MEMBERIKAN KECINTAAN KEPADA NON MUSLIM, BOLEHKAH?

Kecintaan (mahabbah) adalah ibadah hati yang tidak boleh ditujukan kecuali hanya kepada Allah Ta’ala dan kepada apa saja yang dicintai Allah, seperti dien (agama), kitab, para nabi, para wali, syariat-syariat, dan syiar-Nya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

أوثق عرى الإيمان الموالاة في الله و المعاداة في الله و الحب في الله

و البغض في الله

“Ikatan keimanan yang paling kuat adalah perwalian (loyalitas) karena Allah dan permusuhan karena Allah, mencintai karena Allah dan membenci karena Allah1.

Mencintai orang-orang kafir dan berwala’ kepada mereka, apa pun agamanya dan alirannya, seperti para biduanita, para pegulat, penyanyi, olahragawan, seniman, politikus, dan lain sebagainya dari orang-orang yang sudah terkenal kabarnya dan tersebar foto-foto maupun kisah-kisahnya, sehingga hati sebagian orang-orang yang lalai menjadi tergantung kepada mereka adalah termasuk perbuatan haram yang sangat berbahaya, yang kemungkinan besar akan menyebabkan pelakunya murtad dari agama Allah Ta’ala2.

Allah Ta’ala berfirman (artinya): “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu)/teman-teman dekatmu, sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin/teman dekat, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” (Al-Maidah [5]: 51).

Allah melarang para hamba-Nya yang beriman menjadikan kaum yahudi dan nasrani sebagai teman dekat, karena mereka itu adalah para musuh Islam dan kaum muslimin. Semoga Allah membinasakan mereka. Kemudian Allah mengabarkan bahwa sebagian dari mereka adalah teman bagi sebagian yang lainnya3.

Berapa banyak kisah-kisah memilukan yang telah kita dengar tentang para wanita yang begitu mengidolakan orang-orang kafir yang tersohor namanya, padahal mereka adalah bahan bakar api neraka. Terlebih lagi, hal itu mengakibatkan hati para wanita mencintai dan berwala’ kepada mereka, yang memalingkan kecintaan terhadap Islam dan kaum muslimin. Juga mengakibatkan para wanita tersebut meniru-niru mereka dan kagum dengan keadaan mereka. Semua itu merupakan buah dari perwalian kepada mereka dan kelemahan ataupun tidak adanya permusuhan terhadap mereka. Hanya kepada Allah lah tempat mengadu dan hanya kepada-Nya lah kita mohon pertolongan4.

Allah Ta’ala berfirman (artinya): “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu.” (Al-Mumtahanah [60]: 1).

Yaitu kaum musyrikin dan kafir yang memerangi Allah, Rasul-Nya serta kaum muslimin. Mereka adalah orang-orang yang Allah syari’atkan untuk dimusuhi dan dilarang untuk dijadikan pemimpin, sahabat dan teman setia5.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin Rahimahullah berkata: “Karena sesungguhnya mencintai dan menyayangi orang-orang yang menentang Allah menunjukkan lemahnya keimanan yang ada pada hati seseorang kepada Allah dan Rasul-Nya.

Syaikh al-Utsaimin juga berkata: “Maka yang wajib bagi seorang mukmin adalah memusuhi, marah dan menjauhi orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya meskipun mereka kerabat terdekat. Akan tetapi hal itu bukan berarti menghalangi dia untuk memberikan nasehat dan mendakwahi mereka dengan kebenaran6.

Penulis: Benny Abu Aslam bin Syahmir Marbawi

Keterangan:
1. Dikeluarkan oleh Thabarani dalam al-Kabir. Lihat as-Silsilatu ash-Shahihah (IV/306) (1728).  Lihat Buku “100 Dosa yang Diremehkan Wanita, Abdul Lathif bin Hajis al-Ghomidi, halaman 35. Silahkan lihat Maktabah Syamilah dalam kumpulan kitab Syaikh al-Albani.

2. Lihat Buku “100 Dosa yang Diremehkan Wanita, Abdul Lathif bin Hajis al-Ghomidi, halaman 35.

3. Lihat Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 3, Team Ahli Tafsir di bawah Pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, halaman 151, tafsiran surat al-Maidah ayat 51. Silahkan lihat Maktabah Syamilah bagian Tafsir Ibnu Katsir.

4. Lihat Buku “100 Dosa yang Diremehkan Wanita, Abdul Lathif bin Hajis al-Ghomidi, halaman 36.

5. Lihat Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 9, Team Ahli Tafsir di bawah Pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, halaman 48, tafsiran surat al-Mumtahanah ayat 1.

6. Lihat Kitab “Syarah Tsalatsatil Ushul”, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin. Lihat juga buku “Syarhu ats-Tsalatsatil Ushul, Penjelasan 3 Landasan Pokok yang Wajib Diketahui Setiap Muslim, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dan Syaikh Abdul Aziz bin Baz.

Posted on November 10, 2011, in AQIDAH and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Astaghfirullah. . . .jdi d0sakah aku slama ini
    Yang begitu mengid0lakan artis n0n-muslim
    😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: