MENTAHNIK ANAK KETIKA LAHIR

Tahnik ialah; Mengunyah sesuatu kemudian meletakkan/memasukkannya ke mulut bayi lalu menggosok-gosokkan ke langit-langit (mulut)nya. Dilakukan demikian kepada bayi agar supaya ia terlatih terhadap makanan dan untuk menguatkannya. Dan yang patut dilakukan ketika mentahnik hendaklah (mulut bayi) tersebut dibuka sehingga (sesuatu yang telah dikunyah) masuk ke dalam perutnya. Dan yang lebih utama (ketika) mentahnik ialah dengan kurma. Dan kalau tidak ada kurma dengan sesuatu yang manis dan tentunya madu lebih utama dari yang lainnnya (kecuali kurma).

Demikian keterangan Ibnu Hajar di Fathul Baari’ Kitabul Aqiqah. Menurut Imam Nawawi bahwa tahnik ini termasuk Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dengan kesepakatan para ulama. (Lihat Syarah Muslim Kitabul Adab).

Ustadz Abdul Hakim berkata: “Adapun hukumnya sunat tidak wajib dan waktunya ketika anak itu lahir atau sehari sesudahnya dengan melihat zhahir-nya hadits dan hikmah yang terdapat pada tahnik yaitu latihan terhadap makanan dan untuk menguatkan tubuhnya. Meskipun demikian kalau dilakukan beberapa hari sesudah kelahiran tidak mengapa hanya saja kurang utama. Wallahu A’lam.”

“Dasar-dasar ataupun dalil-dalil tentang tahnik.”

1. Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Didatangkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam seorang bayi laki-laki beliau mentahniknya, lalu bayi itu mengencinginya, kemudian beliau memercikkannya dengan air.” (Hadits shahih dikeluarkan oleh al-Bukhari [no. 5468] dan Muslim [1/163-164]. Lafazh hadits oleh al-Bukhari).

2. Ketika Abu Thalhah mendapat anak, beliau langsung membawanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mentahniknya dengan kurma dan menamakannya: Abdullah. (Dikeluarkan oleh al-Bukhari [no. 5470] dan Muslim [6/174-175] dalam hadits yang panjang dari jalan Anas bin Malik).

3. Dari Abu Musa, dia berkata, “Telah dilahirkan untukku seorang anak laki-laki. Lalu aku membawanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, kemudian beliau menamakannya Ibrahim, lalu beliau mentahniknya dengan sebuah kurma dan mendo’akan keberkahan untuknya, lalu beliau menyerahkannya kepadaku kembali.” (Hadits shahih riwayat Bukhari [no. 5467 dan 6198] dan Muslim [6/175]).

MANFAAT KURMA

Kurma dapat menambah berat badan anak-anak, memelihara ketajaman dan kebinaran mata, mencegah penonjolan bola mata, melawan kekaburan, menguatkan penglihatan dan pendengaran, menenangkan saraf dan menguatkannya, menghilangkan ketegangan, menggiatkan kelenjar tiroid, serta memberikan ketenangan dan kedamaian kepada jiwa, dengan memakannya pada pagi hari bersama segelas susu.

Kurma mudah dicerna dan cepat berpengaruh dalam menyegarkan tubuh. Ia dapat melancarkan kencing, membersihkan lever, dan mencuci ginjal. Air rebusannya bermanfaat untuk melawan batuk, radang saluran pernapasan, dan dahak. Seratnya dapat melawan konstipasi (sembelit). Dan garam-garam mineralnya dapat menyeimbangkan keasaman darah yang menjadi penyebab pengerasan ginjal dan empedu, encok, wasir, dan darah tinggi. (The Miracle of Dates Rahasia Sehat Alami dengan Kurma [hal. 48-50]).

Mentahnik bayi dengan kurma adalah sebuah perkara yang menakjubkan, karena di dalamnya terdapat manfaat-manfaat medis yang besar. Terbukti bahwa pada kurma terdapat unsur-unsur vital yang dapat melindungi dari penyakit dan menguatkan daya tahan tubuh yang telah didapatkannya dari Allah. Kurma memainkan peran sebagai vaksin yang akan melindungi dan membentenginya sepanjang hidupnya, sebagaimana bayi yang diberi vaksin polio, difteri, dan campak.

Lebih dari itu, air liur kedua orang tua akan mengikat hati bayi dengan cinta mereka dan mengalirkan kepadanya fitrah Islam mereka yang suci, sehingga dia akan tumbuh dengan baik dan bersih. Dia akan selalu merasakan manisnya iman sebagaimana manisnya kurma yang bercampur dengan air liur, yang bersama lidah selalu melantunkan zikir kepada Allah.

Mentahnik bayi dapat menanamkan dalam jiwa kedua orang tua kasih sayang yang tulus kepada anak-anak mereka, sehingga keluarga muslim ini akan hidup dalam keharmonisan, kedamaian, dan cinta selamanya. Subhanallah! Sungguh luhur hikmah dalam syariat-Nya.

Penulis: Abu Aslam Benny bin Syahmir Marbawi

Rujukan:
1. Buku Menanti Buah Hati & Hadiah Untuk Yang Dinanti, tulisan Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat.
2. Buku The Miracle of Dates Rahasia Sehat Alami dengan Kurma, tulisan Ahmad Salim Badwilan.

Posted on Maret 29, 2011, in ANAK and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 9 Komentar.

  1. Bismillah… kunjungan perdana nih…

    Hmm…templatenya cantik pisan… oke banget, abah cuma mau beri saran agar artikel bisa dimuat banyak, per posting di penggal aja 1 paragraf dari atas pak.. up date terus dan semangat ya…

  2. Bismillah….subhanalloh… makin cantik saja tampilannya …. sip 😀 ; insya Alloh akan ana pasang di blog abah link-nya.:D

  3. Subhanallah, pengen punya anak rasanya nih, biar bisa mentahnik.

  4. subhannaloh,,,jazakumulloh khoiron khatsiro,,atas infonya,,,

  5. assalaamu’alaykum..
    maaf mau tanya, kapankah waktu yang tepat untuk melakukan tahnik tersebut??
    jazakalloh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: