BENARKAH CINTA TANAH AIR SEBAGIAN DARI IMAN?

حب الوطن من الإيمان

“Cinta tanah air sebagian dari iman.”

merdekaHADITS “TIDAK ADA ASALNYA.”

As-Shaghani Rahimahullah berkata, “Termasuk hadits-hadits yang palsu.”1

As-Suyuthi Rahimahullah berkata, “Saya tidak mendapatinya.”2

Mula ‘Ali al-Qari Rahimahullah berkata, “Tidak ada asalnya menurut para pakar ahli hadits.”3

Al-Albani Rahimahullah berkata, “Maudhu’ (palsu).”4

Ungkapan “Cinta tanah air sebagian dari iman” bukan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Ia hanyalah ucapan yang beredar di lisan manusia lalu dianggap sebagai hadits.5

Syaikh al-Albani berkata;

و معناه غير مستقيم إذ إن حب الوطن كحب النفس و المال و نحوه ، كل ذلك غريزي في

الإنسان لا يمدح بحبه و لا هو من لوازم الإيمان

“Dan maknanya tidak benar. Sebab cinta negeri sama halnya cinta jiwa dan harta; seseorang tidak terpuji dengan sebab mencintainya lantaran itu sudah tabiat manusia.6

Musuh-musuh Islam telah menjadikan hadits palsu ini untuk menghilangkan syi’ar agama dalam masyarakat dan menggantinya dengan syi’ar kebangsaan, padahal aqidah seorang mukmin lebih berharga baginya.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin Rahimahullah berkata, “Hadits ini sangat populer di masyarakat sebagai hadits yang shahih, padahal ia adalah hadits palsu dan dusta. Maknanya juga tidak benar, karena cinta negeri terkadang termasuk fanatisme.”7

Ustadz Abdul Hakim menulis, “Hadits di atas sama sekali tidak ada asalnya sebagaimana telah diterangkan oleh ulama-ulama hadits. Dan saya tidak ragu lagi bahwa riwayat di atas dipalsukan atas nama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam demi menyebarkan paham “wathaniyyah” (kebangsaan) yang sangat bertentangan dengan Islam.8

Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan Hafizhahullah berkata, “Cinta negara apabila tidak bertentangan dengan agama maka ini termasuk tabiat dan fithrah manusia yang tidak tercela.”9

Suatu hal yang perlu kita perhatikan dalam masalah ini adalah jangan sampai kita mencintai negeri hanya sekedar nasionalisme semata.

Cinta negara, apabila karena negara tersebut adalah negara Islam, maka kita mencintainya karena Islamnya. Tidak ada bedanya apakah negara kelahiran kita atau negara Islam yang jauh, maka wajib bagi kita untuk membelanya karena negara Islam.10

Allahu a’lam.

-Selesai- di Padang, Sumatera Barat.

Abu Aslam bin Syahmir

Rujukan:

  1. Buku “Koreksi Hadits-Hadits Dha’if Populer” karya Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi Hafizhahullah.
  2. Buku “Hadits-Hadits Dha’if dan Maudhu’” karya Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat Hafizhahullah.
  3. Maktabah Syamilah.

Footnote:

  1. Al-Maudhuu’aat (hlm. 2).
  2. Ad-Durarul Muntatsirah fil Ahaadiits al-Musytahirah (hlm. 110).
  3. Al-Mashnuu’ (hlm. 91).
  4. Silsilah al-Ahaadiits adh-Dha’iifah (no. 36).
  5. Buku “Koreksi Hadits-Hadits Dha’if Populer” halaman 223.
  6. Silsilah al-Ahaadiits adh-Dha’iifah (no. 36). Maktabah Syamilah.
  7. Syarh Manzhuumah al-Baiquuniyyah (hlm. 70).
  8. Buku “Hadits-Hadits Dha’if dan Maudhu’” halaman 83.
  9. Al-Bayaan li Akhtha-i ba’dhil Kuttab (III/338-339).
  10. Syarh Riyadhish Shaalihiin (I/66-67).

—–

ArtikelMuslim Sumbar

Follow: Page Muslim Sumbar, Page Abu Aslam

Artikel lainnya:

Menasehati Pemerintah dengan Cara yang Baik, Tidak Mengadakan Provokasi dan Penghasutan

Rakyat Meniru Penguasa

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Tentang Pemerintahan Yang Bodoh

 

Posted on Agustus 15, 2013, in hadits tidak shahih and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: