RAKYAT MENIRU PENGUASA

pemimpin

pemimpin

Ibnu Jarir mengutip perkataan Ali bin Muhammad al-Madaini yang mengatakan, “Al-Walid bin Abdul Malik menurut pandangan penduduk Syam adalah penguasa mereka yang terbaik. Beliaulah yang membangun berbagai Masjid di kota Damaskus, membangun berbagai menara, memberi rakyat yang perlu bantuan finansial, dan menggaji bulanan para penyandang lepra dan berkata kepada mereka, para penyandang lepra, “Janganlah kalian mengemis.” Beliau memberikan kepada setiap orang yang lumpuh pelayanan dan kepada setiap orang yang buta penuntun. Ketika berkuasa beliau menaklukkan banyak negeri-negeri kafir. Beliau kirimkan semua anak laki-lakinya dalam setiap peperangan dengan romawi. Beliau berhasil menaklukkan india, spanyol, dan berbagai negeri non Arab. Pasukan beliau bahkan sudah memasuki cina dan selainnya.

Meski demikian, suatu ketika beliau melewati penjual sayur-mayur lantas beliau mengambil satu ikat sayuran dangan tangannya lalu bertanya kepada penjual, “Berapa harganya?” “Satu fulus, jawab sang penjual sayur. Beliau kemudian mengatakan, “Tambahi sayurannya karena engkau terlalu untung dengan harga tersebut.”

Para pakar sejarah mengatakan bahwa obsesi al-Walid bin Abdul Malik adalah membangun. Rakyatnya pun demikian. Jika ada seseorang bertemu kawannya maka pertanyaan yang terlontar, “Apa yang telah kau bangun saat ini? Kau makmurkan dengan bangunan apa tanah yang kau miliki?”

Sedangkan obsesi saudaranya, Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik adalah perempuan sehingga rakyatnya pun demikian. Jika ada seseorang bertemu dengan kawannya maka yang pertama kali ditanyakan, “Berapa kali engkau menikah? Berapa budak perempuan yang engkau gauli?”

Sedangkan obsesi Umar bin Abdul Aziz adalah membaca al-Qur’an, shalat, dan ibadah. Kondisi rakyat di masa beliau seperti itu. Jika ada seorang bersua dengan kawannya maka pertanyaan pertama kali terlontar adalah, “Berapa raka’at shalat malam yang kau rutinkan? Berapa lembar mushaf al-Qur’an yang kau baca setiap harinya? Shalat apa yang kau kerjakan semalam?”

Banyak orang mengatakan, “Rakyat itu mengikuti agama atau ketaatan penguasanya. Jika sang penguasa hobi menenggak khamar (minum minuman keras) maka akan banyak khamar yang beredar di masyarakat.

Jika penguasa memiliki penyimpangan seksual berupa homoseksual maka kondisi rakyat juga demikian. Jika penguasa itu pelit dan rakus dengan harta maka kondisi rakyat juga demikian. Namun, jika penguasa dermawan dan berjiwa sosial tinggi maka kondisi rakyat juga serupa. Jika penguasanya rakus dan suka bertindak kezhaliman maka kondisi rakyat juga demikian. Jika penguasa adalah seorang yang bagus agamanya, bertakwa, suka berbuat baik dan menolong maka kondisi rakyat juga demikian. Pengaruh penguasa semacam ini dijumpai pada sebagian masa pada sebagian person penguasa tertentu. (Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir 9/186).1

Oleh sebab itu, hendaklah kita mengangkat seorang pemimpin yang bertakwa, wara’, zuhud, mentauhidkan Allah, mengikuti sunnah, sehingga diharapkan rakyat bisa meneladaninya.

Jangan kita mengangkat pemimpin dari seorang yang memiliki pemikiran liberal, teroris, sesat, bodoh, pelaku kesyirikan, dan pelaku bid’ah.

Dan janganlah kita mengangkat pemimpin dari seorang pembohong, pembual, banyak omong, asbun. Janganlah kita menjadikan pemimpin dari seorang artis cabul, suka buka aurat, penyanyi, suka mabuk, homoseks, lesbi, dan perilaku jelek lainnya.

Jika pemimpinnya seorang musyrik, bagaimana nasib rakyatnya?

Jika pemimpinnya ahlul bid’ah, bagaimana nasib rakyatnya?

Jika pemimpinnya seorang liberal sesat, bagaimana nasib rakyatnya?

Jika pemimpinnya cabul, gimana nasib rakyatnya?

Berlindung kita kepada Allah dari pemimpin yang jelek.

Disusun oleh Abu Aslam bin Syahmir Marbawi.

Footnote:

  1. Lihat majalah al-Furqon edisi 8 Th. Ke-11 Robi’ul Awal 1433 [Jan-Feb ‘12]. Lihat halaman 37, tulisan berjudul 7 Faedah Seputar Penguasa, tulisan Ustadz Aris Munandar.

Posted on Mei 14, 2012, in AKHLAQ and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: