Rasulullah semakin merasakan sakit, beliau menutup mukanya dengan bajunya. Apabila sakitnya agak berkurang beliau membuka mukanya. Dalam kondisi seperti itu beliau bersabda: ‘Laknat Allah lah atas orang Yahudi dan Nasrani yang menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid.’” (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi memperingatkan terhadap apa yang mereka perbuat. Di antara hikmah Rasulullah mengatakan hal tersebut saat beliau akan wafat adalah agar umat ini jangan meniru apa yang dilakukan orang Yahudi dan Nasrani tersebut. Kuburan para nabi saja tidak boleh dijadikan sebagai masjid, apa lagi kuburan selainnya!!</p>
<p>Imam an-Nawawi Rahimahullah berkata: “Sesungguhnya larangan Nabi menjadikan kuburannya dan kuburan lainnya sebagai masjid karena khawatir timbulnya fitnah. Karena hal tersebut bisa membawa kepada kekufuran sebagaimana telah terjadi pada kebanyakan umat-umat yang lalu.” (Lihat Syarah an-Nawawi: 5/13).</p>
<p><strong>8. Bertawassul dan beristighatsah dengan orang yang sudah mati</strong><br />
Ketika sebagian muslimin tidak mengindahkan berbagai nasihat Nabi yang telah dijelaskan di atas, lalu setan menjerumuskan mereka kepada hal-hal yang membawa kepada kesyirikan. Sehingga sebagian orang telah memaknai lain terhadap kuburan. Mereka menjadikan kuburan sebagai mediator untuk berdo’a, mereka bertawassul dan beristighatsah dengan orang mati.</p>
<p>Pada hakikatnya bertawassul itu terbagi kepada beberapa bentuk. Ada yang diperbolehkan dan ada pula yang terlarang. Yang dibolehkan adalah bertawassul dengan nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala, bertawassul dengan amal shalih dan bertawassul dengan do’a orang shalih yang hidup lagi hadir. Yang terlarang adalah bertawassul dengan dzat dan jaah (kedudukan) orang shalih, bertawassul dengan orang shalih yang masih hidup tetapi tidak hadir dan bertawassul dengan orang yang sudah mati.</p>
<p>Sebagian orang memahami dan mengira bahwa kehidupan para nabi, orang yang mati syahid dan orang-orang shalih di alam barzakh sama seperti kehidupan mereka di alam dunia. Mereka mengira bahwa Nabi atau orang shalih tersebut dapat mendengar do’a wali dengan maksud agar dibantu mencarikan jalan keluar dari kesulitan yang mereka hadapi. Ada yang meminta jodoh, pekerjaan, dimudahkan usahanya, disembuhkan penyakitnya dan seterusnya. Jangankan setelah kematian wali, sewaktu hidupnya saja para wali tersebut tidak mampu memenuhi permintaan mereka. Jika meminta kesembuhan kepada mereka, wali itu sendiri tidak mampu menyembuhkan penyakitnya sampai dirinya meninggal.</p>
<p>Kenapa kita tidak secara langsung meminta kepada Allah Yang Maha Pengasih, Maha Kaya lagi Maha dekat dan Maha sempurna dalam segala sifat-sifat-Nya yang mulia sedangkan selain Allah adalah makhluk yang memiliki kekurangan dan kelemahan dalam berbagai segi. Ia tidak dapat mendengar dari jarak jauh, apalagi setelah mati.</p>
<p>Tidak pernah kita temukan pada kehidupan para sahabat bahwa mereka bertawassul dengan beristighatsah dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam apalagi dengan para sahabat yang telah meninggal. Sekalipun di antara mereka yang meninggal tersebut ada yang dijamin masuk surga oleh Allah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Demikian pula jika kita melihat do’a-do’a mustajab yang diajarkan Rasulullah kepada sahabat beliau, tidak ada satupun dijumpai yang berkonteks tawassul dan beristighatsah dengan orang mati.</p>
<p>Adapun dalil-dalil yang menyebutkan tentang si mayat dapat mendengar langkah orang yang mengantarkannya ke kubur tidaklah menunjukkan bahwa ia mendengar selama-lamanya. Namun hanya pada saat itu saja dan yang dapat ia dengar hanyalah suara langkah saja, bukan semua apa yang ada di atas dunia. Kalau tidak demikian tentu mereka juga tersiksa dengan suara petir, hujan, angin kencang, suara binatang dan serangga yang ada di sekitar kuburnya serta segala hal yang memekakkan di dunia ini.</p>
<p>Catatan: Tulisan ini diringkas oleh Abu Aslam dari majalah al-Furqon no. 95 edisi khusus tahun ke-9 (1430/2009). Diringkas dari tulisan Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA. Abu Aslam melakukan sedikit perubahan pada tulisan tanpa mengubah maksud tulisan.</p>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/aqidah/'>AQIDAH</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=218&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/06/23/budaya-pengkultusan-kuburan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/06/images-syirik.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">images syirik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ADAB DAN AKHLAQ</title>
		<link>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/06/20/adab-dan-akhlaq/</link>
		<comments>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/06/20/adab-dan-akhlaq/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 09:40:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsumbar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ADAB]]></category>
		<category><![CDATA[AKHLAQ]]></category>
		<category><![CDATA[ashar]]></category>
		<category><![CDATA[musuh]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[tidur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimsumbar.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[DIANGGAP SUNNAH NABI PADAHAL BUKAN Banyak orang beranggapan bahwa menduduki bagian dalam telapak kaki kiri dan menegakkan betis kaki kanan ketika makan adalah suatu hal yang dianjurkan karena itulah yang dilakukan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Ini adalah anggapan yang kurang tepat karena hadits yang menjadi dasar anggapan ini adalah hadits yang lemah (dha’if). Tentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=206&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/06/33822.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-209" title="33822" src="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/06/33822.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>DIANGGAP SUNNAH NABI PADAHAL BUKAN</strong></p>
<p>Banyak orang beranggapan bahwa menduduki bagian dalam telapak kaki kiri dan menegakkan betis kaki kanan ketika makan adalah suatu hal yang dianjurkan karena itulah yang dilakukan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Ini adalah anggapan yang kurang tepat karena hadits yang menjadi dasar anggapan ini adalah <strong>hadits yang lemah (dha’if).</strong></p>
<p>Tentang cara duduk seperti itu al-Hafizh al-‘Iraqi mengatakan: Diriwayatkan oleh Abul Hasan bin al-Muqri dalam kitabnya yang berjudul al-Syama’il dengan redaksi, “Kebiasaan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam jika duduk untuk makan beliau memilih posisi duduk orang gelisah dengan menjadikan lutut kaki kiri sebagai tumpuan agar mudah bangkit berdiri dan menegakkan betis kaki kanan kemudian mengatakan, ‘Aku hanyalah seorang hamba. Aku makan sebagaimana seorang hamba sahaya makan dan aku berbuat sebagaimana seorang hamba sahaya berbuat.’” Namun <strong>sanadnya lemah.<span id="more-206"></span></strong></p>
<p>(Ihya’ Ulumuddin karya Abu Hamid al-Ghazali yang dicetak bersama <strong>al-Mughni ‘An Hamli al-Asar fi Takhrij Ma fil Ihya’ min Akbar karya al-Hafizh al-‘Iraqi</strong> juz 2 hlm. 5, terbitan Darul Fikr, Beirut, 1428 H).</p>
<p><strong>BERSIKA</strong><strong>P KEPADA MUSUH</strong></p>
<p><strong></strong>Ibnul Qayyim mengatakan, “Aku tidak mengetahui seorang yang memiliki sifat-sifat ini selain Ibnu Taimiyyah. Semoga Allah menyucikan arwahnya.”</p>
<p>Salah seorang murid senior beliau pernah mengatakan, “Aku berharap bisa bersikap dengan para sahabatku sebagaimana Ibnu Taimiyyah bersikap dengan musuh-musuhnya. Aku tidak pernah mengetahui Ibnu Taimiyyah mendo’akan kejelekan untuk seorangpun dari musuh-musuhnya. Sebaliknya, beliau sering mendo’akan kebaikan untuk mereka.</p>
<p>Suatu hari aku menemui beliau untuk menyampaikan kabar gembira berupa meninggalnya musuh terbesar beliau sekaligus orang yang paling memusuhi dan paling suka menyakiti beliau. Mendengar berita yang kusampaikan, beliau membentakku, menyalahkan sikapku, dan mengucapkan istirja’ (inna lillahi wa inna ilaihi raji’un).</p>
<p>Kemudian beliau bergegas pergi menuju rumah orang tersebut. Beliau lantas menghibur keluarga yang ditinggal mati. Bahkan beliau mengatakan, ‘Aku adalah pengganti beliau untuk kalian. Jika kalian memerlukan suatu bantuan pasti aku akan membantu kalian,’ dan ucapan semisal itu. Akhirnya mereka pun bergembira, mendo’akan kebaikan untuk Ibnu Taimiyyah, dan sangat kagum dengan sikap Ibnu Taimiyyah tersebut. Semoga Allah menyayangi dan meridhai Ibnu Taimiyyah.”</p>
<p>(Madarij as-Salikin karya Ibnul Qayyim: 2/328-329, tahqiq Imad ‘Amir, terbitan Darul Hadits, Kairo, cet. Pertama 1316 H).</p>
<p><strong>TIDUR SETELAH SHALAT ASHAR</strong></p>
<p>Pertanyaan, “Ada orang yang bilang bahwa tidur setelah mengerjakan shalat Ashar hukumnya haram. Benarkah itu?”</p>
<p>Jawaban Lajnah Da’imah, “Tidur setelah shalat Ashar adalah kebiasaan yang dilakukan oleh sebagian orang. Hukumnya adalah boleh karena hadits-hadits mengenai larangan tidur setelah Ashar tidaklah tergolong hadits yang shahih.”</p>
<p>Fatwa di atas ditandatangani oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku ketua Lajnah Da’imah, Abdullah bin Ghadayan, Shalih al-Fauzan, Abdul Aziz alu Syaikh, dan Bakr Abu Zaid masing-masing sebagai anggota.</p>
<p>(Fatawa Lajnah Da’imah yang dikumpulkan oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazzaq ad-Duwaisy, jilid 26 kitab al-Jami’ hlm. 147-148, terbitan Ulin Nuha lil Intaj, Kairo).</p>
<p>Catatan:</p>
<p>Diambil dari tulisan Ustadz Aris Munandar (semoga Allah menjaganya) dalam majalah al-Furqon edisi 10 tahun ke-10 Jumada Ula 1432 (April 2011)</p>
<p>Disalin dengan sedikit perubahan. Disalin oleh Benny Abu Aslam.</p>
<p><strong> </strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/adab/'>ADAB</a>, <a href='http://muslimsumbar.wordpress.com/category/akhlaq/'>AKHLAQ</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimsumbar.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimsumbar.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimsumbar.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimsumbar.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimsumbar.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimsumbar.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimsumbar.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimsumbar.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimsumbar.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimsumbar.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimsumbar.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimsumbar.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimsumbar.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimsumbar.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimsumbar.wordpress.com&amp;blog=21561651&amp;post=206&amp;subd=muslimsumbar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/06/20/adab-dan-akhlaq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/949ed980fb52fa7f0d27a9692aef1e36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muslimsumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimsumbar.files.wordpress.com/2011/06/33822.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">33822</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
