Aku Tidak Tahu

aku tidah tahuImam asy-Sya’bi1 rahimahullah mengatakan, “(Perkataan seseorang) ‘aku tidak tahu’ adalah setengah dari ilmu.”2

Imam Ahmad bin Hanbal3 rahimahullah pernah dimintai fatwa, dan seringkali beliau menjawab, “Saya tidak tahu.”4

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Siapa saja berfatwa kepada manusia pada setiap permasalahan yang ditanyakan kepadanya, maka ia adalah orang gila.”5

Abu Dzayyal rahimahullah berkata, ”Pelajarilah perkataan ‘aku tidak tahu.’ Karena jika engkau mengatakan ‘aku tidak tahu,’ mereka akan mengajarimu sehingga engkau pun (menjadi) tahu. Dan jika engkau berkata ‘aku tahu,’ mereka akan terus bertanya kepadamu hingga engkau pun (menjadi) tidak tahu.”6

Dari Imam Malik bin Anas rahimahullah, ia berkata, “Aku mendengar Ibnu ‘Ajlan berkata, ‘Apabila seorang berilmu tidak mengatakan laa adri (saya tidak tahu), maka ia terkena ke tempat pembunuhannya.’”7

Sa’id bin Jubair8 rahimahullah berkata, “Celakalah bagi orang yang tidak mengetahui, lalu ia berkata: ‘Saya tahu.’”9

Pernah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ditanya oleh malaikat Jibril ‘alaihissalam, beliau menjawab:

ما المسؤول عنها بأعلم من السائل

“Orang yang ditanya tidak lebih mengetahui daripada orang yang bertanya.”10

Rujukan: Buku “Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas.

Selesai pada malam hari tanggal 12 Dzulhijjah 1435 H / 6 Oktober 2014 di kota tercinta, Kota Padang, Ibu Kota Sumatera Barat, Ranah Minang.

Akhukum,

Abu Aslam Benny Mahaputra A

Footnote:

  1. Wafat tahun 105 H.
  2. Atsar shahih. Diriwayatkan oleh ad-Darimi (I/63) dan al-Khatib al-Baghdadi dalam al-Faqiih wal Mutafaqqih (II/368, no. 1119).
  3. Wafat tahun 241 H.
  4. Al-Faqiih wal Mutafaqqih (II/371, no. 1126) dengan sanad yang shahih.
  5. Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlihi (II/1123, no. 2208).
  6. Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlihi (II/842, no. 1589).
  7. Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlihi (II/840, no. 1582-1583), Al-Faqiih wal Mutafaqqih (II/366-367), dan Akhlaaqul ‘Ulamaa (no. 101).
  8. Wafat tahun 95 H.
  9. Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlihi (II/836, no. 1568).
  10. Hadits Shahih. Diriwayatkan oleh Muslim (no. 8, 9, 10), Ahmad (I/27), Abu Dawud (no. 4695), at-Tirmidzi (no. 2610), dan Ibnu Majah (no. 63).

—–

ArtikelMuslim Sumbar

Like: Page Muslim Sumbar, Page Abu Aslam

Bersihkan Sumatera Barat Dari Syi’ah

Lainnya:

Adab dan Akhlaq

Di Antara Adab Bertanya

Adab Terhadap Syaikh, Ustadz, atau Guru

Posted on Oktober 6, 2014, in ADAB and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: