BEGINILAH AMIR & PENGIKUT JAMA’AH TABLIGH MEMULIAKAN KAUM MUSLIMIN

sekte jama'ah tabligh

firqah sesat tabligh

Dr. Muhammad Taqiyuddin al-Hilali  berkata tentang Jama’ah Tabligh: “Memuliakan kaum muslimin adalah sifat yang benar jika mereka mau mempraktekkannya. Namun mereka melakukan ini hanya terhadap orang yang melakukan bid’ah yang sama yakni yang setuju dengan pengembaraan mereka. Barangsiapa yang membenci acara pengembaraan mereka maka orang tersebut akan mereka benci dengan kebencian yang dalam.”1

Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali berkata: “Syaikh Hamud at-Tuwaijiri menyebutkan banyak kisah aneh sebagai bukti bahwa Jama’ah Tabligh tidak menghormati orang Islam dan Sunnah Nabi. Mereka hanya memuliakan pelaku syirik dan bid’ah. Di antaranya adalah kisah penganiayaan terhadap Faruq Hanif dengan listrik hingga fajar menyingsing yang dilakukan oleh al-Qaadiry pimpinan Jama’ah Tabligh di rumah putih. Kisah tersebut ditulis langsung oleh Faruq Hanif. Siapa saja yang membaca perincian kisah tersebut tentunya akan membuatnya merinding dan akan menimbulkan kebencian kepada Jama’ah Tabligh yang telah tersesat dari akhlak kenabian dan akhlak salafus shalih dalam memuliakan kaum mukminin.”2

Syaikh Salim al-Hilali melanjutkan: “Aku telah menyaksikan langsung perbuatan yang dilakukan oleh jama’ah ini, yang lebih memperkuat apa yang telah dituduhkan kepada mereka.”

Syaikh Salim al-Hilali menceritakan perkara yang menimpanya: “Ketika cetakan pertama kitab ini selesai3 dan sebagian rekan-rekan kami membaca apa yang aku paparkan tentang Jama’ah Tabligh. Kemudian mereka mendatangi markas Jama’ah Tabligh dan berusaha untuk bertemu dengan amirnya yang bernama Abu Mushthafa ar-Rifaaty lalu menanyai mereka tentang masalah tersebut. Namun mereka bersikeras mengingkarinya dan berkata: ‘Jika si penulis buku ini memang benar coba bawa dia kemari agar kami dapat mendebatnya.’ Kemudian salah seorang teman mendatangiku dan menceritakan hal tersebut. Aku katakan: ‘Aku bersedia dan minta dari mereka untuk menentukan hari pertemuannya.’ Ia pun pergi mendatangi jama’ah ini. Setelah kedua belah pihak sepakat, kami pun pergi ke markas mereka. Ketika mereka melihatku mereka katakan: ‘Itu dia!’ Mereka malah ingin menyerangku. Kalau tidak karena Allah kemudian rekan-rekan yang ikut hadir bersamaku yang berusaha menghalangi apa yang ingin mereka lakukan terhadapku.”4

Syaikh Salim kembali melanjutkan: “Setelah beberapa waktu berselang aku bersama beberapa orang rekan yang telah meninggalkan aktifitas ‘khuruj tabligh’ dan telah beralih kepada manhaj Salafush Shalih, waktu itu kami sedang berjalan-jalan ke beberapa toko buku di kota Amman untuk membeli sejumlah buku ilmiah. Pada saat itu salah seorang anggota Jama’ah Tabligh melihat kami lalu ia berkata kepada temanku tersebut: ‘Mengapa engkau menjadi murtad hai Abu Muhammad?5’”6

Ustadz Yazid bin Abdul Qadir berkata dalam kitabnya, tentang sikap Jama’ah Tabligh dalam memuliakan/menghormati kaum muslimin: “Ini sebatas pada orang yang ikut atau setuju dengan kelompok mereka, sedang orang yang mengkritik mereka maka tidak akan mereka hormati, bahkan berbuat jahat kepadanya.”7

Alhamdulillah, kami telah memaparkan kisah kekerasan yang dilakukan oleh Jama’ah Tabligh seperti yang telah dituliskan di atas. Juga tentang pemukulan dan penyekapan yang dilakukan oleh anggota Jama’ah Tabligh di kota Padang. Dengan ini semakin meyakinkan betapa bahayanya firqah yang satu ini. Semoga Allah melindungi kita dari makar Jama’ah Tabligh, baik amirnya maupun anggotanya.

Dan kami harapkan pihak keamanan menindak tegas orang-orang yang melakukan kekerasan di negeri kaum muslimin Indonesia.

Allahu a’lam.

Penyusun: Abu Aslam bin Syahmir

Keterangan:

  1. As-Sirajul Munir halaman 15. Silahkan lihat buku “Jama’ah-Jama’ah Islam (2) Ditimbang Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah” karya Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali, halaman 337-338.
  2. Lihat buku “Jama’ah-Jama’ah Islam (2) Ditimbang Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah” halaman 338.
  3. Yaitu kitab “al-Jama’at al-Islamiyyah Fii Dhau-il Kitaab was Sunnah bi Fahmi Salaful Ummah”, Edisi Bahasa Indonesia: “Jama’ah-Jama’ah Islam Ditimbang Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah”.
  4. Lihat buku “Jama’ah-Jama’ah Islam (2) Ditimbang Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah” halaman 339.
  5. Anggota Jama’ah Tabligh ini menganggap orang yang tidak ikut Jama’ah Tabligh adalah murtad (keluar dari Islam). Sungguh anggapan yang sangat mungkar.
  6. Lihat buku “Jama’ah-Jama’ah Islam (2) Ditimbang Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah” halaman 339.
  7. Lihat buku “Mulia dengan Manhaj Salaf” karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir, halaman 530.

Artikel lainnya:

Mitos Yang Salah Tentang Kewirausahaan

Wudhu’ Sebelum Shalat

Budaya Pengkultusan Kuburan Adalah Penyebab Kesyirikan

Sirah Nabawiyah: Penaklukan Benteng ash-Sha’b bin Mu’adz (Tentang Bani Aslam)

Hukum Memakai Toga

Posted on Februari 16, 2012, in FIRQAH and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. ada baiknya kita tidak menuliskan sesuatu yang kita tidak mengetahui kepastiannya, coba silahkan penulis cek langsung ke markas-markas dakwah Jamaah Tabligh, dan semoga hidayah tercurahkan.

  2. Untuk kepastiannya silahkan baca lagi artikel di atas.
    Baca juga
    https://muslimsumbar.wordpress.com/2012/01/22/anggota-jamaah-tabligh-menyekap-ustadz-kota-padang/

    Atau barangkali yang akhy maksud: Ana bisa memastikan kekejaman/kekerasan jama’ah tabligh, setelah ana mengunjungi markas jama’ah tabligh, kemudian ana dipukuli/dikeroyok/disekap di sana.

    Hanya kepada Allah kita meminta perlindungan dari makar jama’ah tabligh.

  3. Afwan, komentar yang ngeyel tidak ditampilkan….

  4. Coba ceritakan satu hal saja yang mewakili sifat seluruh jamaah tabligh, sehingga saya yakin bahwa jamaah ini salah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: