Sejarah Kelam Pemikiran Khawarij di Indonesia (Bagian 2)

ane-bukan-terorisTertangkapnya Kartosoewirjo,1 yang kemudian dieksekusi mati pada tahun 1962, tak lantas menyurutkan paham khawarij. Begitu pula saat sebagian pengikutnya dijebloskan ke rumah tahanan, pun tak memupuskan gerakan takfir “Sang Imam.”2 Setelah masa penahanan berakhir, sebagian pengikut “Sang Imam” dengan setia melanjutkan perjuangannya.

Mereka melakukan konsolidasi dan merekrut anggota baru. Wadah untuk gerakan mereka diberi nama Komando Jihad (Komji).3 Para petinggi Komji merupakan anak buah Kartosoewirjo, di antaranya Danu Muhammad Hasan, Dodo Muhammad Darda, Haji Ismail Pranoto (Hispran), Gaos Taufik, Aceng Kurnia, dan Adah Djaelani.

Belum seumur jagung gerakan mereka dijalankan, aparat telah mengetahuinya. Para petinggi itu pun diberangus. Mereka semua, beserta 700 anggotanya, diciduk aparat keamanan. Aceng Kurnia dan Adah Djaelani berhasil meloloskan diri. Akan tetapi, sekali lagi, tindakan tegas aparat keamanan tak menjadikan mereka jera dan berhenti.

Setelah mereka lepas dari jeratan terali besi, pada 1976, mulailah aksi-aksi terorisme digalakkan. Gaos Taufik membentuk tim guna melakukan aksi teror. Seperti pembajakan pesawat, peledakan bom di beberapa tempat, merampas senjata, merampok harta dan pembunuhan.

Aksi teror yang dilakukan Gaos Taufik dan kawan-kawan, di antaranya melakukan perampokan di perkebunan karet di Marbu Selatan, menggarong di Batang Sereh, Belawan, melakukan pengeboman Rumah Sakit Imanuel di Bukittinggi, Gereja Methodis, Perguruan Budi Murni di Medan, serta meledakkan Masjid Nurul Iman di Padang. Lalu, anggota mereka pun sempat pula melemparkan granat saat acara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

Melalui seorang anggotanya yang lari dari kejaran aparat, aksi teror memanaskan Pulau Jawa. Warman adalah nama pelarian tersebut. Warman pula yang menjadi otak serangkaian aksi terorisme. Sehingga pada masa itu sangat akrab sekali di telinga masyarakat istilah “Teror Warman”. Terbunuhnya Rektor Universitas Sebelas Maret Surakarta, pada 1979, tak lepas dari tangan Warman. Beserta rekannya, Hasan Bauw, Abdullah Umar, dan Farid Ghazali, Warman menghabisi nyawa Sang Rektor. Alasannya, Sang Rektor adalah orang yang paling bertanggungjawab atas penangkapan Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba’asyir.

Tak cuma itu, teman seiring pun dibantai Warman. Setelah aparat menyergap dan menembak mati Farid Ghazali, Warman malah membantai Hasan Bauw. Warman melakukan hal ini karena menganggap Hasan Bauw telah membocorkan persembunyian Farid Ghazali.

Setelah itu, pada Mei 1980 terjadi perampokan uang gaji pegawai P & K (Pendidikan dan Kebudayaan) Kecamatan Banjarsari, Ciamis. Uang sejumlah 20 juta rupiah berhasil digondol kawanan teroris ini. Setahun kemudian, polisi berhasil menembak mati Warman di Soreang, Bandung.

Demikianlah sejarah kelam pemikiran khawarij di Indonesia (bagian 2). Semoga bermanfaat.

[Bersambung, Insya Allah]

Rujukan: Majalah Qudwah edisi 10 Vol. 1, 1434 H / 2013 M rubrik Tarikh Islam.

Selesai pada siang hari tanggal 14 Dzulqa’dah 1435 H / 9 September 2014 di kota tercinta, Kota Padang, Ibu Kota Sumatera Barat, Ranah Minang.

Akhukum,

Abu Aslam Benny Mahaputra A

Footnote:

  1. Tentang orang ini, silahkan dibaca tulisan “Sejarah Kelam Pemikiran Khawarij di Indonesia (Bagian 1)”.
  2. Kartosoewirjo mengangkat diri sebagai imam (pemimpin) NII pada Mei 1948. Silahkan dibaca tulisan “Sejarah Kelam Pemikiran Khawarij di Indonesia (Bagian 1)”.
  3. Kami tekankan di sini, jihad merupakan bagian dari agama Islam dan pelaksanaannya harus tunduk kepada aturan Islam. Adapun kata “jihad” yang dimaksud pada pembahasan ini adalah “jihad” versi teroris khawarij, yang mana pada hakikatnya mereka bukanlah orang yang berjihad, akan tetapi mereka adalah penjahat. Semoga Allah menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

—–

ArtikelMuslim Sumbar

Like: Page Muslim Sumbar, Page Abu Aslam

Bersihkan Sumatera Barat Dari Syi’ah

Lainnya:

Jadi Khawarij Disebabkan Wanita

Persamaan Antara Khawarij Dan Syi’ah

Memberontak kepada Pemerintah adalah Ciri Khas Khawarij dan Teroris

Posted on September 11, 2014, in FIRQAH and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: