CELAAN ULAMA TERHADAP ILMU KALAM

ilmu kalam

Imam Abu Hanifah (wafat th. 150 H) berkata: “Aku telah menjumpai para ahli ilmu kalam. Hati mereka keras, jiwanya kasar, tidak peduli jika mereka bertentangan dengan al-Qur’an dan as-Sunnah. Mereka tidak memiliki sifat wara’ dan tidak juga taqwa.”

(Manhaj Imaam asy-Syafi’i fii Itsbaatil ‘Aqiidah [I/74] oleh Dr. Muhammad bin Abdul Wahhab al-Aqil).1

Al-Qadhi Abu Yusuf (wafat th. 182 H) berkata: “Belajar ilmu kalam adalah suatu kebodohan dan bodoh tentang ilmu kalam adalah suatu ilmu.” Beliau juga berkata: “Siapa saja yang belajar ilmu kalam, ia akan menjadi zindiq…”

(Syarhul ‘Aqiidah ath-Thahaawiyyah [halaman 17], tahqiq Syu’aib al-Arnauth dan Abdullah bin Abdul Muhsin at-Turki).2

Imam Ahmad (wafat th. 241 H) berkata: “Pemilik ilmu kalam tidak akan beruntung selamanya. Para ulama kalam itu adalah orang-orang zindiq (orang yang menampakkan permusuhan terhadap Islam).”

(Manhaj ‘Aqiidah Imam asy-Syafi’i [I/75] dan kitab Talbiis Ibliis [halaman 112]).3

Imam Malik bin Anas (wafat th. 179 H) berkata: “Seandainya ilmu kalam adalah ilmu, niscaya para Sahabat dan Tabi’in akan membicarakannya sebagaimana pembicaraan mereka terhadap ilmu-ilmu syari’at, akan tetapi ilmu kalam adalah sebuah kebatilan yang menunjukkan kepada kebatilan.”

(Syarhus Sunnah [I/217] oleh Imam al-Baghawy).4

Hukuman Untuk Ahli Ilmu Kalam

Imam asy-Syafi’i berkata: “Para ulama ilmu kalam tidak akan pernah beruntung selama-lamanya.” Beliau juga berkata: “Hukum untuk ahli kalam menurutku adalah mereka harus dicambuk dengan pelepah kurma dan sandal (sepatu) dan dinaikkan ke unta, lalu diiring keliling kampung. Dan dikatakan: ‘Inilah balasan bagi orang yang meninggalkan al-Kitab (al-Qur’an) dan as-Sunnah serta mengambil ilmu kalam.”

(Ahaadiits fii Dzammil Kalaam wa Ahlih [halaman 99] karya Imam Abu Fadhl al-Muqri’ [wafat th. 454 H], tahqiq Dr. Nashir bin Abdirrahman bin Muhammad al-Juda’i).5

Faedah: Jika dibawakan “ilmu kalam” ke dalam bahasa minang maka artinya adalah “ilmu gelap”. Maka kita katakan ilmu kalam adalah ilmu yang gelap yang membawa kepada jalan kegelapan dan kesesatan.

Allahu a’lam.

Disusun oleh Abu Aslam bin Syahmir.

Footnote:

  1. Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas halaman 73.
  2. Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas halaman 74.
  3. Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas halaman 74.
  4. Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas halaman 75.
  5. Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas halaman 75.

 

Iklan

Posted on Agustus 30, 2012, in FIRQAH and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: