Orang Prancis Yang Menjajah Mesir Menyukai Acara Perayaan Maulid Nabi Untuk Melemahkan Kaum Muslimin

bahaya bid'ahDisebutkan oleh seorang ahli sejarah Mesir yang bernama al-Jabaruti yang menjadi saksi mata pada masa penjajahan Prancis di Mesir, ia berkata di dalam kitabnya yang berjudul ‘Ajaa-ibul Atsar (II: 201, 249) dan dalam Mazh-harut Taqdis bi Zawali Daulati al-Faransis halaman 47:

[“Dan pada tahun itu (yakni pada bulan Rabi’ul Awwal tahun 1213 H, seorang penjajah Prancis yang bernama) Shari bertanya kepada tentara tentang perayaan maulid Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, mengapa mereka tidak merayakannya seperti biasanya. Maka Syaikh al-Bakri beralasan bahwa keadaan tidak memungkinkan, dan banyak urusan yang perlu diselesaikan dan tidak adanya dana untuk mengadakan perayaan maulid Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Maka Shari berkata; harus tetap dirayakan. Dan Shari memberikan uang kepada Syaikh al-Bakri untuk mengadakan perayaan maulid Nabi sebesar 300 riyal Prancis untuk bantuan pengadaan perayaan maulid Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam…”]

Bila ada yang bertanya: Apakah maksud mereka (penjajah) melakukan itu?

Jawabannya adalah seperti yang dikatakan oleh al-Jabaruti juga di dalam kitab tersebut (II: 306):

[“Dan para penjajah Prancis telah memberikan kebebasan kepada rakyat untuk merayakan maulid Nabi, lantaran mereka (para penjajah itu) melihat bahwa dalam acara ini, kaum muslimin telah keluar dari ajaran Islam yang sebenarnya, seperti bercampur baurnya kaum laki-laki dan wanita tanpa batas, dan mengadakan berbagai macam kemaksiatan yang diharamkan oleh agama.”]

Ketahuilah wahai Saudara-Saudariku, bahwa perayaan maulid Nabi tidaklah disyariatkan dalam agama kita. Seandainya perayaan ini baik, tentulah Nabi Muhammad dan para sahabatnya akan merayakannya. Namun kenyataannya, Nabi Muhammad dan para sahabat tidak pernah merayakan maulid Nabi, begitu juga ulama-ulama ahlus sunnah, mereka tidak merayakan maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Lantas, kenapa sebagian kaum muslimin merayakan maulid Nabi? Apakah mereka merasa lebih paham tentang agama Islam daripada Nabi Muhammad dan para sahabat?

Berlindung kita kepada Allah dari kebodohan!

Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang meneladani Nabi Muhammad dan para sahabat, dan menjauhkan kita dari perkara bid’ah.

Allahu a’lam.

Selesai.

Rujukan: Buku “Benarkah Shalahuddin al-Ayubi Merayakan Maulid Nabi?” karya al-Ustadz Ibnu Saini halaman 66-67.

Abu Aslam bin Syahmir

—–

ArtikelMuslim Sumbar

Like: Page Muslim Sumbar, Page Abu Aslam

Bersihkan Sumatera Barat Dari Syi’ah

Posted on Januari 7, 2014, in sejarah and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: