Tentang “Niat” Puasa Ramadhan

puasaRasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Siapa saja yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (Shahih, HR. Abu Dawud, Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad).1

Hadits ini adalah dalil2 bahwa puasa harus dengan niat. Tidak sah puasa seorang muslim kecuali dengan niat.

Dan niat tempatnya adalah di dalam hati, tidak harus diucapkan. Tentang hal itu tidak ada perselisihan di antara ulama.3

Karena itu, siapa saja terlintas dalam hatinya bahwa dia akan puasa besok maka sungguh dia sudah berniat. Adapun waktunya, sebagaimana hadits di atas, adalah sejak malam hari. Siapa saja niat puasa pada bagian malam mana pun –yang penting sebelum terbitnya fajar kedua- maka puasanya sah.4

Keharusan meniatkan puasa sebelum fajar adalah untuk puasa yang wajib, seperti puasa Ramadhan, qadha’ Ramadhan, atau puasa nadzar. Adapun untuk puasa sunnah boleh meniatkannya sekalipun sudah pagi hari.5

Di dalam buku Renungan Ramadhan6 disebutkan, “Niat tempatnya dalam hati, tidak perlu mengucapkannya. Bahkan mengucapkan niat termasuk bid’ah. Tidak ada satupun riwayat yang menyebutkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan para sahabat melafazhkan niat. Tidak ada disebutkan dalam riwayat shahih maupun dha’if yang menyebutkan lafazh niat seperti yang banyak diucapkan sebagian kaum muslimin, misalnya ucapan: “Nawaitu Shauma Ghadin….”, jadi pengucapan seperti itu termasuk bid’ah sesat, meskipun orang-orang menganggapnya baik.”

Apakah niatnya harus setiap hari?

Masalah ini diperselisihkan oleh para ulama menjadi dua pendapat;

Pertama. Cukup bagi orang yang berpuasa untuk niat sekali saja pada awal Ramadhan dan niatnya mencukupi selama sebulan penuh, selagi puasanya tidak terputus dengan safar atau sakit.7

Inilah pendapat yang dipilih oleh Imam Malik, Ishaq bin Rahawaih, dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad,8 karena puasa Ramadhan adalah satu kesatuan ibadah yang tidak terpisahkan.

Kedua. Wajib bagi yang berpuasa untuk niat setiap hari. Karena setiap hari adalah ibadah puasa tersendiri yang harus memiliki niat. Inilah pendapatnya Abu Hanifah, Syafi’i, dan Ahmad menurut pendapat yang masyhur.9

Pendapat yang lebih mendekati kebenaran adalah pendapat pertama yaitu cukup bagi orang yang berpuasa untuk berniat sekali saja pada awal hari Ramadhan dan niatnya mencukupi sebulan penuh. Kecuali, apabila puasanya terputus dengan safar atau sakit maka wajib memperbaharui niatnya lagi. Allahu a’lam.10

Disusun oleh Abu Aslam Benny Mahaputra A

Rujukan:

  1. Buku “Panduan Lengkap Puasa Ramadhan Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah” karya Syahrul Fatwa bin Luqman dan Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi. Terbitan Pustaka al-Furqon.
  2. Buku “Renungan Ramadhan” karya Abu Ihsan al-Atsari. Terbitan at-Tibyan.

Footnote:

  1. HR. Abu Dawud [no. 2454], Nasa’i [4/196], Tirmidzi [no. 730], Ibnu Majah [no. 1700], Ahmad [44/53], dishahihkan al-Albani dalam al-Irwa’ [no. 914].
  2. Dalil/Landasan/Dasar.
  3. Kifayatul Akhyar halaman 286, Taqiyyuddin Muhammad al-Husaini.
  4. Taudhihul Ahkam 3/466, Abdullah al-Bassam, Minhatul ‘Allam fi Syarhi Bulugh al-Maram 5/20, Abdullah al-Fauzan.
  5. Sunan at-Tirmidzi no. 730.
  6. Renungan Ramadhan,halaman 44, Abu Ihsan al-Atsari.
  7. Al-Irsyad ila Sabili ar-Rasyad halaman 145, Muhammad bin Ahmad al-Hasyimi (tahqiq: Abdullah bin Abdul Muhsin at-Turki).
  8. Al-Istidzkar 10/35 Ibnu Abdil Barr, Al-Mughni 4/337 Ibnu Qudamah.
  9. Al-Mughni 4/337, al-Majmu’ 6/302, Kifayatul Akhyar halaman 286 Taqiyyuddin Muhammad al-Husaini.
  10. Asy-Syarh al-Mumthi’ 6/370 Ibnu Utsaimin, Taudhihul Ahkam 3/468 Abdullah al-Bassam, Masa’il Mu’ashirah halaman 421 Nayif bin Jam’an.

—–

ArtikelMuslim Sumbar

Like: Page Muslim Sumbar, Page Abu Aslam

Bersihkan Sumatera Barat Dari Syi’ah

Posted on Juni 29, 2014, in FIQIH, puasa, ramadhan and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: