Panduan Dalam Memilih Presiden

merdekaAl-Mawardi –Rahimahullah- dalam kitab al-Ahkam ash-Shulthaniyah menyebutkan syarat-syarat seorang pemimpin, di antaranya:

Pertama, adil dengan ketentuan-ketentuannya.

Kedua, ilmu yang bisa mengantar kepada ijtihad dalam menetapkan permasalahan kontemporer dan hukum-hukum.

Ketiga, sehat jasmani, berupa pendengaran, penglihatan dan lisan, agar ia dapat langsung menangani tugas kepemimpinan.

Keempat, normal (tidak cacat), yang tidak menghalanginya untuk bergerak dan bereaksi.

Kelima, bijak, yang bisa digunakan untuk mengurus rakyat dan mengatur kepentingan negara.

Keenam, keberanian, yang bisa digunakan untuk melindungi wilayah dan memerangi musuh.

Nilai lebih dalam hal kebijakan, kesabaran, keberanian, sehat jasmani dan rohani serta kecerdikan merupakan kriteria yang mutlak harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Tanpa memiliki kriteria itu, seorang pemimpin akan kesulitan dalam mengatur dan mengurus negara dan rakyatnya.

Ibnul Muqaffa’ dalam kitab al-Adabul Kabir wa Adabush Shaghir menyebutkan pilar-pilar penting yang harus diketahui seorang pemimpin, “Tanggung jawab kepemimpinan merupakan sebuah bala’ (ujian) yang besar. Seorang pemimpin harus memiliki empat kriteria yang merupakan pilar dan rukun kepemimpinan. Di atas keempat kriteria inilah sebuah kepemimpinan akan tegak, (yaitu): tepat dalam memilih, keberanian dalam bertindak, pengawasan yang ketat, dan keberanian dalam menjalankan hukum.

Para ulama telah menyebutkan syarat-syarat imamah (kepemimpinan) sebagaimana berikut:

  1. Taklif: Ini meliputi Islam, baligh dan berakal.

Maka orang kafir tidak boleh dipilih menjadi pemimpin, berdasarkan firman Allah Ta’ala,

لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ

“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Siapa saja berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah.” (QS. Ali ‘Imran [3] 28).

Orang yang tidak berakal, baik karena masih kecil atau karena hilang akalnya, tidak boleh memegang kekuasaan dan yang semisalnya sama sekali.

  1. Lelaki

Kepemimpinan tertinggi tidak boleh bagi seorang perempuan dengan kesepakatan para ulama, dalilnya adalah hadits Abu Bakrah –Radhiyallahu ‘anhu-, beliau berkata, “Tatkala sampai kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, bahwa penduduk Persia telah dipimpin oleh seorang anak perempuan Kisra (gelar raja Persia), beliau bersabda, ‘Suatu kaum tidak akan beruntung jika dipimpin oleh seorang wanita.’ (Diriwayatkan oleh al-Bukhari: 4073).

  1. Merdeka

Yang menjadi pemimpin adalah orang yang merdeka, bukan budak. Karena budak tidak berkuasa atas dirinya, namun ia berada di bawah kendali tuannya.

  1. Al-‘Adalah

Yaitu sifat yang membuat pelakunya bertaqwa, menjauhi dosa-dosa, dan apa-apa yang merusak harga dirinya di tengah-tengah umat.

  1. Ilmu dan Tsaqafah

Seorang pemimpin disyaratkan orang yang mempunyai bagian yang besar dari ilmu syar’i dan tsaqafah, agar memungkinkan baginya mengetahui yang haq dari yang bathil dan mengatur urusan-urusan negara.

  1. Sehat Panca Indranya

Al-Imam asy-Syaukani –Rahimahullah- berkata, “Yang dimaksudkan dengan kepemimpinan yang tertinggi adalah pengaturan urusan-urusan manusia secara umum dan secara khusus, serta menjalankan perkara-perkara pada jalurnya dan meletakkannya pada tempatnya, dan ini tidak mudah dilakukan bagi orang yang ada cacat di dalam panca indranya.” (As-Sailul Jarrar 4/507).

Disusun oleh Abu Aslam Benny Mahaputra A

Rujukan:

  1. Majalah as-Sunnah edisi 04 / tahun XII Rajab 1429 H / Juli 2008 M halaman 23.
  2. Majalah al-Furqon edisi 10 tahun ke 13, halaman 20-21.

Lainnya:

Video : Panduan Memilih Pemimpin

Dialog Memilih Pemimpin Indonesia (Video)

Wanita Tidak Boleh Jadi Pemimpin

—–

ArtikelMuslim Sumbar

Like: Page Muslim Sumbar, Page Abu Aslam

Bersihkan Sumatera Barat Dari Syi’ah

Posted on Mei 24, 2014, in pemerintah and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: