Sejarah Kelam Pemikiran Khawarij di Indonesia (Bagian 3)

PisauPada 11 Maret 1981, anggota Komji (Komando Jihad)1 lainnya melakukan penyerangan terhadap empat polisi di Kosekta 65 Cicendo, Bandung. Tak selang berapa lama, 14 anggota Komji yang melakukan penyerangan berhasil ditangkap.

Buntut dari penangkapan ini terjadi pembajakan Garuda “Woyla”. Pembajakan ini pun berakhir dramatis. Pasukan Antiteror dari Kesatuan Parakomando Kopashanda (sekarang Kopassus) menyerbu masuk pesawat yang dibajak dan melibas mati para pembajak kecuali Imran bin Muhammad Zein. Setelah diadili, anggota Komji satu ini pun akhirnya dihukum tembak mati.

Di barisan petinggi Komji pun tak kalah sibuk. Haji Ismail Pranoto (Hispran) melakukan gerakan perekrutan pengikut baru. Hispran mendekati Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba’asyir yang saat itu keduanya sebagai pengasuh Pondok Pesantren al-Mukmin, Ngruki.

Dengan mengusung ide Darul Islam (DI), akhirnya Hispran berhasil merekrut keduanya. Hispran lantas membai’at dua ustadz Pondok Pesantren al-Mukmin, Ngruki itu. Sejak itu, keduanya resmi bergabung dalam barisan pengusung Darul Islam.

Dari keduanya proses kaderisasi berlangsung lebih sistematis. Lahirlah orang-orang semacam Ali Ghufron alias Muklas, Enceng Nurjaman alias Hanbali, Fathurohman al-Ghazi, Ainul Bahri alias Abu Dujana, Abdul Aziz alias Qudama alias Imam Samudra, dan lainnya. Nama-nama tersebut berkesempatan menempuh pelatihan militer di Afghanistan. Mereka dilatih dalam urusan bahan peledak dan persenjataan.

Dalam perkembangan selanjutnya, barisan pengusung ide Darul Islam di Solo dan Yogyakarta banyak terpengaruh pemikiran-pemikiran Ikhwanul Muslimin (IM). Sejak itu, mulailah buku-buku karya Sayyid Quthb, seperti Fi Zhilalil Qur’an, karya Said Hawa, seperti al-Islam, karya Hasan al-Bana, seperti Usrah, dan lainnya menjadi rujukan dalam pembinaan jama’ah. Tak mengherankan bila kemudian dalam proses kaderisasi dan perekrutan, mereka menggunakan metode usrah. Sehingga era 1980-an di kalangan aktivis pergerakan sangat akrab dengan istilah Kelompok Usrah.

Pemikiran Ikhwanul Muslimin sangat kental dengan isu jihad. Tentu saja, isu ini sangat sesuai bagi generasi baru penerus perjuangan “Sang Imam” Kartosoewirjo. Maka, mulailah segala bentuk aksi teror dikemas dalam bahasa “jihad”. Keagungan syariat jihad ternodai karena ulah mereka yang memaknai jihad secara menyesatkan.

Berbagai aksi teror pun melanda negeri. Sebut saja, perampokan dan peledakan Hayam Wuruk Plaza. Pengeboman Masjid Istiqlal, Jakarta. Aksi bom natal yang secara serentak meledak di delapan kota. Dalam rangka mendanai Bom Bali I, Imam Samudra dan kawan-kawan merampok toko mas “Elita” di Serang, Banten. Setelah itu, Oktober 2002 ledakan dahsyat terjadi di Bali. Ratusan nyawa melayang akibat bom Bali I ini. Disusul kemudian pengeboman Kedutaan Australia di Jakarta. Masih banyak lagi aksi-aksi terorisme dengan membawa kedok bendera “jihad”.

Sebagai sebuah paham, khawarij sangat sulit dipadamkan. Jaringan mereka terus berkembang. Melalui wahana pondok-pondok yang mereka bangun, kaderisasi itu terus berlangsung dan paham pun terus menjalar.

Wallahu a’lam.

Rujukan: Majalah Qudwah edisi 10 Vol. 1, 1434 H / 2013 M rubrik Tarikh Islam.

Selesai pada pagi hari tanggal 20 Dzulqa’dah 1435 H / 15 September 2014 di kota tercinta, Kota Padang, Ibu Kota Sumatera Barat, Ranah Minang.

Akhukum,

Abu Aslam Benny Mahaputra A

Footnote:

  1. Kami tekankan di sini, jihad merupakan bagian dari agama Islam dan pelaksanaannya harus tunduk kepada aturan Islam. Adapun kata “jihad” yang dimaksud pada pembahasan ini adalah “jihad” versi teroris khawarij, yang mana pada hakikatnya mereka bukanlah orang yang berjihad, akan tetapi mereka adalah penjahat. Semoga Allah menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

—–

ArtikelMuslim Sumbar

Like: Page Muslim Sumbar, Page Abu Aslam

Bersihkan Sumatera Barat Dari Syi’ah

Lainnya:

Jadi Khawarij Disebabkan Wanita

Persamaan Antara Khawarij Dan Syi’ah

Memberontak kepada Pemerintah adalah Ciri Khas Khawarij dan Teroris

Posted on September 15, 2014, in FIRQAH and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: