The Love Story : Muhammad and Khadijah

love_notes_09Khadijah, siapakah yang tidak mengenalnya?!

Seorang wanita yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang mulia, seorang wanita yang cerdas, cerdik dan memiliki akhlak yang luhur. Karena itulah banyak laki-laki dari kaumnya menaruh simpati kepadanya.

Khadijah merupakan wanita yang kaya dan beliau adalah seorang pedagang.

Suatu ketika beliau mencari orang yang dapat menjual dagangannya, maka tatkala beliau mendengar tentang seorang yang bernama Muhammad yang memiliki sifat jujur, amanah dan berakhlak mulia, maka beliau meminta kepada Muhammad untuk menjualkan dagangannya bersama seorang pembantunya yang bernama Maisarah, dan Khadijah memberikan barang dagangan kepada Muhammad melebihi dari apa yang dibawa oleh selainnya.

Muhammad al-Amin pun menyetujuinya dan berangkatlah Muhammad bersama Maisarah dan Allah menjadikan perdagangan tersebut menghasilkan laba yang banyak. Khadijah merasa gembira dengan hasil yang banyak tersebut, akan tetapi ketakjubannya terhadap kepribadian Muhammad lebih besar dan lebih mendalam daripada semua itu.

Maka mulailah muncul perasaan-perasaan aneh yang berbaur di benak Khadijah, yang belum pernah beliau rasakan sebelumnya. Pemuda ini (Muhammad) tidak sebagaimana kebanyakan laki-laki lain.

Akan tetapi dia merasa pesimis mungkinkah pemuda tersebut mau menikahinya, mengingat umurnya sudah mencapai 40 tahun.

Maka di saat bingung dan gelisah karena masalah yang menggelayuti pikirannya, tiba-tiba muncullah seorang temannya yang bernama Nafisah binti Munabbih, selanjutnya dia duduk dan berdialog hingga dengan kecerdikannya Nafisah mampu menyibak rahasia yang disembunyikan oleh Khadijah tentang problem yang dihadapi dalam kehidupannya.

Nafisah membesarkan hati Khadijah dan menenangkan perasaannya dengan mengatakan bahwa Khadijah adalah seorang wanita yang memiliki martabat, keturunan orang terhormat, memilki harta dan berparas cantik. Terbukti dengan banyaknya para pemuka Quraisy yang melamarnya.

Selanjutnya, tatkala Nafisah keluar dari rumah Khadijah, dia langsung menemui Muhammad al-Amin hingga terjadilah dialog yang menunjukkan akan kelihaian dan kecerdikan Nafisah.

Berikut dialog Nafisah dengan Muhammad al-Amin;

Nafisah: Apakah yang menghalangimu untuk menikah wahai Muhammad?

Muhammad: Aku tidak memiliki apa-apa untuk menikah.

Nafisah: (Dengan tersenyum berkata) Jika aku pilihkan untukmu seorang wanita yang kaya, cantik, dan berkecukupan, apakah kamu mau menerimanya?

Muhammad: Siapa dia?

Nafisah: (Dengan cepat dia menjawab) Dia adalah Khadijah binti Khuwailid.

Muhammad: Jika dia setuju maka akupun setuju.

Nafisah pergi menemui Khadijah untuk menyampaikan kabar gembira tersebut, sedangkan Muhammad al-Amin memberitahukan kepada paman-paman beliau tentang keinginannya untuk menikahi Khadijah.

Kemudian pergilah Abu Thalib, Hamzah dan yang lain menemui paman Khadijah yang bernama Amru bin Asad untuk melamar Khadijah untuk putra saudara mereka, dan selanjutnya menyerahkan mahar.

Maka jadilah Khadijah sebagai istri dari Muhammad al-Amin dan jadilah Khadijah sebagai contoh yang paling utama dan paling baik dalam hal mencintai suami dan mengutamakan kepentingan suami daripada kepentingannya sendiri.

Allah memberikan karunia pada rumah tangga tersebut berupa kebahagiaan dan nikmat yang melimpah, dan mengaruniakan kepada keduanya putra-putri yang bernama al-Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum dan Fathimah.1

Itulah kisah cinta yang indah antara Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan Khadijah Radhiyallahu ‘anha.

Mudah-mudahan kisah ini bermanfaat bagi kita.

Abu Aslam Benny Mahaputra A

Faedah dari buku Mereka Adalah Para Shahabiyat karya Mahmud Mahdi al-Istanbuli dan Musthafa Abu an-Nashr asy-Syalabi.

Footnote:

  1. Lihat as-Sirah oleh Ibnu Hisyam (I/202) dan seterusnya.

Lainnya:

Mengenal Istri-Istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam (Ringkas)

Mengenal Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman, ‘Ali Beserta Keluarga Mereka (Ringkas)

Bahaya Zina

Khutbah: Jangan Dekati Zina! (Video)

—–

ArtikelMuslim Sumbar

Like: Page Muslim Sumbar, Page Abu Aslam

Bersihkan Sumatera Barat Dari Syi’ah

Posted on Juni 19, 2014, in cinta, SIRAH and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: