MULIA DENGAN MANHAJ SALAF: MELURUSKAN PEMAHAMAN HABIB RIZIEQ SHIHAB

manhaj salaf

manhaj salaf

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan berbagai macam nikmatnya kepada kita. Shalawat dan salam kita mohonkan kepada Allah agar ditujukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Telah sampai kepada kami ceramah yang disampaikan oleh Habib Rizieq Shihab. Di dalam ceramahnya tersebut, Habib Rizieq mengomentari buku Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas yang berjudul “Mulia dengan Manhaj Salaf”.

Buku “Mulia dengan Manhaj Salaf” berisi tentang cara/metode beragama yang benar, yaitu bermanhaj dengan manhaj salaf. Ustadz Yazid menjelaskan tentang manhaj salaf dan yang berkaitan dengannya secara gamblang. Beruntunglah orang yang bisa mengambil manfaat.

Di dalam muqaddimah buku ini dikatakan, “Dalam buku ini, penulis akan menjelaskan dengan jelas dan gamblang tentang hujjahnya manhaj para sahabat, yang akan mengantarkan kita kepada cara beragama yang benar, menuju kepada kejayaan umat, dan yang paling penting ialah bahwa kita berpegang dengan manhaj salaf tidak lain tujuan kita ingin masuk surga.

Dalam buku ini, penulis menjelaskan prinsip-prinsip penting manhaj salaf dalam aqidah, manhaj, dakwah, akhlak dan lainnya. Tentang siapakah orang yang paling berhak disebut salafi dan bagaimana cirinya. Penulis juga menyebutkan faedah-faedah dan manfaat yang besar dari berpegang teguh dengan manhaj salaf.1

Bantahan pertama.

Jelaslah bagi kita bahwa buku ini ditulis untuk menjelaskan tentang metode beragama yang benar, yaitu metode salaf atau manhaj salaf. Maka kami katakan: Kelirulah Habib Rizieq yang berkomentar bahwa buku ini dapat memecah belah umat, bahkan sebaliknya buku ini dapat menyatukan umat. Menyatukan kaum muslimin di atas agama yang benar, dan di atas cara beragama yang benar. Buku ini mengajak umat untuk mengamalkan Islam sebagaimana pengamalan Rasulullah dan Sahabat-sahabatnya. Inilah manhaj salaf. Pahamilah hal ini!

Selain itu, di dalam buku ini juga terdapat pembahasan tentang menyatukan kaum muslimin di atas al-Qur’an dan as-Sunnah menurut pemahaman salaf. Ini menunjukkan penulis buku juga memperhatikan persatuan kaum muslimin, dan menginginkan persatuan bagi kaum muslimin.

Ketahuilah Saudara-Saudariku (semoga Allah memberikan kepahaman kepadamu), pada hakikatnya orang-orang sesatlah yang membuat perpecahan. Adapun orang yang bermanhaj salaf, maka bukanlah pemecah belah umat. Kenapa? Karena orang-orang bermanhaj salaf adalah orang yang meneladani pengamalan dan pemahaman agama Rasulullah dan Sahabatnya. Adapun orang-orang sesat membuat pemikiran-pemikiran baru yang menjadikan umat berpecah belah. Oleh sebab itu, umat akan bersatu jika mereka kembali kepada manhaj salaf, yaitu metode beragama Rasulullah dan Sahabatnya. Sebaliknya mereka akan berpecah belah jika melenceng dari manhaj salaf.

Oleh sebab itu Habib Rizieq tidak perlu prihatin dengan terbitnya buku ini, bahkan Habib Rizieq seharusnya berbahagia karena terbitnya buku yang menjelaskan metode beragama yang benar.

Apa yang dimaksud dengan manhaj?

Manhaj menurut bahasa artinya jalan yang jelas dan terang.

Allah Ta’ala berfirman,

لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا

“…Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang…” (QS. Al-Maa-idah: 48).

Ibnu Abbas berkata menafsirkan, “Maksudnya, jalan dan syari’at.”2

Sedang menurut istilah, manhaj ialah kaidah-kaidah dan ketentuan-ketentuan yang digunakan bagi setiap pembelajaran ilmiah, seperti kaidah-kaidah bahasa Arab, ushul aqidah, ushul fiqih, dan ushul tafsir di mana dengan ilmu-ilmu ini pembelajaran dalam Islam beserta pokok-pokoknya menjadi teratur dan benar.3

Manhaj artinya jalan atau metode. Dan manhaj yang benar adalah jalan hidup yang lurus dan terang dalam beragama menurut pemahaman para sahabat Nabi.

Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan menjelaskan perbedaan antara aqidah dan manhaj, beliau berkata, “Manhaj lebih umum daripada aqidah. Manhaj diterapkan dalam aqidah, suluk, akhlak, muamalah, dan dalam semua kehidupan seorang muslim. Setiap langkah yang dilakukan seorang muslim dikatakan manhaj. Adapun yang dimaksud dengan aqidah adalah pokok iman, makna dua kalimat syahadat, dan konsekuensinya. Inilah aqidah.”4

Apa yang dimaksud dengan salaf?

Menurut bahasa.

Salaf berasal dari kata salafa-yaslufu-salafan, artinya telah lalu. Kata salaf juga bermakna: seseorang yang telah mendahului (terdahulu) dalam ilmu, iman, keutamaan dan kebaikan.

Ibnu Manzhur mengatakan, “Salaf juga berarti orang yang mendahului Anda, baik dari bapak maupun orang-orang terdekat (kerabat) yang lebih tua umurnya dan lebih utama. Karena itu generasi pertama dari umat ini dari kalangan para Tabi’in disebut sebagai as-Salafush Shalih.”5

Masuk juga dalam pengertian secara bahasa, yaitu sabda Rasulullah kepada anaknya, Fathimah, “Sesungguhnya sebaik-baik salaf (pendahulu) bagimu adalah aku.” (HR. Muslim)6

Menurut istilah.

Adapun menurut istilah, salaf adalah sifat yang khusus dimutlakkan kepada para Sahabat Nabi. Ketika disebutkan Salaf maka yang dimaksud pertama kali adalah para Sahabat. Adapun selain mereka ikut serta dalam makna Salaf ini, yaitu orang-orang yang mengikuti mereka. Artinya, bila mereka mengikuti para Sahabat maka disebut Salafiyyin, yaitu orang-orang yang mengikuti Salafush Shalih.7

Kami persilahkan para pembaca untuk mempelajari Surat at-Taubah ayat 100. Dalam ayat ini Allah Ta’ala menyebutkan generasi  pertama umat ini yaitu para sahabat dari kalangan muhajirin dan anshar. Mereka adalah orang-orang yang diridhai Allah, dan mereka dijamin masuk surga. Dan orang-orang setelah mereka, yang mengikuti mereka dengan baik dalam aqidah, manhaj dan lainnya, maka mereka pun akan mendapatkan ridha Allah dan akan masuk surga.

Imam al-Ghazali berkata ketika mendefenisikan salaf, “Yang saya maksud adalah madzhab Sahabat dan Tabi’in.”8

Al-Baijuri berkata, “Maksud dari orang-orang terdahulu (salaf) adalah orang-orang terdahulu dari kalangan para Nabi, para Sahabat, Tabi’in, dan para pengikutnya.”9

Yang dimaksud dengan Salaf pertama kali adalah Sahabat karena Rasulullah telah menyebutkan, Sebaik-baik manusia adalah pada masaku ini (yaitu masa para Sahabat), kemudian yang sesudahnya (masa Tabi’in), kemudian yang sesudahnya (masa Tabi’ut Tabi’in).” (Muttafaq ‘alaihi).10

Berdasarkan keterangan di atas menjadi jelaslah bahwa kata salaf mutlak ditujukan untuk para sahabat Nabi dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.11

Salaf adalah istilah yang sah. Istilah yang dipakai untuk orang-orang yang menjaga keselamatan aqidah dan manhaj menurut apa yang dilaksanakan Rasululllah dan para sahabatnya sebelum terjadi perselisihan dan perpecahan.12

Makna Salafiyyah

Adapun salafiyyah, maka itu adalah nisbat kepada manhaj salaf, dan ini adalah penisbatan yang baik kepada manhaj yang benar, dan bukan suatu bid’ah dari madzhab yang baru.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (wafat th. 728 H) mengatakan, “Bukanlah merupakan aib bagi orang yang menampakkan madzhab salaf dan menisbatkan diri kepadanya, bahkan wajib menerima yang demikian itu darinya berdasarkan kesepakatan (para ulama) karena madzhab salaf tidak lain kecuali kebenaran.”13

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah juga mengatakan, “Telah diketahui bahwa karakter ahlul ahwa’ (pengekor hawa nafsu) ialah meninggalkan atau tidak mengikuti salaf.”14

Dari penjabaran makna Salafiyyah, baik dari sisi pengertian maupun penisbatan kepadanya, nampak jelaslah kesalahan para penulis dan pemikir yang menganggap penisbatan diri kepada Salafush Shalih, da’i-da’i yang menyeru kepadanya, bermanhaj dengan manhajnya, dan memperingatkan orang-orang yang menyelisihinya sebagai bagian dari firqah (kelompok) yang banyak meracuni umat Islam. Bahkan mereka menganggap bahwa mengingatkan umat dari manhaj yang menyimpang adalah penyebab perpecahan.15

Bantahan kedua.

Maka kelirulah Habib Rizieq Shihab yang menganggap bahwa mengingatkan umat dari manhaj yang menyimpang adalah penyebab perpecahan. Padahal mengingatkan umat dari manhaj yang menyimpang adalah bentuk nasehat kepada umat. Hal ini dilakukan untuk mengingatkan umat agar tidak terjerumus dalam penyimpangan dan kesalahan. Perhatikanlah hal ini!

Oleh sebab itu, jika telah jelas kesesatan suatu kelompok yang melenceng dari Islam yang benar maka tidak perlu ragu untuk menyatakan kesesatannya.

(Tulisan bersambung, Insya Allah).

Disusun oleh Abu Aslam bin Syahmir Marbawi.

Footnote:

  1. Lihat buku “Mulia dengan Manhaj Salaf” karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas halaman 11-12.
  2. Tafsiir Ibnu Katsiir (III/129) tahqiq Sami bin Muhammad as-Salamah, cet. IV Daar Thayyibah, th. 1428 H. Lihat buku “Mulia dengan Manhaj Salaf” karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas halaman 13.
  3. Al-Mukhtasharul Hatsiits fii bayaani Ushuuli Manhajis Salaf Ash-haabil Hadiits halaman 15. Lihat buku “Mulia dengan Manhaj Salaf”halaman 13.
  4. Al-Ajwibah al-Mufiidah ‘an As-ilati Manaahijil Jadiidah (halaman 123). Lihat buku“Mulia dengan Manhaj Salaf” halaman 13-14.
  5. Lisaanul ‘Arab (VI/331). Lihat buku“Mulia dengan Manhaj Salaf” halaman 14.
  6. Shahih: HR. Muslim (no. 2450 [98]). Lihat buku“Mulia dengan Manhaj Salaf” halaman 15.
  7. Lihat buku“Mulia dengan Manhaj Salaf” halaman 15.
  8. Iljamul Awaam ‘An ‘Ilmil Kalaam (halaman 62). HR. Lihat buku“Mulia dengan Manhaj Salaf” halaman 16.
  9. Tuhfatul Muriid Syarah Jauharut Tauhiid (halaman 231). Lihat buku“Mulia dengan Manhaj Salaf” halaman 16.
  10. HR. Al-Bukhari (no. 2652) dan Muslim (2533[212]). Lihat buku“Mulia dengan Manhaj Salaf” halaman 17.
  11. Usus Manhaj Salaf fii Da’wati ilallah (halaman 24). Lihat buku“Mulia dengan Manhaj Salaf” halaman 18.
  12. Bashaa-iru Dzawisy Syaraf (halaman 21). Lihat buku“Mulia dengan Manhaj Salaf” halaman 19.
  13. Majmuu’ Fataawaa Syaikhil Islam Ibni Taimiyyah (IV/149). Lihat buku“Mulia dengan Manhaj Salaf” halaman 19.
  14. Majmuu’ Fataawaa Syaikhil Islam Ibni Taimiyyah (IV/155). Lihat buku“Mulia dengan Manhaj Salaf” halaman 19.
  15. Usus Manhaj Salaf fii Da’wati ilallah (halaman 29). Lihat buku“Mulia dengan Manhaj Salaf” halaman 22.

—–

ArtikelMuslim Sumbar

Follow: Page Muslim Sumbar

Artikel lainnya:

Menjadi Motor Penggerak & Kunci Kebaikan

Daftar Tulisan Blog Muslim Sumbar

New Toko Aslam Online

Toko Aslam Online

Toko Qamis

Iklan

Posted on April 9, 2012, in BANTAHAN, MANHAJ and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 30 Komentar.

  1. Ade Malsasa Akbar

    Bagus, Pak! Subhanallah. Sabarlah berdakwah dalam menghadapi kaum sufi dan NU. Semoga Allah selalu merahmati Anda.

    Kalau saya mengumpulkan tugas PR kepada guru, terus Anda tahu ada yang salah dari pekerjaan saya, lantas Anda mengingatkan saya, apa pantas kalau saya mencela Anda? Apa tidak sepantasnya saya justru berterima kasih kepada Anda? Justru persatuan persahabatan kita makin erat karena saya jadi ngerti ‘saya ini ada salah’ karena Anda ingatkan. Salah ya salah, sesat ya sesat, nggak ada cerita salah dibilang bener. Umat mesti diingatkan dan yang salah ya jentelmen, dong…akui kalau salah. Jangan alasan perpecahan umat…

    Persatuan umat di atas bid’ah tidak dikatakan persatuan. Persatuan umat di atas ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah yang kami (awam) inginkan. Itulah persatuan Islam yang kami dambakan. Dengarlah ini wahai semua sufi, salafi, maupun NU!

    Semoga kita semua masuk surga Allah. Amin.

  2. Jazakallahukhair !

  3. Jazzakallahu Khair, Barakallahu Fik!

  4. izin share ya…

  5. ijin kopy yah…?

  6. jazakallah khoir

  7. MAsing-masing beramal aja,, jangan saling tuding, semua kita gak ada jaminan diterima ibdah kita…

    • Nabi sallallhu alaihi wasalam sudah mengatakan dengan hadist yang SAHIH, bila amal ibadah kita tidak sesui tuntunan, maka amalnya itu DITOLAK, jadi kita berusaha beramal sesuai tuntunan dari Nabi Sallallahu alai wasalam.
      Kalau beramal tdk sesuai tuntunan dari Nabi sallallhu alaihi wasalam Mau Dikemanakan Hadist ini, maka jangan taklid buta.

  8. rahmat khidayat

    Assalammualaikum wr wb…kr itulah Seorang Muslim wajib hukumnya menuntut ilmu syar’i,agar ia tahu halal/haram di dlm beribadah. Mohon maaf bkan maksud mnggurui cuma sbg sesama sdra muslim apa salahnya kalo kita saling mengingatkan.

  9. Pada buku Mulia dengan manhaj salaf hal 510. Tertulis “di antara firqoh – firqoh yg sesat adalah” khawarij. Sufi, asy’ariah, maturidiah, mu’tazilah, ahmadiyyah, syiah dst. Tdk kah ini memecah belah ummat dg mengelompokkan asy’ariah dan ahmadiyah pada kelompok yang sama.. Apakah sama bentuk kesesatan dua firqoh ini? Ingat siapa yg mengatakan kafir kpd s’orang Muslim.. Mk ucapannya itu akan mengenai saudaranya atau akan kembali kepadanya Hr Muslim

  10. sy dukung grakan salaf slama ia menahan diri dan lisanny dr menghujat gol lain utamany tarekat dn NU
    TNQ

  11. Subhanalah. Alhamdulilah bisa berdiri tegak d manhaj salaf yg berpegang teguh qur’an dan sunah

  12. yah … ane mah masing seneng tahlilan, maulidan, dzikiran bada sholat, dibilang bid”ah yah hasanah aja dah …. yang dholalah tinggalin ….. asyik …. uhuy …. heheheheheh adem aja maulidan sholawat sama nabi kumpul jama”ah sama2 sholawat dzikir subhanalloh …. berharap mudah2an selamat dunia akhirat .. amin.

    • Semua bid’ah adalah sesat…
      Seseorang yang melakukan bid’ah akan terancam masuk neraka.

      • oh semua bid’ah sesat yah baru tau sy..

      • Rasulullah telah menjelaskan bahwa semua bid’ah adalah sesat.

      • mana dalilnya
        الْمُحْدَثَاتُ مِنَ اْلأُمُوْرِ ضَرْبَانِ : أَحَدُهُمَا : مَا أُحْدِثَ ِممَّا يُخَالـِفُ كِتَابًا أَوْ سُنَّةً أَوْ أَثرًا أَوْ إِجْمَاعًا ، فهَذِهِ اْلبِدْعَةُ الضَّلاَلـَةُ، وَالثَّانِيَةُ : مَا أُحْدِثَ مِنَ الْخَيْرِ لاَ خِلاَفَ فِيْهِ لِوَاحِدٍ مِنْ هذا ، وَهَذِهِ مُحْدَثَةٌ غَيْرُ مَذْمُوْمَةٍ (رواه الحافظ البيهقيّ في كتاب ” مناقب الشافعيّ
        Perkara-perkara baru itu terbagi menjadi dua bagian. Pertama: Perkara baru yang menyalahi al-Qur’an, Sunnah, Ijma’ atau menyalahi Atsar (sesuatu yang dilakukan atau dikatakan sahabat tanpa ada di antara mereka yang mengingkarinya), perkara baru semacam ini adalah bid’ah yang sesat. Kedua: Perkara baru yang baru yang baik dan tidak menyalahi al-Qur’an, Sunnah, maupun Ijma’, maka sesuatu yang baru seperti ini tidak tercela”. (Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dengan sanad yang Shahih dalam kitab Manaqib asy-Syafi’i) (Manaqib asy-Syafi’i, j. 1, h. 469).
        Dalam riwayat lain al-Imam asy-Syafi’i berkata:

        اَلْبِدْعَةُ بِدْعَتَانِ: بِدْعَةٌ مَحْمُوْدَةٌ وَبِدْعَةٌ مَذْمُوْمَةٌ، فَمَا وَافَقَ السُّـنَّةَ فَهُوَ مَحْمُوْدٌ وَمَا خَالَفَهَا فَهُوَ مَذْمُوْمٌ.
        “Bid’ah ada dua macam: Bid’ah yang terpuji dan bid’ah yang tercela. Bid’ah yang sesuai dengan Sunnah adalah bid’ah terpuji, dan bid’ah yang menyalahi Sunnah adalah bid’ah tercela”. (Dituturkan oleh al-Hafizh Ibn Hajar dalam Fath al-Bari)
        وَأَماَّ قَوْلُ عُمَرَ نِعْمَتِ الْبِدْعَةُ فِيْ لِسَانِ الْعَرَبِ اِخْتِرَاعُ مَا لَمْ يَكُنْ وَابْتِدَاؤُهُ فَمَا كَانَ مِنْ ذَلِكَ فِي الدِّيْنِ خِلاَفاً لِلسُّنَّةِ الَّتِيْ مَضَى عَلَيْهَا الْعَمَلُ فَتِلْكَ بِدْعَةٌ لاَ خَيْرَ فِيْهَا وَوَاجِبٌ ذَمُّهَا وَالنَّهْيُ عَنْهَا وَاْلأَمْرُ بِاجْتِنَابِهَا وَهِجْرَانُ مُبْتَدِعِهَا إِذَا تَبَيَّنَ لَهُ سُوْءُ مَذْهَبِهِ وَمَا كَانَ مِنْ بِدْعَةٍ لاَ تُخَالِفُ أَصْلَ الشَّرِيْعَةِ وَالسُّنَّةِ فَتِلْكَ نِعْمَتِ الْبِدْعَةُ.
        “Adapun perkataan Umar, sebaik-baik bid’ah, maka bid’ah dalam bahasa Arab adalah menciptakan dan memulai sesuatu yang belum pernah ada. Maka apabila bid’ah tersebut dalam agama menyalahi sunnah yang telah berlaku, maka itu bid’ah yang tidak baik, wajib mencela dan melarangnya, menyuruh menjauhinya dan meninggalkan pelakunya apabila telah jelas keburukan alirannya. Sedangkan bid’ah yang tidak menyalahi dasar syariat dan sunnah, maka itu sebaik-baik bid’ah.” (Al-Istidzkar, 5/152).
        maaf yah jangan menyesatkan
        mana dalilnya bid’ah sesat
        Jaman rosulullah belum ada madrasah
        jaman rosullah belum ada mengarang kitab
        Apa itu bid’ah ??

      • Setiap bid’ah dalam agama adalah sesat.
        Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa Sallam- bersabda;
        و كلّ بدعة ضلالة
        “Dan setiap bid’ah adalah sesat.”
        (HR. Abu Dawud no. 4607, at-Tirmidzi, Ahmad, dan Ibnu Majah, hasan shahih)

        Ibnu ‘Umar -Radhiyallahu ‘anhu- berkata;
        كلّ بدعة ضلالة و إن رآها الناس حسنة
        “Setiap bid’ah adalah sesat, meskipun manusia memandangnya baik.”
        (Syarah Ushul I’tiqad Ahli Sunnah wal Jama’ah no. 126)

      • al hadid 27 kenapa
        di sembunyiin

      • Maaf, kami tidak menaggapi anda lagi, karena jawaban/tanggapan untuk anda adalah diam.

  13. masuk lah islam secara kaffah….

  14. Untuk penjelasan bidah coba dengarkan di you tube ceramah Ust. Abu Yahya Badrusalam Lc. ada dua tayangan …sllakan search “Adakah Bid’ah Hasanah?” dan “Apakah Semua Bid’ah itu Sesat”.
    Mudah mudah umat Islam semakin bersatu setelah mendengarkan ceramah yang sangat bagus , damai dan lembut ini.

  15. Teruslah berdakwah akhi,,, Semoga banyak ahlul bid’ah yang dapat hidayah dengan tulisan antum ini. Perjuangan Rasulullah sallallahu’alaihi wasalam dalam dakwah tauhid lebih berat dari ini.. jadi keep spirit..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: