Tiga Penduduk Surga

عَنْ عِيَاضِ بْنِ حِمَارٍ

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

أَهْلُ الْجَنَّةِ ثَلَاثَةٌ ذُو سُلْطَانٍ مُقْسِطٌ مُتَصَدِّقٌ مُوَفَّقٌ وَرَجُلٌ رَحِيمٌ رَقِيقُ الْقَلْبِ لِكُلِّ ذِي قُرْبَى وَمُسْلِمٍ وَعَفِيفٌ مُتَعَفِّفٌ ذُو عِيَالٍ

Dari ‘Iyadh bin Himar Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,’

Penghuni surga ada tiga: (1)penguasa yang adil, dermawan, lagi mendapat taufik (dari Allah), (2)seseorang yang penyayang lagi berhati lembut kepada setiap kerabat dan orang Islam, dan (3)seseorang yang menjaga diri lagi berusaha menjaga kehormatan meski memiliki tanggungan keluarga yang banyak.”

(HR. Muslim) 1.2

Penjelasan Hadits:3

Hadits ini berbicara tentang tiga kriteria penghuni surga. Dalam Shahih Muslim, Imam Muslim meletakkan hadits ini dalam Kitabul Jannah (pembahasan tentang surga) dan diberi judul bab oleh Imam Nawawi dengan “bab sifat-sifat yang menandai penghuni surga dan neraka”.

Berikut ini adalah tiga kriteria penghuni surga:

1. ذُو سُلْطَانٍ مُقْسِطٌ مُتَصَدِّقٌ مُوَفَّقٌ

Penguasa yang adil, dermawan, lagi mendapat taufik (dari Allah).

Yang dimaksud penguasa adil yang mendapat taufik ialah seorang penguasa yang diberi taufik oleh Allah Ta’ala untuk berbuat keadilan yang mendatangkan keridhaan-Nya. Ia mendapat petunjuk dari Allah untuk melakukan segala perkara yang mengandung kebaikan.4

Semoga Allah menjadikan pemimpin kaum muslimin memiliki kriteria ini.

2. وَرَجُلٌ رَحِيمٌ رَقِيقُ الْقَلْبِ لِكُلِّ ذِي قُرْبَى وَمُسْلِمٍ

Seseorang yang penyayang lagi berhati lembut kepada setiap kerabat dan orang Islam.

Maksudnya, ia seseorang yang mengasihi orang-orang lemah, anak-anak kecil dan menyayangi orang-orang yang membutuhkan belas kasihan. Hatinya tidak kasar. Seseorang yang penyayang akan dikasihi oleh Allah Ta’ala. Adapun terhadap orang kafir, ia bersikap tegas terhadap mereka.5

Seseorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak akan berkasih sayang dengan musuh Allah dan Rasul-Nya.

3. وَعَفِيفٌ مُتَعَفِّفٌ ذُو عِيَالٍ

Seseorang yang menjaga diri lagi berusaha menjaga kehormatan meski memiliki tanggungan keluarga yang banyak.

Maksudnya, orang ini fakir, akan tetapi ia menjaga kehormatannya, dengan tidak meminta-minta kepada orang lain. Orang yang tidak tahu keadaannya, menganggapnya berkecukupan karena tidak tampak meminta-minta. Orang ini selain dirundung kemiskinan, ia pun memiliki tanggungan keluarga. Akan tetapi, ia sabar dalam menghadapi kekurangan ini dan tetap berusaha berjerih payah untuk memenuhi kebutuhannya, misalnya dengan mencari kayu bakar dan menjualnya.6

Beberapa Pelajaran Dari Hadits:7

  1. Penguasa yang dikehendaki kebaikan padanya oleh Allah, niscaya akan diberi-Nya taufik untuk berlaku adil terhadap rakyatnya, bersikap baik dan memperhatikan urusan rakyatnya.
  2. Anjuran untuk berlemah lembut dalam pergaulan dan menghindari sifat kasar.
  3. Keutamaan menjaga diri dari meminta-minta dan mencari rizki dengan bekerja.
  4. Didikan Rasulullah kepada umatnya agar memiliki akhlak yang baik.
  5. Sifat adil, ihsan (berbuat baik) dan iffah (menjaga kehormatan) termasuk akhlak mulia yang bisa menyebabkan masuk surga.

Allahu a’lam.8

Disusun oleh Abu Aslam bin Syahmir

Footnote:

1. Maktabah Syamilah.

كِتَاب الْجَنَّةِ وَصِفَةِ نَعِيمِهَا وَأَهْلِهَا

بَاب الصِّفَاتِ الَّتِي يُعْرَفُ بِهَا فِي الدُّنْيَا أَهْلُ الْجَنَّةِ وَأَهْلُ النَّارِ

2. HR. Muslim dalam hadits yang panjang no. 2865. Lihat Majalah as-Sunnah no. 07 / Thn. XVI. Dzulhijjah 1433 H / November 2012 M. Rubrik “Baituna” halaman 7, artikel berjudul “Tiga Penghuni Surga”, tulisan Abu Minhal Lc.

3. Majalah as-Sunnah no. 07 / Thn. XVI. Dzulhijjah 1433 H / November 2012 M.

4. Majalah as-Sunnah no. 07 / Thn. XVI.

5. Majalah as-Sunnah no. 07 / Thn. XVI.

6. Majalah as-Sunnah no. 07 / Thn. XVI.

7. Majalah as-Sunnah no. 07 / Thn. XVI.

8. Baca juga Syarh Riyadhi ash-Shalihin, Syaikh al-Utsaimin 1/952-954 dan Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhi ash-Shalihin, Syaikh Salim al-Hilali 2/712-713.

Iklan

Posted on November 3, 2012, in AKHLAQ, HADITS and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: