Turunnya Allah ke Langit Dunia

langit airAhlus Sunnah wal Jama’ah sepakat tentang wajibnya beriman tentang turunnya Allah ke langit dunia pada setiap malam. Terdapat sejumlah dalil yang menyatakan bahwa Allah turun ke langit terendah (langit dunia) pada setiap malam.

Rasulullah bersabda; “Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun pada setiap malam ke langit dunia ketika tinggal sepertiga malam yang akhir, seraya menyeru, ‘Siapa yang berdo’a kepada-Ku, maka Aku mengabulkan do’anya, siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku memberinya, dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, maka Aku mengampuninya.”1

Abu Utsman ash-Shabuni Rahimahullah (wafat th. 449 H) berkata, “Para ulama ahli hadits menetapkan turunnya Rabb ‘Azza wa Jalla ke langit terendah pada setiap malam tanpa menyerupakan turun-Nya Allah itu dengan turunnya makhluk (tasybih), tanpa mengumpamakan (tamtsil) dan tanpa menanyakan bagaimana turun-Nya (takyif). Tetapi menetapkannya sesuai dengan apa-apa yang ditetapkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dengan mengakhiri perkataan padanya (tanpa komentar lagi), memperlakukan kabar shahih yang memuat hal itu sesuai dengan zhahirnya, serta menyerahkan ilmunya (kaifiyatnya) kepada Allah.”2

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Sesungguhnya pendapat yang mengatakan tentang turunnya Allah pada setiap malam telah tersebar luas melalui Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan para Salafush Shalih serta para Imam ahli ilmu dan ahli hadits telah sepakat membenarkannya dan menerimanya.”3

Imam asy-Syafi’i Rahimahullah berkata, “Bahwasanya Allah turun pada setiap malam ke langit dunia berdasarkan kabar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.”4

Imam Ibnul Qayyyim al-Jauziyah Rahimahullah dalam kitabnya menukil perkataan Imam asy-Syafi’i Rahimahullah, beliau berkata, “Bahwasanya Allah ‘Azza wa Jalla di atas ‘Arsy-Nya di langit-Nya, lalu mendekat kepada makhluk-Nya menurut bagaimana yang Dia kehendaki, dan sesungguhnya Allah turun ke langit dunia menurut bagaimana yang Dia kehendaki.”5

Ahlus Sunnah menetapkan tentang turunnya Allah Ta’ala ke langit dunia setiap malam sebagaimana mereka menetapkan seluruh sifat-sifat Allah yang terdapat dalam al-Qur’an as-Sunnah. Oleh karena itu, orang-orang shalih senantiasa mencari waktu yang mulia ini untuk mendapatkan karunia Allah dan Rahmat-Nya, mereka melaksanakan ibadah kepada Allah dengan khusyu’, memohon ampunan kepada-Nya dan memohon kebaikan di dunia dan di akhirat. Mereka mengabungkan antara khauf (rasa takut) dan raja’ (rasa harap) dalam beribadah kepada Allah.

Rujukan: Buku Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas.

Abu Aslam bin Syahmir

Footnote:

  1. HR. Al-Bukhari (no. 7494) dan Muslim (no. 758 (168)).
  2. Aqidatus Salaf Ash-habil Hadits (no. 38, halaman 46) oleh Abu Utsman Isma’il bin Abdurrahman ash-Shabuni, tahqiq Badr bin Abdullah al-Badr.
  3. Majmu’ Fatawa (V/322-323) oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.
  4. Manhajul Imam asy-Syafi’i fii Itsbatil Aqidah (II/358).
  5. Ijtima’ul Juyusy al-Islamiyah ‘ala Ghazwil Mu’athilah wal Jahmiyah (hlm. 122) oleh Imam Ibnul Qayyim, tahqiq Basyir Muhammad ‘Uyun.

—–

ArtikelMuslim Sumbar

Follow: Page Muslim Sumbar, Page Abu Aslam

Posted on Oktober 5, 2013, in AQIDAH and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: