DI MANA ALLAH ?

Mungkin pertanyaan di atas terlihat sangat sederhana, namun jika kita tanyakan kepada orang-orang yang ada di sekeliling kita, akan kita dapati beberapa kemungkinan jawaban.

Jawaban pertama adalah dikatakan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala ada dimana-mana, kedua Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih dekat dari urat leher, ketiga Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak ada di mana-mana, keempat ada orang yang diam ketika ditanya dengan pertanyaan ini, dan terakhir ada yang mengatakan bahwa pertanyaan ini tidak boleh dilontarkan.

Alangkah mengherankan bagi kita kaum muslimin yang setiap hari menyembah Allah Subhanahu wa Ta’ala tetapi kita tidak tahu di mana Allah Rabb yang kita sembah. Selanjutnya apakah jawaban menurut al Qur’an dan as Sunnah dalam masalah di atas:

Pertama kita lihat firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam al Qur’an Surat Thaha ayat 5: Ar Rahman (Allah) di atas ‘Arsy Dia istawaa, Kedua Surat Al A’raf ayat 54: “…Kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy….Ketiga Surat As Sajadah ayat 4: “Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy.” Selain itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan dalam empat tempat yang lain dalam al Qur’an yaitu pada Surat Yunus ayat 3, Surat Ar Ra’du ayat 2, Surat Al Furqan ayat 59, dan Surat Al Hadid ayat 4.

Dalam ayat yang lain Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman: Apakah kamu merasa aman terhadap Dzat yang di atas langit bahwa Dia akan menenggelamkan kamu ke dalam bumi, maka tiba-tiba ia (bumi) itu bergoncang?(Al Mulk ayat 16). Hal yang senada pun terdapat dalam Surat Al Mulk ayat 17: “Ataukah kamu (memang) merasa aman terhadap Dzat yang di atas langit bahwa Dia akan mengirim kepada kamu angin yang mengandung batu kerikil?…”.

Selanjutnya dalam hadits Shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim (Juz 2 hal 70-71), Imam Malik, Abu Dawud (no:930-931), Nasa’i(Juz 3 hal 13-14), Ahmad dan lain-lain, ketika Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam menanyakan hal ini kepada budak wanita Mu’awiyah bin Hakam as Sulamiy: “Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bertanya kepada budak perempuan itu: “Dimanakah Allah?” Jawab budak perempuan: “Di atas langit.” Beliau bertanya lagi: “Siapakah aku?” Jawab budak perempuan: “Engkau adalah Rasulullah.” Beliau bersabda: “Merdekakanlah Dia! Karena sesungguhnya Dia seorang mu’minah (perempuan yang beriman).”

Dalam Hadits yang lain Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Tidakkah kamu merasa aman kepadaku padahal aku orang kepercayaan Dzat yang di atas langit, datang kepadaku berita (wahyu) dari langit diwaktu pagi dan petang.”(Hadits Shahih. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari [8/4351], Muslim [3/111] dan Ahmad [3/4] dari jalan Abu Said al Khudry). Zainab binti Jahsyin mengatakan: “Sesungguhnya Allah telah menikahkan aku (dengan Nabi) dari atas langit(Riwayat Imam Bukhari juz 8 halaman 176). Yakni: Perkawinan Nabi shallahu’alaihi wa sallam dengan Zainab binti Jahsyin langsung Allah Ta’ala yang menikahkannya dari atas ‘Arsy-Nya. Firman Allah Ta’ala di dalam Surat al Ahzab ayat 37: “Kami kawinkan engkau dengannya (yakni Zainab).” Serta masih ada hadits lain yang berbicara tentang hal yang sama.

Kita wajib beriman bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala di atas langit yakni di atas ‘Arsy-Nya yang menunjukkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala di atas sekalian makhluk-Nya. Perlu diperhatikan bahwa cara bersemayam Allah di atas ‘Arsy-Nya sesuai dengan keagungan-Nya. Kita tidak mengetahui cara bersemayam Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut. Akan tetapi kita hanya menetapkannya sesuai dengan apa yang kita pahami dari maknanya dalam Bahasa Arab yang terdapat dalam al Qur’an dan Hadits, karena memang al Qur’an dan Hadits berbahasa Arab. Wallahu a’lam.

Penulis:

Abu Aslam Benny bin Syahmir

Rujukan:

1) Kitab Al Masaa-il Jilid 1, Ust. Abdul Hakim bin Amir Abdat, Cetakan Keenam-Darus Sunnah Press-Jakarta, th. 1427 H.

2) Kitab Tauhid 1, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah al Fauzan, Cetakan XIV-Darul Haq-Jakarta, th. 1427 H.

3) Buletin Al-Istiqomah Vol. 8/Th.2/Rabi’ul Akhir 1425 H

—–

ArtikelMuslim Sumbar

Like: Page Muslim Sumbar, Page Abu Aslam

Bersihkan Sumatera Barat Dari Syi’ah

Posted on April 24, 2011, in AQIDAH and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: