Seorang Wanita Menawarkan Dirinya Kepada Laki-Laki Shalih

Tidaklah tercela bagi seorang wanita muslimah menawarkan dirinya kepada laki-laki yang shalih dengan tujuan untuk dinikahi. Hal ini tentu lebih baik ia lakukan daripada ia tetap lajang dan membahayakan agamanya, dan lebih baik daripada ia menikah dengan laki-laki yang TIDAK shalih.

Berikut pembahasannya,

Hadits pertama

Dari Sahl bin Sa’ad (ia) berkata: Bahwasanya telah datang seorang perempuan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam seraya berkata: “Wahai Rasulullah, aku datang untuk memberikan (menghibahkan) diriku kepadamu.” Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam melihat kepadanya. Beliau melihat kepadanya ke atas dan ke bawah berulang kali, kemudian beliau menundukkan pandangannya. Maka tatkala perempuan itu melihat bahwasanya beliau tidak memustuskan sesuatu tentang dirinya, ia pun duduk.

Hadits Shahih. Telah dikeluarkan oleh Bukhari (no. 5126) dan Muslim (no. 1425).1

Imam Bukhari telah memberikan bab khusus tentang hal ini di kitab shahihnya yaitu di bagian kitab Nikah bab 33 dengan judul bab yang merupakan fiqih beliau: “Seorang wanita menyerahkan dirinya kepada laki-laki yang shalih (untuk dinikahi olehnya).”2

Hadits Kedua

Dari Tsabit al-Bunaniy, ia berkata: Aku pernah berada di dekat Anas dan di situ ada anak perempuannya. Anas berkata: Seorang perempuan pernah datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyerahkan dirinya kepada beliau (untuk dinikahi). Perempuan itu berkata: “Wahai Rasulullah, apakah engkau berhajat kepadaku (untuk menikahiku)?” Maka berkatalah anak perempuan Anas: “Sedikit sekali malunya!3 Wahai alangkah buruknya! Wahai alangkah buruknya (perbuatan itu)!”

Anas berkata:4 “Dia lebih baik darimu! Dia berkeinginan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, maka dia menyerahkan dirinya kepada beliau (untuk dinikahi).”

Hadits Shahih. Telah dikeluarkan oleh Bukhari (no. 5120).5

Dua hadits di atas menunjukkan tentang bolehnya seorang wanita menawarkan dirinya kepada laki-laki shalih untuk dinikahi.

Seorang wanita boleh menawarkan dirinya kepada laki-laki shalih yang masih lajang ataupun yang sudah menikah, berapa pun umur laki-laki tersebut, apakah laki-laki itu sudah tua maupun masih muda.

Disusun oleh Abu Aslam bin Syahmir.

Catatan: Banyak mengambil manfaat dari buku “Al Masaa-il” jilid 7 karya Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat.

Footnote:

  1. “Al Masaa-il” jilid 7 karya Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, halaman 126.
  2. “Al Masaa-il” jilid 7 halaman 126.
  3. Maksud anak perempuan Anas: Alangkah sedikit rasa malu wanita yang menawarkan dirinya kepada Rasulullah.
  4. Anas berkata kepada anak perempuannya.
  5. Al Masaa-il” jilid 7 halaman 127.

Posted on Agustus 16, 2012, in AKHLAQ and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. informatif sekali…! di era sekarang, kebanyakan wanita sangat gengsi mengungkapkan ajakan menikah terlebih dahulu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: