Pernyataan Ketua Umum MUI Pusat (Periode 1985-1998) Tentang Agama Syi’ah

Ketua Umum MUI Pusat periode 1985-1998 adalah KH. Hasan Basri (1920-1998), beliau menyatakan;penyimpangan syiah

“Adapun masalah Syi’ah yang pada hari ini diseminarkan, Alhamdulillah pada tahun 1933 bulan April, ulama-ulama Indonesia diundang berkumpul di Brunei Darussalam. Dari Malaysia, dari Singapura, dari Indonesia dan Brunei tuan rumahnya.

Dari Indonesia saya ingat, kita menyusun suatu delegasi yang cukup kuat waktu itu, termasuk Rais Amm NU, KH. Ilyas Ruhiyat, Alm. KH. Azhar Basyir, Ketua Umum Muhammadiyah dari Yogya, beliau masih hidup waktu itu, saya sendiri dari Majelis Ulama.

Kita berkumpul di sana, bersama seluruh ulama dari Malaysia, Singapura dan Brunei. Kita mengadakan seminar, namanya seminar Aqidah. Ini bukunya, masih saya simpan. Jadi, semua berikrar pada waktu itu, delegasi dari empat negara, bahwa kita harus menyelamatkan kawasan tanah air kita ini, dari aqidah menyimpang.

Ada dua keputusan waktu itu, ijma’nya ulama-ulama empat negara ini;

Yang pertama, kita ini Sunni, Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Baik Malaysia, Indonesia, Singapura, Brunei adalah Sunni. Kita bukan Syi’i, itu jelas. Itu ikrar kita, pada waktu itu bersama-sama dalam seminar itu.

Kemudian yang kedua adalah madzhab dalam fiqih. Semua sepakat pada waktu itu, madzhab kita madzhab Syafi’i namun diizinkan untuk pindah dari Syafi’i, tetapi tidak keluar dari salah satu madzhab yang empat.

Itu keputusan di Brunei. Saya kira ikrar ulama-ulama kita ini penting. Sebab yang hadir adalah ulama-ulama yang membawa aspirasi umat seluruh tanah air dari empat negara, baik Malaysia, baik Brunei.

Brunei, sebagai negara kecil, dia ketat sekali menjaga tentang Syi’ah ini. Dia jaga di imigrasi. Kalau masuk Brunei kalau dia curiga apa orang itu Syi’ah, apa Ahmadiyah, ia akan ditolak di imigrasi dan hari itu juga akan dikeluarkan dia, dikembalikan dia, tidak diterima dia masuk ke dalam negeri Brunei.

Praktek ini dilakukan di Brunei. Mereka hanya negara kecil, begitu, orangnya sedikit, tapi punya banyak uang. Jadi, dia dapat menyelenggarakan ini dengan baik. Kita belum sampai ke sana. Di imigrasi tidak ditanya apa madzhab saudara, apakah Syi’ah apakah Sunni, belum lagi itu. Paling-paling yang ditanya: “Bawa ekstasi atau narkotik?”

Kalau dari segi ajaran, bahaya Syi’ah melebihi ekstasi dan narkotik. Sebab dia meracuni aqidah. Kalau ekstasi dan narkotik meracuni fisik, fisik manusia. Tapi kalau aqidah diracuni, itu sangat berbahaya sekali bagi manusia.

Majelis Ulama pernah memutuskan bahwa aqidah Syi’ah ini tidak benar. Kemudian kita didatangi duta-duta besar dari mana-mana. Yang satu mendukung kita, bagus sekali. Tapi satu duta besar yang datang: “Kenapa kok tidak menyetujui Syi’ah?” Saya katakan: “Kami menyelamatkan aqidah kami, menyelamatkan umat kami.”

Itu yang diputuskan Majelis Ulama. Jadi jangan dibawa-dibawa masalah politik, apalagi politik negara ini masing-masing ada masalah. Jadi jangan dibawa-bawa. Murni kita pada hari ini, secara ilmiah, membicarakan Syi’ah ini, dengan kepala dingin. Tunjukkan.1

Rujukan: Buku Panduan Majelis Ulama Indonesia, Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia, Tim Penulis MUI Pusat, diterbitkan oleh Formas (Forum Masjid Ahlus Sunnah).

Abu Aslam Benny Mahaputra A

Footnote:

  1. Hasan Basri, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, Mengapa Kita Menolak Syi’ah hal. xxx-xxxiii, tanggal Jumadil Ula 1418 H / 21 September 1997 M.

ArtikelMuslim Sumbar

Like: Page Muslim Sumbar, Page Abu Aslam

Bersihkan Sumatera Barat Dari Syi’ah

Amanah Muslim Store

Lainnya:

Anjing pun Membenci Syi’ah

Dr. Muhammad Natsir Bercerita Tentang Syi’ah : “Kata Berjawab, Gayung Bersambut!”

Posted on Maret 22, 2015, in FIRQAH and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: