Mitos Yang Salah Tentang Kewirausahaan

Banyak pola pikir yang keliru dan telah tertanam puluhan tahun bahkan sudah turun-temurun hingga menjadi sebuah mitos yang keliru. Mitos inilah yang sering ditanamkan oleh keluarga, orang tua, dan lingkungan agar menjauhi profesi wirausaha. Mitos yang salah tersebut adalah sebagai berikut:1

1. Menjadi wirausaha yang sukses itu adalah bakat

Pendapat ini ada karena pada zaman dahulu hanya orang yang berani dan tidak takut saja yang mau menjadi wirausaha. Namun, pendapat tersebut keliru karena menjadi wirausaha yang sukses itu tergantung pada kemampuan mengatasi dan mengelola risiko. Jadi tidak benar bahwa menjadi wirausaha itu harus karena bakat. Anda juga bisa! Ada dua cara yang bisa dilakukan bila Anda tidak punya keberanian yang besar untuk memulai menjadi wirausaha, antara lain:

a. Belajar untuk mengurangi risiko kegagalan, melalui uji coba (trial), dan ikut orang lain yang telah sukses terlebih dahulu. Setelah Anda berani baru memulai usaha mandiri.

b. Membentuk the business team skill (tim keterampilan usaha) agar menjadi bagian dari bisnis yang baru dibentuk. Jadi bagi Anda yang memiliki rasa takut, bisa menjadi anggota tim, dan teman tim Anda yang ahli di bidangnya bisa menjadi pimpinan dan motor penggeraknya.

2. Menjadi wirausaha itu faktor keturunan

Belum tentu seorang pedagang mempunyai anak yang menjadi pedagang juga, namun yang pasti orang tua pedagang tersebut cenderung menginginkan anaknya menjadi pedagang.

3. Menjadi wirausaha membutuhkan modal uang yang banyak

Ini merupakan mitos yang keliru karena modal bisa diperoleh dari mana saja (asalkan halal), salah satunya bekerja sama dengan pemilik modal. Bisa juga meminjam uang ke bank. Akan tetapi meminjam uang ke bank dikhawatirkan kita terjerumus ke dalam riba, yang merupakan salah satu dosa besar.

4. Menjadi wirausaha itu harus punya peluang emas dulu

Padahal peluang itu didapat setelah Anda meneliti, terjun ke lapangan, dan sering mengamati pasar atau industri terlebih dahulu baru dihubungkan dengan personality (kepribadian) Anda. Untuk itu, putuskan mencari wirausaha lalu cari dan temukan peluang emasnya.

5. Menjadi wirausaha itu harus nekat

Dikarenakan modal uang dan waktu itu terbatas, jadi “kenekatan” itu terkadang diperlukan, tetapi “nekat” juga perlu alasan yang kuat. Selain Anda punya keberanian, Anda juga harus membuat dahulu perencanaan, strategi, taktik, percobaan (trial), penelitian (survey), dan konsep wirausaha.

Disusun oleh: Abu Aslam bin Syahmir

Footnote:

  1. Disusun dari buku “Kewirausahaan” (untuk SMK dan MAK kelas X) yang disusun oleh Ir. Hendro, M.M. halaman 32.

—–

ArtikelMuslim Sumbar

Follow: Page Muslim Sumbar, Page Abu Aslam

Artikel lainnya:

Buku-Buku Aqidah

Kesyirikan Jama’ah Tabligh

Perubahan Frekuensi Radio Rodja Via Satelit Palapa

Anggota Jama’ah Tabligh Menyekap Ustadz Kota Padang

Kode Banner Untuk Tukaran Link

Posted on September 10, 2012, in wirausaha and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: