Pentingnya Mempelajari Adab, Sopan Santun dan Tata Krama

love waterPrinsip orang-orang shalih terdahulu adalah mereka mempelajari adab, sopan santun dan tata krama, sebelum/sebagaimana mereka mempelajari ilmu. Mereka sangat mendorong murid mereka untuk mengetahui adab sebelum mengajarkan ilmu. Adab-adab tersebut meliputi adab kepada diri sendiri, keluarga, kepada guru, teman-teman dan sahabat serta adab kepada masyarakat.

Imam Malik Rahimahullah mengatakan kepada salah seorang pemuda Quraisy: “Wahai anak saudaraku, belajarlah tentang adab sebelum engkau belajar ilmu.”1

Al-Khatib al-Baghdadi Rahimahullah meriwayatkan dari Malik bin Anas, bahwa Ibnu Sirin mengatakan: “Mereka (para salaf) mempelajari tentang adab sebagaimana mereka mempelajari tentang ilmu.”2

Yusuf bin Husain Rahimahullah mengatakan: “Dengan adab engkau akan memahami ilmu.”3

Abu Abdillah al-Balkhi Rahimahullah mengatakan: “Adab-adabnya ilmu itu lebih banyak daripada ilmu itu sendiri.”4

Malik bin Anas Rahimahullah menceritakan bahwa ibunya dahulu mengatakan kepadanya: “Pergilah kamu kepada Rabi’ah, dan pelajari tentang adabnya sebelum mempelajari ilmunya.”5

Imam Abdullah bin Mubarak Rahimahullah mengatakan: “Aku mempelajari adab selama 30 tahun kemudian aku menuntut ilmu selama 20 tahun. Mereka mempelalajari adab sebelum belajar ilmu.”6

Imam Abdullah bin Mubarak Rahimahullah juga mengatakan: “Adab itu 2/3 (dua per tiga) ilmu.”7

Al-Khatib al-Baghdadi Rahimahullah berkata dalam kitabnya: “Selayaknya seorang penuntut ilmu dan hadits berbeda dalam semua urusannya (amal dan akhlaknya) dari cara dan perbuatan orang-orang awam. Seorang penuntut ilmu dan hadits harus berusaha melaksanakan sunnah atas dirinya, karena Allah Ta’ala berfirman,

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

‘Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.’ (QS. Al-Ahzab: 21).”8

Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Selesai pada malam hari tanggal 23 Dzulqa’dah 1435 H / 18 September 2014 di kota tercinta, Kota Padang, Ibu Kota Sumatera Barat, Ranah Minang.

Akhukum,

Abu Aslam Benny Mahaputra A

Rujukan:

  1. Majalah al-Furqon edisi 4 tahun ke-14 no. 151, halaman 62-63.
  2. Buku “Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga” karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Hafizhahullah, halaman 130-131.

Footnote:

  1. Hilyatul Auliya’ 6/330, oleh Abu Nu’aim.
  2. Al-Jaami’ li Akhlaaqir Raawi wa Adaabis Saami’ 1/79, oleh al-Khatib al-Baghdadi.
  3. Iqtidha’ul ‘Ilmi al-‘Amal halaman 170, oleh al-Khatib al-Baghdadi.
  4. Al-Adab asy-Syar’iyyah 3/552, oleh Ibnu Muflih.
  5. Tanwirul Hawalik Syarh al-Muwaththa’ lil Imam Malik halaman 164, oleh as-Suyuthi.
  6. Min Hadyis Salaf fii Thalabil ‘Ilmi halaman 23.
  7. Min Hadyis Salaf fii Thalabil ‘Ilmi halaman 23.
  8. Al-Jaami’ li Akhlaaqir Raawi wa Adaabis Saami’ (I/142).

—–

ArtikelMuslim Sumbar

Like: Page Muslim Sumbar, Page Abu Aslam

Bersihkan Sumatera Barat Dari Syi’ah

Lainnya:

Adab dan Akhlaq

Di Antara Adab Bertanya

Adab Terhadap Syaikh, Ustadz, atau Guru

Posted on September 21, 2014, in ADAB and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: