PROBLEMATIKA ANAK: MENGALAMI KETERLAMBATAN DAN KESULITAN MEMAHAMI PELAJARAN

problematika anak

problematika anak

Dalam kehidupan berkeluarga, orang tua muslim menginginkan kebaikan untuk anaknya. Begitu juga para pendidik, mereka ingin menjadikan anak didik mereka menjadi anak-anak yang sukses. Mereka ingin agar anak-anak mereka menjadi anak yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka ingin anak-anak mereka menjadi generasi terbaik yang meneladani Rasulullah dan Sahabatnya. Akan tetapi, adakalanya orang tua muslim dan para pendidik mengalami kendala dalam mendidik anak-anak.

Oleh sebab itu, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang problematika anak, yaitu tentang keterlambatan dan kesulitan dalam memahami pelajaran. Kita akan membahas faktor-faktor penyebabnya dan juga sulusi dalam menghadapinya.

Adapun sebab-sebab keterlambatan dan kesulitan dalam memahami pelajaran antara lain:1

Pertama, faktor otak, yang meliputi:

– Kurang cerdas.

– Terjadinya lemah ingatan dan buyarnya konsentrasi yang menimpa anak.

– Adanya kelemahan otak yang disebabkan kesalahan dalam pemeriksaan kedokteran (seperti yang berhubungan dengan biologi dan sel saraf).

Kedua, perasaan jiwa yang meliputi:

– Lemahnya kepercayaan pada dirinya sendiri.

– Lemah keinginan dan malas.

– Membenci pelajaran tertentu karena adanya suatu pengalaman tertentu yang menyakitkan dirinya yang berasal dari orang tua, guru, teman-teman ataupun orang lain atau karena memang ia membenci semua pelajaran yang ada.

– Membenci guru tertentu.2

Ketiga, faktor yang berkaitan dengan anggota badan.

– Tertimpa anemia atau penyakit yang sering menimpa anak-anak.

– Tertimpa demam yang terus menerus.

– Adanya kelemahan pada panca indera tertentu seperti pendengaran atau penglihatan.

Keempat, faktor lingkungan (kondisi) rumah, sekolah atau pada selain keduanya.

– Banyaknya murid yang pindah dari sekolah ke sekolah lain.

– Banyaknya murid yang absent dari sekolah.

– Banyaknya tempat bermain dan hiburan yang menggoda dirinya di luar sekolah.

– Adanya hubungan murid dengan orang-orang yang berada di sekitarnya yang sangat sedikit sekali memperhatikan masalah belajar sehingga murid tersebut terpengaruh oleh pemikiran mereka.

– Adanya tuntutan dari orang tua kepada anak yang berlebihan, seperti diharuskan meraih posisi tertinggi atau menjadi juara pertama padahal tuntutan tersebut berada di luar kemampuannya. Tuntutan seperti ini akan terus berkembang dan membayangi diri si anak yang justru akan berakibat pada surut dan berkurangnya kemampuan anak tersebut karena tertekan.

– Sang murid tidak mampu untuk mengatur waktu luangnya sendiri dan tidak adanya nasehat atapun pengarahan untuk hal tersebut dari orang yang berada di sekitarnya.

– Kondisi rumah yang tidak sesuai atau tidak memungkinkan untuk belajar di dalamnya dan tidak adanya kesiapan dari dirinya untuk melakukan sesuatu yang menghasilkan dan bermanfaat bagi dirinya sendiri.

– Adanya orang tua yang terlalu ketat mengatur dirinya serta selalu mencampuri urusan pribadinya.

– Kurang perhatian dari orang tua atau karena terjadinya perceraian di antara mereka.

– Orang tua selalu menuruti keinginan sang anak sampai pada titik yang berlebih-lebihan sehingga menjadikan anak tersebut tidak mau mencurahkan segala kemampuannya untuk belajar.

Solusi dalam mengatasi masalah di atas adalah:

– Memperhatian perkembangan otak sang anak sejak kecil.

– Berusaha untuk mengungkap kemampuan, bakat dan kecenderungannya dengan berbagai cara serta memperhatikan perkembangannya.

– Berusaha untuk selalu membuatnya merasa bahagia sehingga bakat dan kemampuannya tampak serta tidak mengecam dan mencelanya terus menerus.

– Mengembangkan kemampuan dirinya dan memberikan semangat untuk dapat mengejar pelajaran yang ketinggalan (jika hal itu terjadi) serta selalu memotifasinya.

– Membangun hubungan yang baik antara pihak rumah dengan sekolah dengan cara menanyakan perkembangannya secara terus menerus. Diharapkan juga pihak orang tua berkunjung ke sekolah untuk mengenali para gurunya dan teman-temannya.

– Selalu mengikuti perkembangannya di rumah dan meningkatkan kemampuannya dengan berbagai cara yang memungkinkan.

– Mempersiapkan kondisi rumah yang sesuai bagi sang anak serta menemaninya dalam belajar.

– Mencari sebab-sebab yang menjadikan anak mengalami gangguan dalam belajar serta mempelajari cara-cara mengatasinya.

Disusun oleh Abu Aslam bin Syahmir

Footnote:

  1. Lihat buku “Metode Pendidikan Anak Muslim Usia Sekolah” karya Abu Amr Ahmad Sulaiman halaman 118. Sebagian faktor bisa jadi menimpa pelajar, penuntut ilmu dan mahasiswa yang sudah dewasa.
  2. Membenci guru adalah penyebab terhalangnya dari ilmu yang bermanfaat. Hal ini tidak terjadi hanya pada anak-anak saja, akan tetapi juga pada orang dewasa yang mempelajari ilmu. Seorang murid yang membenci gurunya akan mengakibatkan si murid tidak betah berada di sisi guru, yang kemudian menyebabkan si murid tidak memperoleh ilmu. Oleh sebab itu hendaklah guru melakukan perbaikan dalam sikap dan perbuatannya. Dan si murid dinasehati agar tidak membenci gurunya. Wal hasil, tidak ada manusia yang terlepas dari kesalahan, bisa jadi seorang guru memiliki kekurangan, namun kebaikannya lebih banyak. Seseorang yang memiliki kebaikan lebih banyak dari kesalahan maka dia adalah orang yang baik. Pada akhirnya, guru dan murid hendaklah melakukan perbaikan pada diri masing-masing.
Iklan

Posted on Juli 10, 2012, in ANAK and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: