Arsip Blog

Pernyataan Ketua Umum MUI Pusat (Periode 1985-1998) Tentang Agama Syi’ah

Ketua Umum MUI Pusat periode 1985-1998 adalah KH. Hasan Basri (1920-1998), beliau menyatakan;penyimpangan syiah

“Adapun masalah Syi’ah yang pada hari ini diseminarkan, Alhamdulillah pada tahun 1933 bulan April, ulama-ulama Indonesia diundang berkumpul di Brunei Darussalam. Dari Malaysia, dari Singapura, dari Indonesia dan Brunei tuan rumahnya.

Dari Indonesia saya ingat, kita menyusun Read the rest of this entry

Syi’ah adalah Musuh Bersama

Like: Page Muslim Sumbar, Read the rest of this entry

Dr. Muhammad Natsir Bercerita Tentang Syi’ah : “Kata Berjawab, Gayung Bersambut!”

muiBerikut ini kami tuliskan komentar Dr. Muhammad Natsir (1908-1994) tentang agama Syi’ah. Beliau adalah Pahlawan Nasional dan mantan Perdana Menteri RI.1 Beliau berkata;

“Semenjak permulaan tahun delapan puluhan mulailah berdatangan kitab-kitab mengenai aliran Syi’ah dalam bahasa Arab melalui beberapa alamat di Jawa Tengah dan Jawa Timur dan beredar dari tangan ke tangan. Para alim ulama kita tahu, tapi “diam”.

Sementara itu Read the rest of this entry

Syaikh Ali Hasan : Bahaya Syi’ah

INDONESIA TANPA SYI’AH

—– Read the rest of this entry

AGAMA SYI’AH, PENYEBAB KEMUNDURAN UMAT

Aqidah Ahlus Sunnah

Aqidah Ahlus Sunnah

Abad kelima hijriah, yang merupakan batas pemisah antara dua zaman yaitu masa kejayaan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam -masa yang dipenuhi generasi terbaik- dengan masa kejumudan dan permulaan kemunduran yang mengalahkan umat di masa-masa belakangan. Padahal sebelumnya ahli sunnah mengalahkan ahli bid’ah dan hawa nafsu, di mana ilmu keislaman secara umum dan ilmu-ilmu Sunnah Nabi secara khusus tumbuh dan berkembang pesat sampai pertengahan abad keempat. Mulailah pada saat itu ahli bid’ah menguasai perkara umat, karena ketika itu Baghdad dikuasai oleh Banu Buwaih ar-Rafidhah (Syi’ah). Sedangkan Afrika Utara, Mesir, Syam, dan Hijaz dikuasai oleh Ubaidiyyun al-Bathiniyyun, dan Yaman dikuasai oleh Banu Rasul al-Isma’iliyah. Ketika itu ahli bid’ah dan hawa nafsu mengangkat kepalanya dan keluar dari tempat persembunyiannya. Mereka menjadi penunjuk bagi para penguasa, dan mereka mempersempit ruang gerak Ahlus Sunnah (pembela kebenaran) dan menyiksa mereka. Dan fitnah Basasiri (W. 451 H) di Baghdad dan tindakan Asya’irah dan kaum Sufi yang dipimpin Ibnu al-Qusyairi (W. 514 H) mencerai beraikan Ahlus Sunnah (Ahlul Haq). Orang-orang sesat ini menyiksa para ulama dan Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: