Pembahasan: Orang Yang Shalat Fardhu Bermakmum Kepada Orang Yang Shalat Sunnah atau Sebaliknya

shalat berjamaahDalil Pertama.

Dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu bahwa Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu shalat bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam kemudian kembali (pulang), lalu menjadi imam bagi kaumnya.”1

Dalil Kedua.

Dari Yazid bin al-Aswad Radhiyallahu ‘anhu bahwa ia pada waktu menginjak usia remaja pernah shalat bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Tatkala beliau selesai shalat, ternyata ada dua sahabat yang tidak ikut shalat berjama’ah di pojok masjid, lalu dipanggil oleh beliau, kemudian dibawalah mereka berdua kepada beliau dengan menggigil ketakutan.

Beliau bertanya, “Apakah yang menghalangi kalian untuk shalat berjama’ah dengan kami?”

Mereka berdua menjawab, “Sungguh kami telah shalat jama’ah di perjalanan kami.”

Beliau berkata (lagi), “Jangan begitu, manakala seorang di antara kalian telah melaksanakan shalat berjama’ah di perjalanannya, kemudian ia mendapatkan imam (sedang shalat), sedangkan ia tidak termasuk yang shalat, maka shalatlah bersamanya, karena sejatinya shalat yang kedua itu sunnah baginya.”2

Dalil Ketiga.

Berdasarkan hadits Abu Sa’id al-Khudri bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam melihat seorang laki-laki shalat sendirian, maka beliau mengatakan, “Adakah di antara kalian yang mau bersedekah untuk orang ini dan shalat bersamanya?”3

Selesai.

Ahad, 15 Ramadhan 1435 H, 13 Juli 2014. Kota Padang, Sumatera Barat.

Abu Aslam Benny Mahaputra A

Rujukan:

  1. Kitab al-Wajiz -Ensiklopedi Fiqih Islam dalam al-Qur’an dan as-Sunnah ash-Shahihah- karya ‘Abdul ‘Azhim bin Badawi al-Khalafi. Terbitan Pustaka as-Sunnah.
  2. Kitab Shahih Fiqih Sunnah karya Abu Malik Kamal bin as-Sayyid Salim. Terbitan Pustaka at-Tazkia.

Footnote:

  1. Shahih. Mukhtashar Bukhari [no. 387], Fathul Bari [II: 192, no. 700], Muslim [I: 339, no. 465], ‘Aunul Ma’bud [III: 776], Nasa’i [II: 102].
  2. Shahih. Shahih Abu Dawud [no. 538], ‘Aunul Ma’bud [II: 283, no. 571], Tirmidzi [I: 140, no. 219], dan Nasa’i [II: 112].
  3. Shahih. Abu Dawud [574], at-Tirmidzi [220], Ahmad [III/5, 45] dan selainnya.

—–

ArtikelMuslim Sumbar

Like: Page Muslim Sumbar, Page Abu Aslam

Bersihkan Sumatera Barat Dari Syi’ah

Iklan

Posted on Juli 13, 2014, in FIQIH, SHALAT and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: