Keutamaan Ilmu & Meneladani Ulama Dalam Menuntut Ilmu (Ringkas)

buku bunga1. Menuntut ilmu agama wajib bagi setiap muslim dan muslimah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

طلب العلم فريضة على كل مسلم

”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.”1

2. Majelis-majelis ilmu adalah taman-taman surga.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

إذا مررتم برياض الجنة فارتعوا . قال : و ما رياض الجنة ؟ قال : حلق الذكر

“Apabila kalian berjalan melewati taman-taman surga, perbanyaklah berdzikir.”

Sahabat bertanya, “Apakah yang dimaksud dengan taman-taman surga?”

Beliau menjawab, “Yaitu halaqah-halaqah dzikir (majelis ilmu).”2

‘Atha’ bin Abi Rabah (wafat tahun 114 H) –rahimahullah- berkata, “Majelis-majelis dzikir yang dimaksud adalah majelis-majelis (yang membahas) halal dan haram, bagaimana harus membeli, menjual, berpuasa, mengerjakan shalat, menikah, cerai, melakukan haji, dan yang sepertinya.”3

Ketahuilah bahwa majelis dzikir yang dimaksud adalah majelis ilmu, majelis yang di dalamnya diajarkan tentang tauhid, aqidah yang benar menurut pemahaman salafush shalih,4 ibadah yang sesuai sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, mu’amalah, dan lainnya.

3. Faham tentang agama Islam merupakan tanda kebaikan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

“Siapa saja yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, Dia akan menjadikannya faham tentang agamanya.”5

4. Teladan Ulama Dalam Menuntut Ilmu

  1. Jabir bin Abdillah -Radhiyallahu ‘anhu- menempuh perjalan selama sebulan untuk mendengarkan hadits dari Abdullah bin Unais –Radhiyallahu ‘anhu-.
  2. Imam Ahmad bin Hanbal –rahimahullah- menempuh perjalanan dari Baghdad (Iraq) ke Shan’a (Yaman) untuk belajar agama kepada Imam Abdurrazzaq ash-Shan’ani -rahimahullah-.
  3. Imam Baqi bin Makhlad –rahimahullah- berjalan kaki dari Spanyol menuju Baghdad untuk belajar dengan Imam Ahmad bin Hanbal –rahimahullah.

Rujukan: Buku Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas.

Disusun oleh Abu Aslam Benny Mahaputra A.

Footnote:

  1. Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Ibnu Majah [no. 224].
  2. Hadits Hasan, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi [no. 3510] dan Ahmad [III/150].
  3. Disebutkan oleh al-Khatib al-Baghdadi dalam al-Faqih wal Mutafaqqih [no. 40].
  4. Salafush shalih adalah generasi terbaik umat ini, yaitu para sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in.
  5. Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Ahmad [IV/92, 95, 96], al-Bukhari [no. 71, 3116, 7312] dan Muslim [no. 1037], lafazh ini milik al-Bukhari.

Lainnya :

Zina Mengepung Kita, Bertakwalah Kepada Allah! 

Menggabungkan Bekerja Dengan Menuntut Ilmu: Pelajaran Dari Ceramah Syaikh Dr. Syadi Muhammad Salim

Sirah Nabawiyah: Penaklukan Benteng ash-Sha’b bin Mu’adz (Tentang Bani Aslam) 

Wudhu’ Sebelum Shalat 

Problematika Anak: Mengalami Keterlambatan dan Kesulitan Memahami Pelajaran 

—–

ArtikelMuslim Sumbar

Like: Page Muslim Sumbar, Page Abu Aslam

Bersihkan Sumatera Barat Dari Syi’ah

Iklan

Posted on Maret 13, 2014, in motivasi and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: