Dr. Muhammad Natsir Bercerita Tentang Syi’ah : “Kata Berjawab, Gayung Bersambut!”

muiBerikut ini kami tuliskan komentar Dr. Muhammad Natsir (1908-1994) tentang agama Syi’ah. Beliau adalah Pahlawan Nasional dan mantan Perdana Menteri RI.1 Beliau berkata;

“Semenjak permulaan tahun delapan puluhan mulailah berdatangan kitab-kitab mengenai aliran Syi’ah dalam bahasa Arab melalui beberapa alamat di Jawa Tengah dan Jawa Timur dan beredar dari tangan ke tangan. Para alim ulama kita tahu, tapi “diam”.

Sementara itu mulailah terbit buku-buku dan brosur-brosur tentang aliran Syi’ah dalam bahasa Indonesia. Ada berupa karangan sendiri, ada yang berupa terjemahan dari buku-buku Inggris. Diterbitkan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan lain-lain serta mendapat pasaran pembaca yang luas juga, terutama di kalangan angkatan muda kita.

Selangkah lagi, kelompok-kelompok dari kalangan mahasiswa dan pelajar-pelajar kita sudah mulai ziarah ke Teheran melalui Kuala Lumpur dan New Delhi, sekalipun peperangan Iran-Iraq sedang berkobar. Sekembalinya membawa literatur aliran Syi’ah.

Yang menarik perhatian pula ialah bahwa ada di antara pemuda-pemuda kita itu meletakkan sebuah batu kecil di depan tempat sujud. Memang begitu antara lain cara shalat yang dilakukan oleh banyak penganut aliran Syi’ah.

Sewaktu-waktu ada yang bersedia shalat berjama’ah bersama teman-teman lain berimamkan seorang yang bukan Syi’ah. Tetapi kemudian diulanginya lagi shalat itu juga sendirian. Menurut pelajaran yang mereka terima, tidak sah shalat bila diimami oleh seorang bukan Syi’ah.

Kalau perkembangan sudah demikian, apakah para alim ulama kita di Indonesia patut “mendiamkan saja”? Tak patut dan tidak boleh! “Kata berjawab, gayung bersambut!”2

Sumber: Buku Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia, disusun oleh Tim Penulis Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

Abu Aslam bin Syahmir

Footnote:

  1. Beliau juga pendiri Dewan Dakwah Islamiah Indonesia (DDII).
  2. Pengantar buku “Syi’ah dan Sunnah” karya Ihsan Ilahi Zahir, terjemahan Bey Arifin, PT. Bina Ilmu Surabaya 1984, hal. 9-10.

—–

INDONESIA TANPA SYI’AH

ArtikelMuslim Sumbar

Like: Page Muslim Sumbar, Page Abu Aslam

Bersihkan Sumatera Barat Dari Syi’ah

Posted on Januari 27, 2014, in FIRQAH and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: